Sejarah Indonesia X - Semester 2 - Pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia - Uji Kompetensi 2

Sejarah Indonesia X - Semester 2 - Pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia - Uji Kompetensi 2

Sejarah Indonesia SMA/MA

Kelas X Semester II



BAB 1
Akulturasi Kebudayaan Indonesia dan Hindu-Budha



Uji Kompetensi 2


1. Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha. masyarakat Indonesia sudah memiliki kemampuan menciptakan berbagai bangunan. Fakta yang mendukung pernyataan tersebut adaluh . . . .
    a.    Pembangunan candi sebagai tempat peribadatan
    b.    Penemuan bangunan bertingkat yang tertimbun tanah
    c.    Pembuatan patung untuk menghormati nenek moyang
    d.    Pembangunan punden berundak sebagai tempat pemujaan
    e.    Pembuatan stupa untuk menanam abu jenazah pemimpin yang wafat

2. Bangunan candi memiliki tiga tingkatan yang menggambarkan kehidupan alam semesta. Dalam kebudayaan Hindu-Buddha, tingkatan paling atas berfungsi sebagai . . . .
    a.    Tempat peristirahatan raja
    b.    Tempat pertemuan para dewa
    c.    Tempat memuja nenek moyang
    d.    Lambang pemersatu alam semesta
    e.    Lambang keberadaan roh nenek moyang

3. Perhatikan tabel berikut!
Karakteristik candi langgam Jawa Tengah ditunjukkan oleh kombinasi . . . .
    a.    Al), A2), dan B1)
    b.    Al), A3), dan B1)
    c.    A2), A3), dan B2)
    d.    A2), B1), dan B2)
    e.    A3), B2), dan B3)

4. Salah satu jenis arca yang melengkapi bangunan candi adalah arca trimatra. Arca tersebut meng gambarkan tentang . . . .
    a.    Sosok raja yang diwujudkan dalam bentuk seorang dewa
    b.    Cerita kehidupan raja yang dipahatkan pada relief dinding candi
    c.    Lingga dan yoni yang diletakkan di samping bangunan candi utama
    d.    Patung Sang Buddha yang diletakkan pada bagian depan bilik candi
    e.    Makhluk mitologi Hindu-Buddha yang di letakkan di depan gerbang candi

5. Relief merupakan salah satu peninggalan kebudayaan masa Hindu-Buddha yang terdapat di bangunan candi Hindu dan Buddha. Relief pada dinding candi bercorak Hindu menggambarkan tentang . . . .
    a.    Cerita dari kitab-kitab suci
    b.    Kejayaan kerajaan tertentu
    c.    Kisah hidup Sidharta Gautama
    d.    Kehidupan rakyat di suatu wilayah
    e.    Legenda asal-usul suatu tempat

6. Kesenian wayang yang berkembang pada masa Hindu Buddha sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak masa praaksara. Pertunjukan wayang pada masa itu berfungsi sebagai . . . .
    a.    Penghormatan kepala suku
    b.    Pemujaan roh nenek moyang
    c.    Penobatan kepala suku baru
    d.    Penyambutan tamu agung
    e.    Penghormatan pemimpin yang wafat

7. Kitab Bharatayudha gubahan Mpu Panuluh dan Mpu Sedah merupakan karya sastra yang disadur dari karya sastra India. Kitab tersebut bercerita tentang . . . .
    a.    Perebutan tahta Kerajaan Hastinapura
    b.    Peperangan antara Pandawa dan Kurawa
    c.    Perebutan kekuasaan di Kerajaan Kediri
    d.    Peperangan Jayabaya melawan Kerajaan Jenggala
    e.    Kemenangan Kerajaan Jenggala atas Kerajaan Kediri

8. Pada masa Hindu Buddha kepercayaan masya rakat yang telah berkembang sejak masa praaksara tidak bilang begitu saja. Bentuk kepercayaan masyarakat pada masa praaksara yang masih berkembang pada masa Hindu Buddha adalah . . . .
    a.    Kepercayaan terhadap benda tortentu yang dianggap sakti
    b.    Acara kenduri sebagai wujud syukur
    c.    Pembangunan menhir sebagai simbol penghormatan raja
    d.    Upacara keagamaan dengan membawa sesajen
    e.    Penyajian sesajen untuk seseorang yang sudah meninggal

9. Masuknya pengaruh Hindu-Buddha turut memengaruhi sistem sosial masyarakat. Fakta yang mendukung pernyataan tersebut adalah . . . .
    a.    Sistem sosial masyarakat diatur berdasarkan sistem kasta
    b.    Masyarakat dipimpin oleh seorang raja sebagai panutan
    c.    Kedudukan kepala suku digantikan oleh seorang raja.
    d.    Kekuasaan raja dalam masyarakat bersih mutiak
    e.    Raja dipilih oleh masyarakat secara langsung

10. Kerajaan Sriwijaya sangat memperhatika Buk pendidikan dan pengajaran agama Buddha. yang mendukung pernyataan tersebut adalah Raja . . . .
    a.    Dapunta Hyang membangun asrang sebagai pusat pendidikan agama Buddha
    b.    Raja Balaputradewa mengirim beberapa pelajar untuk belajar agama Buddha di India
    c.    Raja Balaputradewa mendatangkan pendeta dari India untuk mengajarkan agama di Sriwijaya
    d.    Raja Balaputradewa memberikan sebidang tanah untuk pembangunan asrama pelajar Sriwijaya
    e.     Raja Dapunta Hyang mendatangkan pendeta dari Tibet untuk membimbing pendeta Buddha Sriwijaya


B. Kerjakan soal-soal berikut!


1. Kebudayaan asing yang dibawa oleh pedagang India tidak menyebabkan kebudayaan asli masyarakat Indonesia hilang. Mengapa demikian?
    Karena masyarakat Indonesia telah memiliki kemampuan untuk menyaring dan mengolah budaya asing yang masuk dan disesuaikan dengan kepribadian bangsa Indonesia. Jadi tidak semua pengaruh budaya India ditiru oleh masyarakat Indonesia.

2. Seni tari di Indonesia mengalami perkembangan seiring masuknya pengaruh Hindu Budha. Bagaimana perkembangan seni tari pada masa Hindu-Buddha? Jelaskan pendapat Anda!
    Perkembangan seni tari pada masa Hindu-Buddha sering dipentaskan dalam upacara keagamaan, perkawinan, dan pengangkatan raja. Menurut kami perkembangan seni tari sejak masuknya Hindu-Buddha tergantung pada perkembangan candi dan budaya.

3. Masuknya pengaruh Hindu-Budha ke Indonesia menyebabkan perubahan dalam sistem pemerintahan Indonesia. Jelaskan perubahan sistem pemerintahan di Indonesia pada masa Hindu-Buddha!
    Kepemimpinan kepala suku berubah menjadi kepemimpinan raja. Dalam sistem kerajaan Hindu-Buddha, raja dianggap sebagai keturunan dewa di bumi.

4. Persentuhan budaya lokal dan budaya India terlihat jelas pada bentuk arsitektur bangunan candi. Deskripsikan bentuk perpaduan antara kebudayaan lokal dan kebudayaan India pada bangunan candi!
    Punden berundak pada candi menunjukan bahwa pada masa Hindu-Buddha terjadi akulturasi.

5. Masyarakat Indonesia telah mengenal sistem kalender sejak masa praaksara. Pengetahuan sistem kalender semakin berkembang seiring masuknya pengaruh Hindu-Buddha. Bagaimana perkembangan sistem kalender di Indonesia na masa Hindu-Buddha?
    Masyarakat Indonesia mulai menganai perhitungan waktu menurut penanggalan saka. Dalam kalender saka, satu tahun terdiri atas 365 hari.






Kami mohon maaf bila ada kesalahan jawaban maupun pertanyaan..
Berilah komentar kesalahan apa yang ada dan kami akan merevisinya.
terima kasih



Post a Comment

0 Comments