Biologi X - Semester 1 - Ruang Lingkup Biologi - Metode Ilmiah

Biologi X - Semester 1 - Ruang Lingkup Biologi - Metode Ilmiah

BIOLOGI SMA/MA

Kelas X Semester I




BAB 1
Ruang Lingkup Biologi


Pendalam Materi


B. Metode ilmiah


    Tahukah Kamu bahwa manusia memiliki rasa penasaran setelah melihat dan membaca sesuatu? Rasa penasaran ini mendorong timbulnya berbagai pertanyaan tentang sesuatu tersebut. Para peneliti biasanya memiliki metode tertentu untuk menemukan pertanyaan sampai ditemukan jawabannya. Selanjutnya, hasil jawaban tersebut dituliskan dalam suatu metode tertentu juga. Metode tertentu untuk menemukan jawaban dari suatu pertanyaan dinamakan metode ilmiah. Hasil jawaban ditulis dalam metode tertentu yang dinamakan laporan ilmiah. Dalam membuat laporan ilmiah harus dilakukan dengan langkah kerja ilmiah. Bagaimana langkah-langkah percobaan menurut kerja ilmiah? Nah, untuk mengetahuinya, lakukan kegiatan berikut.

    Berdasarkan kegiatan tersebut. Anda telah memperoleh informasi mengenai komponen-komponen dalam laporan ilmiah. langkah-langkah percobaan, seria cara menyusun laporan percobaan secara ilmiah. Sekarang, simaklah uraian berikut untuk memperjelas pemahaman Anda mengenai langkah-langkah metode ilmiah, sikap-sikap ilmiah, dan format laporan ilmiah.


1.  Langkah-Langkah Metode Ilmiah

    Para ilmuwan memecahkan masalah yang dihadapi menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan suatu kegiatan penelitian objektif untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji ilmu pengetahuan. Metode ini menggunakan langkah metode penelitian dikatakan sebagai metode ilmiah jika mempunyai kriteria-kriteria seperti berdasar pada prinsip analisis, menggunakan hipotesis, mengguna kan penilaian secara objektif, dan menggunakan teknik kuantifikasi. Metode ilmiah diperlukan dalam melakukan suatu penelitian untuk memperoleh hasil penelitian yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Pelaksanaan metode ilmiah meliputi tujuh tahap berikut.

a.  Pemilihan Masalah

    Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti harus mengidentifikasi masalah dan melakukan studi pendahuluan. Masalah dapat muncul secara sengaja, seperti seorang dokter ingin menguji dosis obat yang tepat untuk mengobati suatu penyakit. Masalah yang muncul secara tidak disengaja contohnya tanaman yang tumbuh dekat kandang sapi tampak lebih subur dibandingkan tanaman yang tumbuh di tempat lain. Untuk memudahkan menemukan permasalahan, Anda dapat melihat penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya serta menganalisis hasil penelitian tersebut untuk menemukan permasalahan baru. Selain itu, permasalahan juga dapat Anda temukan melalui studi pustaka dari berbagai referensi. Sumber masalah juga dapat ukan melalui pengamatan langsung di lapangan.

b.  Perumusan Masalah

    Masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan. Tujuan merumuskan masalah untuk memperjelas batasan masalah yang akan dipecahkan. Perumusan masalah biasanya diawali dengan kuta tanya seperti apa, mengapa, dan bagaimana Contohnya, mengapa tanaman yang disiram secara teratur lebih subur daripada tanaman yang tidak pernah disiram?

c.  Pengumpulan Keterangan

    Pengumpulan keterangan dapat dilakukan dengan studi referensi berupa teori, konsep, dan hasil penelitian yang sesuai dengan masalah yang telah dirumuskan. Segala informasi yang mengarah dan dekat dengan pemecahan masalah dapat digunakan untuk memperoleh jawaban sementara dari permasalahan yang diajukan.

d.  Penyusunan Hipotesis

    Hipotesis merupakan jawaban sementara dari permasalahan yang diajukan yang diperoleh berdasarkan data atau keterangan selama observasi atau studi pustaka. Contohnya, air memengaruhi pertumbuhan tanaman.

e.  Pengujian Hipotesis

    Pengujian hipotesis dapat dilakukan melalui eksperimen atau penelitian. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan penelitian yaitu menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan selama penelitian serta menentukan kelompok-kelompok penclitian. Ada dua macam kelompok penelitian yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok kontrol merupakan kelompok yang tidak diberi perlakuan, sedangkan kelompok perlakuan merupakan kelompok yang diberi perlakuan tertentu.

    Kelompok perlakuan dapat diberi satu atau beberapa variabel. Variabel merupakan faktor yang berpengaruh dalam suatu penelitian dan memiliki nilai yang dapat diubah. Variabel dalam penelitian terdiri atas variabel bebas, variabel kontrol, dan variabel terikat.
    1).    Variabel bebas adalah variabel yang sengaja dibuat tidak sama dalam suatu penelitian.
    2).    Variabel kontrol adalah variabel yang dibuat sama dalam suatu penelitian.
    3).    Variabel terikat adalah variabel yang muncul karena adanya variabel bebas.

f.  Pengolahan Data

    Data diperoleh dari hasil eksperimen. Data hasil eksperimen dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang tidak disajikan dalam bentuk angka, tetapi dalam bentuk deskripsi. Sebagai contoh, data perbedaan kondisi dan warna batang kecambah kacang hijau di tempat terang dan tempat gelap. Adapun data kuantitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk angka. Sebagai contoh, data hasil pengukuran tinggi batang kecambah kacang hijau. Data kuantitatif harus diolah dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram sehingga mudah dipahami orang lain. Selanjutnya, hasil olahan data tersebut dibandingkan dengan teori, fakta, dan konsep yang ada dalam studi referensi. Contoh tabel, grafik, dan diagram sebagai berikut.

    1).    Tabel perbandingan pertumbuhan batang kecambah kacang hijau di tempat terang dan tempat gelap

No.
Data
Tempat Terang
Tempat Gelap
1.
Biji mulai berkecambah (hari ke- . . . )
9
7
2.
Panjang batang kecambah
-          Setelah 3 hari berkecambah
-          Setelah 4 hari berkecambah
-          Setelah 5 hari berkecambah
-          Setelah 6 hari berkecambah

0,4 cm
1,0 cm
2,6 cm
3,5 cm

0,5 cm
1,5 cm
4,0 cm
6,0 cm

    2).    Diagram batang pertumbuhan batang kecambah kacang hijau di tempat gelap.



    3).    Diagram garis pertumbuhan batang kecambah kacang hijau di tempat gelap.


    4).    Diagram pie perbandingan persentase jumlah biji kacang hijau yang berkecambah dan tidak berkecambah di tempat gelap.


g.  Pengambilan Kesimpulan

    Kesimpulan mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan. Kesimpulan dapat mendukung atau tidak mendukung hipotesis yang dibuat. Jadi, terdapat dua kemungkinan dalam pengambilan kesimpulan yaitu kemungkinan hipotesis diterima dan kemungkinan hipotesis ditolak.


2.  Sikap Ilmiah

    Dalam melakukan langkah-langkah metode ilmiah, seorang peneliti harus menerapkan sikap ilmiah. Apa sajakah sikap ilmiah tersebut?

a.  Mampu Membedakan Opini dan Fakta

    Opini merupakan karangan yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Adapun fakta biasanya berupa hasil penelitian yang sudah dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Seorang peneliti hendaknya mampu membedakan antara fakta dan opini agar hasil penelitiannya tepat dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

b.  Memiliki Rasa Ingin Tahu

    Peneliti yang baik harus selalu berusaha memperluas pengetahuan dan wawasannya, Keingintahuan seorang peneliti terhadap suatu hal sangat bermanfaat dalam penemuan sebuah teori, konsep, maupun fakta. Dengan demikian, penelitian tersebut berdampak positif bagi lingkungan sehingga bermanfaat bagi generasi selanjutnya.

c.  Peduli Lingkungan

    Seorang peneliti harus memiliki sikap peduli lingkungan sehingga penelitian yang dilakukan tidak merusak lingkungan. Dengan demikian, penelitian tersebut berdampak positif bagi lingkungan sehingga bermanfaat bagi generasi selanjutnya.

d.  Jujur terhadap Fakta

    Pengambilan data dalam suatu penelitian dilakukan sesuai dengan fakta yang sebenamya terjadi. Selain itu, seorang peneliti harus menghindari manipulasi data meskipun data yang diperoleh tidak sesuai dengan keinginan atau yang diharapkan. Kesalahan dan rekayasa dalam pencatatan dan pengolahan data dari suatu penelitian dapat menimbulkan kerugian, baik secara moril maupun materiel serta hasil penelitiannya menjadi bias (menyimpang), Jadi, kejujuran terhadap fakta sangat diperlukan oleh peneliti agar data yang dihasilkan akurat.

e.  Terbuka dan Fleksibel

    Seorang peneliti harus bersifat terbuka yang diwujudkan dalam sikap mau menerima kritik dan saran dari orang lain. Selain itu, seorang peneliti harus terbuka dalam menyampaikan hasil penelitiannya. Dengan demikian, hasil penelitiannya menjadi lebih baik.

f.  Berani Mencoba

    Rasa ingin tahu tentang sesuatu hal harus diikuti dengan sikap berani mencoba. Dengan demikian, peneliti akan menemukan jawaban dari permasalahan yang ada dalam pikirannya.

g.  Berpendapat secara ilmiah dan Kritis

    Setiap pendapat yang dikemukakan oleh seorang peneliti harus memiliki dasar ilmiah dan tidak mengada-ada tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dengan demikian, hasil penelitiannya memiliki dasar yang akurat.

h.  Bekerja Sama

    Pada saat melakukan penelitian seorang peneliti harus mampu bekerja sama dengan orang lain sehingga penelitian dapat dilakukan dengan baik dan hasil yang memuaskan.

i.  Ulet dan Gigih

    Apabila seorang peneliti mengalami kegagalan dalam melakukan penelitian, pantang baginya untuk berputus asa. Penelitian yang gagal tersebut harus dianalisis sehingga ditemukan penyebab kegagalan tersebut. Dengan demikian, dapat menjadi perbaikan untuk penelitian yang dilakukan selanjutnya.

j.  Bertanggung Jawab

    Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti harus dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, keselamatan tim dan keselamatan lingkungan juga menjadi tanggung jawabnya.


3. Laporan ilmiah

    Hasil penelitian perlu dikomunikasikan kepada publik sehingga mendatangkan manfaat dan mendapat masukan yang berguna untuk perbaikan hasil penelitian atau penelitian relevan di masa mendatang. Hasil penelitian dikomunikasikan dalam bentuk laporan, makalah, ataupun jurnal. Penulisan hasil penelitian harus mempunyai komponen-komponen ikut.
    a.    Judul Laporan
    b.    Prakata, berisi ucapan rasa syukur karena penelitian sudah selesai dan ucapan terima kasih kepada pihak yang membantu menyelesaikan penelitian.
    c.    Daftar isi.
    d.    Pendahuluan, berisi latar belakang penelitian, rumusan masalah, dan tujuan penelitian.
    e.    Tinjauan pustaka, berisi teori-teori yang berkaitan dengan topik penelitian dan hipotesis.
    f.    Metode penelitian, berisi cara kerja, alat dan bahan, waktu, tempat, serta cara pengambilan data yang digunakan dalam melaksanakan penelitian.
    g.    Hasil dan pembahasan, berisi data dan fakta yang diperoleh selama penelitian serta pengolahan data dan analisis terhadap hasil penelitian.
    h.    Kesimpulan, berisi simpulan dari keseluruhan hasil penelitian.
    i.    Daftar pustaka, berisi sumber-sumber yang digunakan sebagai acuan dalam menunjang penelitian.
    j.    Lampiran, berisi tabel, grafik, dan gambar yang mendukung penelitian.


    Anda telah mempelajari mengenai metode ilmiah, sikap ilmiah, dan format laporan ilmiah. Untuk memperdalam wawasan Anda mengenai materi tersebut, coba kerjakan tugas berikut.


Post a Comment

0 Comments