Biologi X - Semester 1 - Ruang Lingkup Biologi - Prosedur Keselamatan Kerja di Labolatorium - Mengenal Bahan-Bahan Labolatorium

Biologi X - Semester 1 - Ruang Lingkup Biologi - Prosedur Keselamatan Kerja di Labolatorium - Mengenal Bahan-Bahan Labolatorium

BIOLOGI SMA/MA

Kelas X Semester I




BAB 1
Ruang Lingkup Biologi


Pendalam Materi


C.  Prosedur Keselamatan Kerja di Labolatorium


2.  Mengenal Bahan-Bahan Laboratorium


a.  Bahan Kimia di Laboratorium

    Pada saat melakukan praktikum di laboratorium sering digunakan berbagai macam bahan kimia. Ada beberapa jenis bahan kimia yang berbahaya dan beberapa di antaranya dapat sehingga dapat menggunakannya secara benar. Jenis-jenis bahan kimia, karakteristik, dan cara pengamanannya dapat Anda simak dalam tabel berikut.

No.
Nama Bahan
Karakteristik
Tindakan Pengamanan
1.
Alkohol
Zat cair yang mudah menguap dan eter bakar, sebagai pelarut, dan mensteril- kan tempat kerja.
Disimpan dalam tempat yang tertutup rapat agar alkohol tidak bisa menguap.
2.
Akuades
Zat cair hasil proses suling, tidak berbahaya, sebagal pelarut.
Disimpan dalam tempat yang tertutup rapat agar akuades tidak bercampur dengan larutan lain.
3.
Asam klorida
Asam kuat yang bersifat korosif terhadap logam serta dapat merusak kulit dan saluran pernapasan.
Disimpan dalam tempat tertutup di lengkapi dengan label yang menunjukan bahwa bahan bersifat korosif.
4.
Bromtimol biru
Indikator asam-basa dengan trayek pH 6-7 Pemberian bromtimol biru pada larutan asam (pH 6) menyebabkan warna kuning pada larutan basa PH 7,6) menyebabkan warna biru.
Disimpan dalam tempat gelap dan tertutup rapat.
5.
Eter
zat cair mudah menguap dan terbakar jika dekat dengan api sebagai obat bius, serta pelarut lemak.
Disimpan di ruangan dingin dan berventilasi dalam wadah tertutup rapat. Jauhkan dari sumber api.
6.
Fenolftalein
Zat padat tidak berwarna, sebagai indikator asam-basa. Dalam larutan basa menyebabkan warna merah muda, pada larutan asam tidak ada perubahan warna.
Disimpan dalam tempat gelap dan tertutup rapat.
7.
Formalin
Zat cair untuk pengawetan hewan.
Disimpan dalam botol gelap dan tertutup rapat.
8.
Kloroform
Zat cair tidak berwarna, beracun, sebagai obat bius.
Disimpan dalam botol yang dilengkapi dengan simbol yang menunjukkan bahwa bahan bersifat toksik.
9.
Metanol
Zat cair tidak berwarna mudah terbakar sebagai pelarut.
Disimpan terpisah dari bahan-bahan yang mudah terbakar. Disimpan dalam tempat yang dapat menjaga bahan tetap dalam keadaan dingin. Pada botol penyimpanan dilengkapi dengan simbol yang menunjukkan bahwa bahan bersifat mudah terbakar.
10.
Metil merah
Indikator asam-basa dengan trayek pH 4,6-6,3. Perubahan warna merah kuning.
Disimpan dalam tempat gelap dan tertutup rapat.
11.
Metil orange
Indikator asam-basa dengan trayek pH 2,8-4,6. Perubahan warna merah kuning.
Disimpan dalam tempat gelap dan tertutup rapat.
12.
NaOH/KOH
Zat padat bersifat basa kuat, untuk mengikat GD, serta menyebabkan Iritasi.
Disimpan dalam tempat yang tertutup rapat. Biasanya, bahan ini disimpan dalam wadah yang terbuat dari plastik

13.
Reagen benedict
Menguji kandungan gula pereduksi! dalam makanan Bukan termasuk larutan berbahaya.
Disimpan dalam tempat gelap dan tertutup rapat.
14.
Sodium nitrat
Zat padat, oksidator. dapat menimbul kan letupan jika terpapar panas.
Disimpan dalam tempat bersuhu dingin dan berhenti Jauhkan dari bahan bakar bahan yang mudah terbakar dan bahan yang memiliki titik api rendah. Pada botol tempat penyimpanan disertai dengan labél yang menunjukkan larutan bersifat oksidator.


b.  Bahan Biologi di Laboratorium

    Bahan biologi yang digunakan sebagai objek penelitian di laboratorium yaitu makhluk hidup, dapat berupa hewan, tumbuhan, Protista, virus, dan bakteri. Setiap objek penelitian tersebut dapat membahayakan praktikan jika tidak digunakan dengan benar. Oleh karena itu, diperlukan penanganan khusus saat bekerja menggunakan objek penelitian yang berupa makhluk hidup. Usaha yang dilakukan agar orang yang bekerja dengan bahan biologi berbahaya terlindungi dari bahaya bahan biologi yang ditanganinya disebut biosafety. Biosafety merupakan suatu konsep yang mengamankan orang yang bekerja dengan suatu bahan biologis. Penanganan ini perlu dilakukan sebelum menggunakan bahan biologi, saat menggunakan bahan biologi, dan setelah menggunakan bahan biologi.

    1).    Sebelum Menggunakan Bahan Biologi
    Apabila Anda menggunakan objek hewan seperti marmut atau mencit perlu melakukan mendekati atau memegang hewan tersebut. Apabila Anda menggunakan tumbuhan berbahaya, misalnya tanaman berduri atau beracun, Anda perlu memakai sarung tangan saat menyiapkan pembiusan terhadap hewan tersebut agar terhindar dari serangan atau gigitan. Apabila Anda menghendaki penggunaan hewan dalam kondisi hidup, Anda harus mengetahui cara-cara tanaman-tanaman tersebut sebelum memulai praktikum.

    2).    Saat Menggunakan Bahan Biologi
    Saat menggunakan hewan atau tumbuhan berbahaya, Anda harus menggunakan sarung tangan agar terhindar dari serangan hewan dan goresan duri atau tetesan getah dari tanaman. Apabila kulit terlanjur terkena getah sebaiknya segera dibersihkan menggunakan air mengalir dan sabun sampai benar-benar bersih. Saat menggunakan hewan sebagai bahan percobaan, Anda perlu memakai masker untuk menghindari debu dan kotoran yang berasal dari hewan. Selain itu, pemakaian masker bertujuan agar tidak mencium bau anyir saat melakukan pembedahan hewan.

    3).    Setelah Menggunakan Bahan Biologi
    Setelah hewan selesai digunakan, hewan yang sudah mati sebaiknya dikubur. Apabila hewan tersebut masih hidup dan termasuk hewan peliharaan sebaiknya hewan tersebut dipelihara lagi. Namun, jika hewan tersebut bukan hewan peliharaan sebaiknya dikembalikan ke habitatnya. Apabila Anda menggunakan bahan berupa tumbuhan, Anda dapat menanam kembali tanaman yang Anda gunakan jika tanaman masih dalam kondisi utuh. Namun, jika tanaman yang sudah diamati berupa potongan-potongan dan tidak memungkinkan lagi untuk ditanam, Anda dapat membuangnya di tempat pembuangan atau menimbun tanaman tersebut dengan tanah.


Post a Comment

0 Comments