Biologi X - Semester 1 - Fungi - Kelompok Jamur Basidiomycotina

Biologi X - Semester 1 - Fungi - Kelompok Jamur Basidiomycotina

BIOLOGI SMA/MA

Kelas X Semester I




BAB 6
Fungi


Pendalam Materi


D. Kelompok Jamur Basidiomycotina


    Jamur dari kelompok Basidiomycotina banyak tumbuh di lingkungan sekitar kita, terutama pada musim penghujan. Sebelum mengenal lebih jauh mengenai jamur Basidiomycotina, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut.

    Berdasarkan kegiatan tersebut, Anda telah mengamati struktur morfologi tiga jenis jamur. Jamur merang, jamur tiram, dan jamur kuping memiliki tubuh buah yang bentuknya berbeda-beda. Adanya tubuh buah ini menjadi salah satu ciri jamur Basidiomycotina. Untuk lebih memahami tentang ciri-ciri lain jamur Basidiomycotina, pelajarilah materi berikut ini.

1.  Ciri-Ciri Basidiomycotina

a. Struktur tubuhnya multiseluler dan biasanya makroskopis. Pada umumnya tubuh buah Basidiomycotina mempunyai bagian-bagian berikut (perhatikan Gambar 6.9).
   1) Tudung (pileus) merupakan bagian yang di bagian bawahnya mengandung bilah-bilah. Pada jamur muda, pileus dibungkus oleh selaput (velum universale) dan menjelang dewasa pembungkus tersebut akan pecah.
   2) Bilah (lamella), merupakan bagian di bawah tudung berbentuk helaian.
   3) Tangkai tubuh buah (stipe) merupakan massa miselium yang sangat kompak dan tumbuh tegak menopang tudung.
   4) Vulva, merupakan bagian sisa pembungkus yang terdapat pada dasar tangkai.



b. Memiliki hifa bersekat. Hifa vegetatifnya mempunyai satu inti (n) dan hifa generatifnya mempunyai dua inti (2n).

c. Cara hidupnya ada yang saprofit, misalnya saprofit pada serasah daun, merang padi, atau batang pohon yang mati, serta ada yang parasit pada tumbuhan dan manusia.

d. Mempunyai badan buah yang disebut basidiokarp, yaitu tempat pembentukan basidium, cermati Gambar 6.10. Bentuk basidiokarp bermacam-macam, misalnya payung, kuping, atau setengah lingkaran. Spora terbentuk dalam basidium.



    Anda telah mengetahui ciri-ciri jamur Basidiomycotina. Untuk memperdalam pemahaman anda mengenai struktur jamur Basidiomycotina, lakukan kegiatan berikut.

2. Reproduksi Basidiomycotina

    Reproduksi aseksual pada jamur Basidiomycotina dengan cara membentuk konidia. Sementara itu, reproduksi seksualnya dilakukan dengan cara membentuk basidiospora. Pada reproduksi seksual, hifa (+) dan hifa saling mendekat dan dinding selnya larut (plasmogami) sehingga terbentuk hifa dengan dua inti haploid yang berpasangan (dikariotik). Hifa tersebut kemudian tumbuh menjadi miselium sekunder (dikariotik). Ujung miselium dikariotik berkembang menjadi basidium. Dua inti haploid dalam basidium bersatu menjadi 2n (kariogami). Setelah itu, terbentuk 4 tonjolan pada ujung basidium (sterigma). Inti 2n membelah secara meiosis menjadi 4 inti haploid dan bergerak menuju sterigma membentuk basidiospora. Basidiospora ini kemudian tumbuh menjadi hifa bersekat (n).
Cermati Gambar 6.11 berikut.



3. Contoh Basidiomycotina dan Peranannya

a. Volvariella volvacea (jamur merang) dan Agari cus sp. sebagai bahan makanan. Jamur ini ditanam pada media yang mengandung banyak selulosa (misalnya merang padi) dan mempunyai kelembapan tinggi.

b. Auricularia polytricha (jamur kuping) sebagai bahan makanan. Bentuknya seperti telinga, kenyal, warnanya cokelat kehitaman, dan hidup pada kayu yang lapuk.

c. Pleurotus (jamur tiram) sebagai bahan makanan. Jamur ini sering dibudidayakan dengan media serbuk kayu atau bahan yang mengandung banyak lignin dan selulosa.

d. Amanita caesarea sebagai bahan makanan.

e. Amanita phalloides dan Amanita muscaria menghasilkan racun lalat.

f. Exobasidium vexans sebagai parasit pada tanaman teh.

g. Corticium salmonella (jamur upas) sebagai parasit pada batang pohon buah-buahan dan karet.

h. Ustilago scitaminae sebagai parasit pada tanaman tebu dan jagung.

i. Puccinia graminis sebagai parasit pada tumbuhan Gramineae.

j. Puccinia arachidis sebagai parasit pada tumbuhan kacang.

k. Ganoderma applanatum (jamur kayu) sebagai bahan obat-obatan. Tubuh buahnya berbentuk setengah lingkaran seperti kipas dan keras.



    Inilah manfaat berbagai jenis jamur Basidiomycotina bagi kehidupan manusia. Tuhan menciptakan berbagai makhluk hidup termasuk jamur untuk mencukupi kebutuhan manusia. Oleh karena itu, sudah sewajarnyalah kita sebagai manusia beriman dan bertakwa mengucap syukur atas karunia Tuhan ini. Salah satu bentuk ucapan syukur tersebut yaitu dengan memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan dan berusaha untuk membudidayakannya. Anda dapat belajar membudidayakan jamur seperti jamur tiram atau jamur kuping. Selain untuk melestarikan jamur, budi daya jamur tersebut juga dapat Anda gunakan sebagai peluang usaha. Kembangkan daya kreativitas Anda dengan mencari informasi mengenai pembudidayaan jamur. Selanjutnya, cobalah untuk membudidayakan jamur tersebut. Dengan demikian, ilmu yang Anda peroleh di sekolah benar-benar bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain.





Post a Comment

0 Comments