Biologi X - Semester 1 - Keanekaragaman Hayati pada Makhluk Hidup - Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Biologi X - Semester 1 - Keanekaragaman Hayati pada Makhluk Hidup - Keanekaragaman Hayati di Indonesia

BIOLOGI SMA/MA

Kelas X Semester I




BAB 2
Keanekaragaman Hayati pada Makhluk Hidup


Pendalam Materi


B.  Keanekaragaman Hayati di Indonesia


    Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang disebut megabiodiversitas karena memiliki tingkat keanekaragaman hayati tinggi. Salah satu ciri tingginya keanekaragaman hayati Indonesia ditandai dengan beranekaragamnya flora dan fauna. Diperkirakan hampir 30% spesies yang ada di bumi terdapat di Indonesia, walaupun penyebarannya tidak merata di seluruh pulau. Benarkah demikian? Untuk membuktikannya, lakukan kegiatan berikut.

    Berdasarkan kegiatan tersebut, Anda telah mengetahui persebaran fauna di Indonesia. Persebaran fauna di Indonesia dibagi menjadi tiga tipe yaitu Oriental, peralihan, dan Australian. Setiap wilayah persebaran memiliki jenis fauna dengan tipe yang berbeda. Perbedaan tersebut menjadikan Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Selain persebaran fauna, Indonesia juga mengalami perbedaan persebaran flora. Untuk mempelajari lebih mendalam tentang persebaran flora dan fauna di Indonesia, bacalah uraian materi berikut.


1.  Persebaran Flora di Indonesia


    Flora di Indonesia tercakup dalam kawasan Malesiana, yang terdiri atas Indonesia, Filipina, Malaysia, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini. Persebaran flora di Indonesia tidak merata. Hutan hujan tropis di Kalimantan mempunyai keanekaragaman tumbuhan paling tinggi. Untuk daerah Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Kepulauan Sunda mempunyai keanekaragaman tumbuhan paling sedikit.

    Pada umumnya hutan-hutan di Indonesia didominasi oleh tumbuhan dari familia Dipterocarpaceae (pohon yang menghasilkan biji bersayap). Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae di antaranya keruing (Dipterocarpus sp.), meranti (Shorea sp.), ramin (Gonystylus bancanus), dan pohon kapur (Dryobalanops aromatica).

    Selain itu, sebagian hutan di Indonesia merupakan bioma hutan hujan tropis yang dicirikan adanya pepohonan berkanopi rapat dan banyak tumbuhan liana (tumbuhan yang tumbuh memanjat). Tumbuhan yang mendominasi hutan ini di antaranya durian (Durio zibethinus), mangga (Mangifera indica), sukun (Artocarpus communis), dan rotan (Calamus sp.).

    Adapun tumbuhan endemik di Indonesia yang terkenal yaitu Rafflesia arnoldii (Rafflesia) di Sumatra Barat dan Coelogyne Sumber: http://goo.gVjeN4cB pandurata (anggrek hitam) di Kalimantan Timur. Perhatikan gambar Gambar 2.4 Rafflesia arnoldii bunga Rafflesia di samping.




2.  Persebaran Fauna di Indonesia

    Berdasarkan pengamatannya pada tahun 1859, Alfred Rusell Wallace, seorang ahli Zoologi berkebangsaan Inggris, menetapkan dua wilayah utama persebaran fauna di Indonesia. Wallace membuat garis pemisah abstrak mulai dari Selat Lombok ke utara hingga Selat Sulawesi dan Filipina Selatan, Garis Wallace memisahkan jenis fauna Indonesia bagian barat (daerah Oriental) dengan bagian timur (daerah Australian). Daerah Oriental meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Madura. Sementara itu, daerah Australian meliputi Sulawesi, Papua, dan pulau-pulau di sekitarnya.

    Setelah Wallace, seorang ahli Zoologi berkebangsaan Jerman bernama Weber juga melakukan penelitian tentang persebaran hewan-hewan di Indonesia. Menurut Weber, hewan-hewan di Sulawesi tidak dapat sepenuhnya dikelompokkan sebagai hewan-hewan kelompok Australian. Hewan di Sulawesi ada yang memiliki sifat seperti hewan di daerah Oriental. Berdasarkan hasil pengamatannya, Weber membuat garis pemisah abstrak yang berada di sebelah timur Sulawesi memanjang ke arah utara hingga Kepulauan Aru. Garis Weber memisahkan fauna Indonesia bagian timur dan tengah. Oleh karena itu, Sulawesi merupakan wilayah peralihan yang memiliki hewan-hewan peralihan antara wilayah Oriental dan Australian.

a.  Fauna Daerah Oriental

Daerah Oriental meliputi Pulau Jawa, Bali, Sumatra, dan Kalimantan. Ciri-ciri fauna yang berada di daerah Oriental sebagai berikut.
    1).    Banyak mamalia berukuran besar.
    2).    Terdapat berbagai jenis kera.
    3).    Terdapat burung-burung berwarna kurang menarik, tetapi bersuara merdu.
    4).    Terdapat berbagai jenis ikan air tawar.
Contoh fauna daerah Oriental yaitu gajah sumatera (Elephas maximus), orang utan kalimantan (Pongo pygmaeus), orang utan sumatra (Pongo abelii), jalak bali (Leucopsar rothschildi), dan alap-alap dahi putih (Microhierax latifrons).




b.  Fauna Daerah Australian

    Daerah Australian meliputi Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Ciri-ciri fauna yang berada di daerah Australian sebagai berikut.
    1).    Terdapat mamalia berukuran kecil.
    2).    Banyak hewan berkantung.
    3).    Tidak terdapat spesies kera.
    4).    Burung berwarna-warni, namun bersuara kurang merdu.
Contoh fauna daerah Australian yaitu kanguru pohon (Dendrolagus pulcherrimus), kuskus (Spilocuscus maculatus), landak papua (Zaglossus bruijnii), dan burung cenderawasih kuning kecil (Paradisaea minor).




c.  Fauna Daerah Peralihan

    Daerah peralihan meliputi daerah Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara. Fauna daerah peralihan terdiri atas hewan-hewan endemik yaitu hewan yang hanya ada di pulau tersebut. Contoh fauna daerah peralihan yaitu musang cokelat sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii), babi rusa (Babyrousa babyrussa), anoa daratan (Bubalus depressicornis), maleo (Macrocephalon maleo), rangkong sulawesi (Aceros cassidix), dan komodo (Varanus komodoensis).




Post a Comment

0 Comments