Biologi X - Semester 1 - Keanekaragaman Hayati pada Makhluk Hidup - Keanekaragaman Hayati di Indonesia - Manfaat dan Nilai Keanekaragaman Hayati

Biologi X - Semester 1 - Keanekaragaman Hayati pada Makhluk Hidup - Keanekaragaman Hayati di Indonesia - Manfaat dan Nilai Keanekaragaman Hayati

BIOLOGI SMA/MA

Kelas X Semester I




BAB 1
Prosedur Keselamatan Kerja di Labolatorium


Pendalam Materi


B.  Keanekaragaman Hayati di Indonesia


3. Manfaat dan Nilai Keanekaragaman Hayati

    Keanekaragaman hayati memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan manusia. Apa saja manfaat keanekaragaman hayati bagi kehidupan manusia? Simak materi berikut ini.

a.  Sebagai Sumber Pangan, Sandang, Papan, dan Kesehatan

    Makanan, papan, sandang, dan obat-obatan sangat tergantung pada ketersediaan sumber daya alam.
Contoh  :
    1).    Padi dan jagung sebagai bahan pangan.
    2).    Pohon jati sebagai bahan bangunan.
    3).    Mengkudu sebagai obat tradisional.
    Keanekaragaman hayati yang dapat meng hasilkan sesuatu (produk) yang bermanfaat untuk hidup dan menjaga kesehatan manusia dikatakan memiliki nilai biologi.

b.  Sebagai Sumber Plasma Nutfah

    Di hutan tersimpan beberapa jenis tumbuhan dan hewan yang mempunyai sifat unggul. Oleh karena itu, hutan dikatakan sebagai sumber plasma nutfah/sumber gen.

c.  Mempertahankan Keberlanjutan Ekosistem

    Keanekaragaman hayati merupakan komponen ekosistem yang sangat penting, misal hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis berfungsi sebagai paru-paru dunia dan menjaga kestabilan iklim global. Keanekaragaman hayati yang bermanfaat menjaga keberlanjutan ekosistem dikatakan memiliki nilai ekologis.

d.  Sebagai Lahan Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan

    Keanekaragaman hayati masih terus diteliti oleh para ahli karena sebagai sumber ilmu atau tujuan lain misalnya pemuliaan hewan dan tumbuhan. Jadi, keanekaragaman hayati memiliki nilai pendidikan.

e.  Sebagai Sumber Pendapatan/Devisa

    Keanekaragaman hayati dapat ber manfaat sebagai sumber pendapatan atau devisa.
Contoh  :
    1).    Kayu, rotan, dan karet sebagai bahan baku industri kerajinan.
    2).    Cendana dan rumput laut sebagai bahan baku industri kosmetik.
    Keanekaragaman hayati yang dapat menghasilkan produk berupa materi atau jasa yang manfaatnya bisa ditukar dengan uang dikatakan memiliki nilai ekonomi.

f.  Sebagai Tempat Rekreasi

    Berbagai jenis tumbuhan dan hewan dapat memperindah lingkungan sehingga dapat dijadikan sebagai tempat rekreasi. Keanekaragaman hayati yang membuat orang terhibur karena keindahannya dikatakan memiliki nilai estetika. Sementara itu, keanekaragaman hayati yang membuat manusia kagum, makin menghargai, dan dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa dikatakan memiliki nilai religius.


4.  Aktivitas Manusia yang Memengaruhi Keanekaragaman Hayati

    Aktivitas manusia yang dapat menurunkan keanekaragaman hayati sebagai berikut.
    a.    Rusakan habitat, misal penebangan hutan, perburuan liar, dan perusakan terumbu karang.
    b.    Penggunaan bahan kimia secara berlebihan, misal penggunaan pupuk dan pestisida.
    c.    Adanya pertanian monokultur (memusnahkan tanaman sejenis yang kurang unggul).
    d.    Pencemaran lingkungan dari limbah pabrik atau rumah tangga.

    Aktivitas manusia yang dapat meningkatkan keanekaragaman hayati sebagai berikut.
    a.    Pemuliaan yaitu usaha membuat varietas unggul dengan cara melakukan perkawinan silang yang menghasilkan variasi baru.
    b.    Reboisasi (penghijauan).
    c.    Pembuatan taman-taman kota.
    d.    Pelestarian plasma nutfah secara in situ dan ex situ.
    e.    Penebangan pohon di hutan dilakukan dengan menerapkan sistem tebang pilih dan tanam kembali.


5.  Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

    Upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia meliputi dua hal berikut.

    a.    Melakukan pelestarian keanekaragaman hayati baik secara in situ maupun ex situ. Pelestarian secara in situ yaitu pelestarian an makhluk hidup dalam habitat aslinya, misalnya Taman Nasional Ujung Kulon. Pelestarian secara ex situ yaitu pelestarian an makhluk hidup di luar habitat aslinya tetapi lingkungan dibuat mirip aslinya, misalnya penangkaran harimau di kebun binatang.

    b.    Memanfaatkan keanekaragaman hayati dengan menerapkan prinsip-prinsip berikut.
    1).    Prinsip daya toleransi artinya keanekaragaman memiliki batas toleransi tertentu sehingga tidak boleh dilanggar.
    2).    In optimum artinya semua kekayaan alam tidak boleh dimanfaatkan sampai optimum sehingga pemanfaatannya harus di bawah optimum.
    3).    Faktor pengontrol artinya kita harus menjaga, mengontrol, atau mengendalikan keseimbangan lingkungan.
    4).    Prinsip ketahanbalikan artinya kita harus selalu menjaga kelestarian plasma nutfah karena jika plasma nutfah hilang atau punah, organisme tersebut juga akan punah.

    Penangkaran adalah upaya perbanyakan melalui pengembangbiakan serta pembesaran tumbuhan dan satwa liar dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya. Bentuk penangkaran tumbuhan dan satwa liar sebagai berikut.

    a.  Pengembangbiakan satwa, merupakan kegiatan penangkaran berupa perbanyakan individu melalui cara reproduksi kawin (seksual) maupun tidak kawin (aseksual) dalam lingkungan buatan atau semi alami serta terkontrol dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.

    b.  Pembesaran satwa, merupakan kegiatan penangkaran yang dilakukan dengan pemeliharaan dan pembesaran anakan atau penetasan telur satwa liar dari alam di dalam lingkungan terkontrol dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.

    c.  Perbanyakan tumbuhan (artificial propagation), merupakan kegiatan penangkaran yang dilakukan material seperti biji, potongan (setek), kultur jaringan, dan spora dengan tetap mempertahankan dengan cara memperbanyak dan menumbuhkan tumbuhan di dalam kondisi yang terkontrol dari kemurnian jenisnya.

Penangkaran memiliki beberapa tujuan sebagai berikut.

    a.  Mendapatkan spesimen tumbuhan dan satwa liar dalam jumlah, mutu, kemurnian jenis, dan keanekaragaman genetik yang terjamin, untuk kepentingan pemanfaatan sehingga mengurangi tekanan langsung terhadap populasi alam.

    b.  Mendapatkan kepastian secara administratif maupun secara tumbuhan atau satwa liar yang dinyatakan berasal dari kegiatan penangkaran adalah benar-benar berasal dari kegiatan penangkaran.

Contoh penangkaran tumbuhan dan hewan di Indonesia sebagai berikut.
    a.  Penangkaran buaya asam kumbang di Medan, Sumatra Utara.
    b.  Penangkaran rusa di Kabupaten Bandung.
    c.  Penangkaran penyu di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
    d.  Penangkaran merak di Dusun Suko, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun.
    e.  Penangkaran bunga bangkai di Kebun Raya Bogor.

    Adapun salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam pelestarian keanekaragaman hayati dengan mendirikan kawasan konservasi yang meliputi taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa, wisata alam, taman hutan raya, dan taman buru.


a.  Taman Nasional

    Taman nasional merupakan kawasan konservasi dengan ciri khas tertentu yang dikembangkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, dan rekreasi alam Contoh taman nasional yang ada di Indonesia sebagai berikut.

    1).  Taman Nasional Gunung Leuser terletak di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh
    Tumbuhan yang dilestarikan misalnya meranti, keruing, durian hutan, menteng, dan Rafflesia arnoldii. Hewan yang dilestarikan misalnya gajah sumatera (Elephas maximus), beruang madu (Helanctos malayanus), harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae), badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis), orang utan sumatra (Pongo abelii), kambing sumatra (Capricornis sumatrensis), itik liar (Cairina scutulata), dan tapir (Tapirus indicus).

    2).  Taman Nasional Kerinci Seblat terletak di Provinsi Jambi, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Bengkulu
    Tumbuhan yang dilestarikan misalnya bunga bangkai (Amorphophalus titanium), dan Rafflesia arnoldii, palem, anggrek, dan kismis. Hewan yang dilestarikan misalnya tapir (Tupirus indici), kelinci hutan (Nesolagus netscheri), landak (Hystrix brachyura), berang-berang (Castor canadensis), badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae), siamang (Wobates sp.), dan kera ekor panjang (Macaca fascicularis).

    3).  Taman Nasional Bukit Barisan Selatan terletak di Provinsi Bengkulu dan Lampung
    Alas Purwo Tumbuhan yang dilestarikan yaitu meranti (Shorea sp.), keruing (Dipterocarpus sp.), damar Agathis alba), kemiri (Aleurites moluccana), mengkudu (Morinda citrifolia) dan Rafflesia arnold. Hewan yang dilestarikan antara lain gajah sumatera (Elephas maximus), tapir (Tapirus indicus), badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis), landak (Hystrix brachyura), trenggiling Manis javanica), ular sanca hijau (Morelia viridis), bangau putih (Bubulcusibis), dan rangkong (Buceros sp.).

    4).  Taman Nasional Ujung Kulon terletak di kawasan ujung burat Pulau Jawa (Provinsi Banten)
    Taman nasional ini merupakan habitat terakhir dari hewan-hewan yang terancam punah, seperti badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus), banteng (Bos sondaicus), harimau loreng (Panthera tigris), dan surili (Presbytis aygula).

    5).  Taman Nasional Gunung Gede Pangrango terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
    Tumbuhan yang dilestarikan misalnya jamuju (Dacrycarpus imbricatus), puspa (Schima wallichii), bunga edelweis (Anaphalis javanica), violet (Viola pilosa), dan cantigi (Vaccinium variniaefolium). Sementara itu, hewan yang dilestarikan adalah owa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata comata), lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus). elang jawa (Spizaetus bartelsi), dan burung hantu (Otus angelinae).

    6).  Taman Nasional Gunung Rinjani terletak di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat
    Tumbuhan yang terdapat di taman ini adalah jelutung (Laportea stimulans), bayur (Pterospermum javanicum), beringin (Ficus benjamina), keruing (Dipterocarpus sp.), dan jambu-jambuan (Syzygium sp.) Sementara itu, hewan yang dilindungi adalah musang rinjani (Paradoxurus hermaphroditus rinjanicus), trenggiling (Manis javanica), burung cikukua tanduk (Philemon buceroides neglectus), kepudang kuduk hitam (Oriolus chinensis broderipi), dan beberapa jenis reptilia.

    7).  Taman Nasional Meru Betiri terletak di Provinsi Jawa Timur (wilayah Jember Selatan)
Taman nasional ini melindungi hewan-hewan langka seperti banteng (Bos javanicus javanicus), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), merak (Pavo muticus), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), dan penyu hijau (Chelonia mydas). Flora langka yang dilindungi yaitu bunga raflesia (Rafflesia zollingeriana), dan beberapa jenis tumbuhan lainnya seperti bakau (Rhizophora sp.), nyamplung (Calophyllum inophyllum), rengas (Gluta renghas), pulai (Alstonia scholaris), dan bendo (Artocarpus elasticus).

    8).  Taman Nasional Teluk Cenderawasih terletak di Manokwari, Papua Barat
    Taman nasional ini merupakan perwakilan ekosistem terumbu karang. pantai, mangrove dan hutan hujan tropika. Hewan yang dilindungi antara lain keong kerucut (Conus sp.), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), duyung (Dugong dugon), dan ketam kelapa (Birgus latro).

    9).  Taman Nasional Kelimutu terletak di Ende Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur
    Tumbuhan yang dilindungi adalah kayu mata (Albizia montana), kebu (Homalanthus giganteus), kelo (Ficus villo), tokotaka (Putranjiva roxburghii), dan uwi rora (Ardisia humilis). Hewan yang dilindungi adalah punai flores (Treron floris), sepah kerdil (Pericrocotus lansbergei), elang flores (Spizaetus floris), dan burung madu matari (Nectarinia solaris).

    10).  Taman Nasional Tanjung Puting terletak di Provinsi Kalimantan (Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kalimantan Tengah)
    Taman nasional ini merupakan pusat rehabilitasi orang utan. Tumbuhan yang dilindungi yaitu tanaman yang mengandung getah dan merusak saraf, misal rengas (Gluta renghas) dan durian (Durio sp.). Hewan yang dilindungi adalah orang utan, lutung, kancil, dan musang.


b.  Cagar Alam

    Cagar alam merupakan kawasan suaka alam yang melindungi dan menjamin perkembangan secara alami terhadap jenis tumbuhan yang khas di tempat tersebut. Beberapa cagar alam di Indonesia sebagai berikut.
    1).  Cagar Alam Bukit Kelam Sintang yang terletak di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Jenis flora langka yang masih bisa ditemukan adalah meranti, tengkawang, kebas-kebas, dan berbagai jenis anggrek.
    2).  Cagar Alam Arjuno Lalijiwo yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Di cagar alam ini terdapat pemandangan hutan alpina dan berbagai jenis pohon cemara.
    3).  Cagar Alam Kepulauan Krakatau yang terletak di Selat Sunda. Di cagar alam ini terdapat berbagai jenis tumbuhan paku.


c.  Suaka Margasatwa

    Suaka margasatwa merupakan kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa. Contoh suaka margasatwa di Indonesia sebagai berikut.
    1).  Suaka Margasatwa Balai Raja di Bengkalis, Provinsi Riau. Hewan yang dilestarikan misalnya gajah sumatra, harimau sumatera, beruang madu, tapir, siamang, dan kera ekor panjang.
    2).  Suaka Margasatwa Cikepuh di Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Hewan yang dilestarikan misalnya penyu hijau, banteng, rusa, owa, babi hutan, burung rangkong, dan burung elang.
    3).  Suaka Margasatwa Pulau Semana di Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Hewan yang dilestarikan yaitu bangau, burung elang, kelelawar, dan dara laut.


d.  Taman Wisata Alam

    Taman wisata alam merupakan kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi alam. Contoh Taman Wisata Alam Pangandaran di Provinsi Jawa Barat dan Taman Wisata Alam Lembah Hijau di Bandar Lampung.


e.  Taman Hutan Raya (Tahura)

    Taman hutan raya merupakan kawasan pelestarian alam yang bertujuan mengoleksi tumbuhan dan satwa alami atau bukan alami, jenis asli atau bukan asli yang bermanfaat untuk kepentingan penelitian, pendidikan, pariwisata, dan rekreasi. Contoh Tahura Bukit Barisan di Provinsi Sumatra Utara, Tahura Cut Nyak Dien di Provinsi Aceh, Tahura Ir. Djuanda di Provinsi Jawa Barat, Tahura Ngargoyoso di Jawa Tengah, dan Tahura Ngurah Rai di Provinsi Bali.


f.  Taman Buru

    Taman buru merupakan kawasan hutan yang ditetapkan sebagai tempat wisata berburu. Contoh Taman Buru Gunung Masigit dan Kareumbi di Sumedang, Jawa Barat.



Post a Comment

0 Comments