Biologi X - Semester 1 - Protista - Ciri-ciri umum protista

Biologi X - Semester 1 - Protista - Ciri-ciri umum protista

BIOLOGI SMA/MA

Kelas X Semester I




BAB 5
Protista


Pendalam Materi


    Berdasarkan apersepsi di depan, Anda telah mengetahui bahwa Protista sudah dikenal sejak tahun 1860-an. Pada saat itu Protista dianggap sebagai bentuk uniseluler primitif dari hewan dan tumbuhan. Menurut Anda, benarkan pendapat tersebut? Apa ciri-ciri Protista? Apa peranan Protista bagi kehidupan? Nah, pada bab ini Anda akan mengenal lebih dalam mengenai Protista termasuk peranannya bagi kehidupan.


A. Ciri-Ciri Umum Protista

    Protista dikelompokkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan ciri-cirinya. Namun, tentu saja Protista memiliki ciri-ciri umum yang terdapat pada semua anggota Protista. Apa saja ciri-ciri umum Protista? Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai ciri-ciri Protista, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut.

    Nah, sekarang Anda tentu sudah mengenal beberapa ciri Protista. Apa sajakah itu? Protista merupaka organisme yang bersifat eukariotik. Protista menjadi organisme eukariotik pertama hasil evolusi organisme prokariotik. Jadi, dapat dikatakan bahwa Protista merupakan organisme eukariotik yang paling sederhana. "Protista ada yang bersifat uniseluler dan ada yang bersifat multiseluler. Setiap organisme Protista uniseluler tidak dapat disamakan dengan sebuah sel tunggal dari manusia atau organisme multiseluler lainnya. Namun, Protista uniseluler adalah suatu organisme yang sempurna sama seperti tumbuhan atau hewan yang utuh.

    Sebagian besar Protista memiliki metabolisme yang bersifat aerobik karena memerlukan oksigen untuk melangsungkan respirasi selulernya. Organel sel yang berperan sebagai tempat berlangsungnya respirasi sel yaitu mitokondria. Namun, ada beberapa Protista yang tidak memiliki mitokondria dan dapat hidup di lingkungan anaerob yang dapat melangsungkan proses respirasi seluler. Berdasarkan cara memperoleh nutrisi, Protista dibedakan menjadi Protista yang bersifat fotoautotrof dan Protista yang bersifat heterotrof. Protista yang bersifat fotoautotrof memiliki kloroplas sehingga dapat menghasilkan bahan organik dengan cara melangsungkan proses fotosintesis. Protista yang bersifat heterotrof memperoleh nutrisi dengan cara menyerap molekul organik dari lingkungan seń∑itarnya.

    Sebagian besar Protista bersifat motil karena memiliki alat gerak berupa flagela atau silia. Silia dan flagela dapat menggerakkan sel dengan kekuatan denyutan berirama seperti halnya dengan dayung pada sampan. Reproduksi Protista sangat bervariasi. Beberapa Protista bereproduksi secara aseksual yang berlangsung dengan cara pembelahan biner, fragmentasi, dan pembentukan spora. Ada juga Protista yang bereproduksi secara seksual dengan cara konjugasi yaitu dengan cara menukarkan gen-gen di antara dua individu yang kemudian akan dilanjutkan dengan reproduksi secara aseksual.

    Protista dapat ditemukan hampir di setiap tempat yang berair. Protista pada umumnya menempati tanah basah, sampah, dedaunan, dan habitat darat lainnya yang cukup lembap. Di lautan, kolam, dan danau Protista banyak terdapat di dasar perairan yang menempel pada batu atau merayap di pasir dan endapan lumpur. Sebagian besar Protista yang hidup di perairan dan memiliki klorofil berperan sebagai fitoplankton. Fitoplankton berperan dalam penyediaan energi di ekosistem perairan. Oleh karena itu, fitoplankton merupakan dasar bagi sebagian besar jaring-jaring makanan di laut dan air tawar. Selain Protista yang hidup bebas, ada juga Protista yang hidup secara simbiosis dengan organisme lainnya. Hubungan simbiotik ini ada yang bersifat mutualisme, komensalisme, dan parasitisme. Protista yang hidup secara parasit bersifat patogen pada tubuh manusia dan hewan karena dapat mengakibatkan penyakit.

    Anda telah mempelajari tentang ciri-ciri umum Protista. Berdasarkan ciri-cirinya tersebut, Protista dapat dikelompokkan menjadi Protista yang menyerupai jamur, Protista yang menyerupai tumbuhan, dan Protista yang menyerupai hewan. Anda akan mempelajari pengklasifikasian Protista pada subbab berikutnya.




Post a Comment

0 Comments