Biologi X - Semester 1 - Keanekaragaman Hayati pada Makhluk Hidup - Pengertian dan Jenis-Jenis Keanekaragaman Hayati

Biologi X - Semester 1 - Keanekaragaman Hayati pada Makhluk Hidup - Pengertian dan Jenis-Jenis Keanekaragaman Hayati

BIOLOGI SMA/MA

Kelas X Semester I




BAB 2
Keanekaragaman Hayati pada Makhluk Hidup


Pendalam Materi

    Berdasarkan apersepsi di depan, Anda telah mengetahui salah satu jenis keanekaragaman hayati tingkat jenis. Selain keanekaragaman tingkat jenis, keanekaragaman hayati meliputi keanekaragaman tingkat gen dan ekosistem. Tanah, pada bab ini akan dipelajari pengertian dan jenis-jenis keanekaragaman hayati, keanekaragaman hayati di Indonesia, serta klasifikasi keanekaragaman hayati.


A.  Pengertian dan Jenis-Jenis Keanekaragaman Hayati


    Indonesia terletak di daerah tropis sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Tingginya keanekaragaman hayati ini membuat Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas. Di Indonesia terdapat berbagai jenis flora dan fauna yang merupakan bagian dari keanekaragaman hayati. Coba perhatikan tumbuhan dan hewan di sekitar Anda. Setiap jenis tumbuhan dan hewan tersebut memiliki ciri-ciri tertentu. Apakah setiap jenis tumbuhan dan hewan yang secara morfologi berbeda pasti dikelompokkan ke dalam kelompok yang berbeda juga? Sebelum mempelajari lebih lanjut, coba lakukan kegiatan berikut.

    Berdasarkan kegiatan tersebut, Anda telah mengetahui bahwa tidak ada makhluk hidup yang sama persis di dunia ini sekalipun dalam satu jenis. Perbedaan pada setiap makhluk hidup inilah yang menjadi dasar dari konsep keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati menunjukkan keseluruhan variasi gen, jenis, dan ekosistem di suatu daerah. Keanekaragaman hayati pada manusia merupakan keanekaragaman hayati tingkat gen. Keanekaragaman hayati tingkat gen merupakan keanekaragaman individu dalam satu spesies. Keanekaragaman tersebut terbentuk karena variasi gen. Penyebab keanekaragaman hayati ada dua faktor yaitu faktor genetik dan faktor luar. Faktor genetik bersifat relatif konstan atau stabil pengaruhnya terhadap morfologi (fenotipe) organisme. Adapun faktor luar relatif labil pengaruhnya terhadap morfologi (fenotipe) organisme. Secara garis besar, keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkat yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.


1.  Keanekaragaman Gen

    Gen merupakan unit terkecil yang terdapat dalam Kram yang berfungsa untuk mengatur dan mengendali- Langit keturunan suatu makhluk hidup. Susun perangkat en menentukan ciri dan sifat pada individu yang bersangkutan. Perbedaan gen (variasi gen) pada setiap makatik hidup menyebabkan sifat yang tidak tampak (genotipe) dan sifat yang tampak (fenotipe) pada setiap makhluk hidup berbeda Perbedaan susunan perangkat dasar gen setiap individu dalam satu spesies akan mengakibatkan terjadinya keanekaragaman gen. Jadi, keanekaragam gen merupakan keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Keanekaragaman gen menyebabkan variasi antarindividu sejenis Sebagai contoh keaneka rojennaan jeon pada ayam yang dapat terlihat pada perbedaan sifat antara lain wabah dan bentuk pialnya. Keanekaragaman gen pada tanaman sanseviera dapat terlihat pada perbedaan antara lain daun (lebar dan panjang) dan corak daun.



    Keanekaragaman gen dapat terjadi secara nimi akibat perkawinan antar makhluk hidup wjenis Susunan gen suatu individu berasal dari kedua induknya. Kombi nan perang dari kedia induk tersebat akan mengakibatkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas yang terjadi secara alami. Keanekaragaman gen juga dapat terjadi perkawinan kalung (hibridisasi). Keanekaragaman gen secara alami dan buatan dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Sebagai contoh, tumbuhan Hydrangea dapat memiliki bunga yang warnanya berbeda-beda. Warna bunga Hydrangea ditentukan oleh kadar keasaman tanah. Jika tumbuh di tanah yang kadar keasamannya rendah bunga Hydrangea akan berwarna biru terang. Jika tumbuh di tanah yang kadar keasamannya tinggi, bunga Hydrangea akan berwarna merah muda.


2. Keanekaragaman Jenis

    Keanekaragaman tingkat jenis menunjukkan keanekaragaman atau variasi yang terdapat pada berbagai jenis atau spesies makhluk hidup dalam genus yang sama atau familia yang sama. Keanekaragaman ini lebih mudah diamati daripada keanekaragaman gen, karena perbedaan antarspesies makhluk hidup dalam satu marga lebih mencolok daripada perbedaan antarindividu dalam satu spesies. Contoh keanekaragaman jenis yaitu antara tumbuhan sukun, cempedak, dan nangka. Ketiganya termasuk dalam genus yang sama yaitu Artocarpus. Namun, ketiganya mempunyai ciri-ciri fisik yang berbeda. Selain tu, harimau, kucing, dan singa juga termasuk keanekaragaman jenis karena ketiganya termasuk dalam familia yang sama yaitu Felidae.




3. Keanekaragaman Ekosistem

    Ekosistem merupakan suatu kesatuan yang dibentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup (biotik) dengan lingkungannya (abiotik). Hubungan timbal balik ini yang akan menimbulkan keserasian hidup dalam ekosistem. Setiap ekosistem memiliki ciri-ciri lingkungan fisik, lingkungan kimia, tipe vegetasi/tumbuhan, dan tipe hewan yang spesifik. Perbedaan komponen-komponen penyusun ekosistem tersebut mengakibatkan perubahan dari interaksi yang ada sehingga menciptakan ekosistem yang berbeda-beda pula.

    Pada dasarnya, keadaan komponen abiotik di suatu ekosistem akan memengaruhi jenis-jenis komponen biotik yang hidup di dalamnya. Sevegal contoh, perbedaan letak geografis yang akan menyebabkan perbedaan iklim. Iklim yang berbeda dapat mengakibatkan perbedaan temperatur, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lama penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh pada jenis flora dan fauna yang hidup di suatu daerah. Peristiwa inilah yang mengakibatkan terjadinya keanekaragaman ekosistem.



    Contoh keanekaragaman ekosistem yaitu ekosistem kebun dan ekosistem sawah. Komponen biotik yang menyusun ekosistem kebun dan sawah berbeda. Komponen biotik yang menyusun ekosistem kebun dan sawah dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat keanekaragaman hayatinya. Sebagai contoh, di ekosistem kebun terdapat tanaman jeruk nipis (Citrus aurantifolia), jeruk bali (Citrus maxima), dan jeruk purut (Citrus hystrix) yang ketiganya menunjukkan keanekaragaman jenis. Hal ini dapat diketahui karena ketiga tanaman tersebut memiliki nama genus yang sama yaitu Citrus. Contoh yang lain jika di ekosistem kebun terdapat pohon mangga manalagi dan mangga gadung. Kedua jenis mangga tersebut memiliki nama ilmiah Mangifera indica, namun ciri-ciri fisik buahnya berbeda. Peristiwa ini menunjukkan keanekaragaman tingkat gen. ementara itu, di ekosistem sawah terdapat berbagai macam tanaman padi antara lain rojolele, IR, dan sedani. Ketiga jenis tanaman padi tersebut menunjukkan keanekaragaman tingkat gen.




Post a Comment

0 Comments