Sejarah Indonesia X - Semester 1 - Manusia dan Sejarah - Manusia dan Kesadaran Sejarah

Sejarah Indonesia X - Semester 1 - Manusia dan Sejarah - Manusia dan Kesadaran Sejarah

SEJARAH INDONESIA SMA/MA

Kelas X Semester I




BAB 1
Manusia dan Sejarah


Pendalam Materi


    Kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari kesadaran terhadap waktu. Kehidupan manusia bergerak maju mengikuti tiga dimensi waktu, yaitu masa lalu, masa kini, dan masa depan. Keterkaitan tiga dimensi waktu tersebut menyebabkan manusia senantiasa mengingat peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Penyelenggaraan Asian Games 2018 diharapkan dapat mengikuti semangat 56 tahun silam ketika Indonesia menjadi tuan rumah. Apabila pada masa lalu Indonesia berhasil menarik perhatian dunia, pada masa kini Indonesia harus mampu menunjukkan prestasinya kepada dunia.

    Adakah peristiwa bersejarah lainnya yang pernah terjadi pada masa lalu dan kembali terulang pada masa kini? Coba Anda telusuri peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia yang mengalami pengulangan pada masa masa selanjutnya. Apa pengaruh peristiwa bersejarah tersebut bagi perjalanan bangsa Indonesia? Pengaruh pada masa kini itulah yang disebut keberlanjutan. Selain keberlanjutan dan perubahan, pada bab ini Anda dapat mempelajari hakikat sejarah serta cara berpikir sejarah.


A. Manusia dan Kesadaran Sejarah

    Pernahkah Anda mengalami peristiwa besar pada masa lalu yang masih Anda kenang hingga sekarang? Coba renungkan, penyebab peristiwa tersebut hingga sekarang masih terngiang dalam ingatan Anda. Proses mengingat seperti itu menandakan bahwa manusia memiliki keterikatan dengan masa lalu. Keterikatan terhadap masa lalu sangat berguna untuk menatap kehidupan pada masa mendatang. Bagaimana hubungan peristiwa masa lalu dengan keberadaan manusia pada masa sekarang? Untuk menemukan jawabannya, simaklah uraian berikut.

1. Hakikat Sejarah

    Apakah Anda pernah mencari tahu asal-usul nenek moyang Anda? Dengan melacak asal-usul, Anda telah berusaha menemukan sejarah keluarga Anda. Sejarah keluarga berisi banyak kisah tentang yang dimaksud dengan sejarah? Mengapa mempelajari sejarah itu penting? silsilah dan kebiasaan-kebiasaan di dalam keluarga yang sudah dilakukan sejak dahulu. Lantas, apa

    Secara etimologi istilah "sejarah” berasal dari bahasa Arab "syajaratun" yang berarti pohon. Kata "pohon" sering dikaitkan dengan "pohon keluarga" atau silsilah. Pada zaman dahulu sejarah membahas mengenai asal-usul keluarga raja-raja. Pohon menunjukkan perkembangan dari batang pohon yang sederhana hingga akar yang berkembang kompleks. Untuk memperoleh gambaran, Anda bisa mengamati silsilah raja-raja Mataram Islam berikut.

SILSILAH RAJA MATARAM ISLAM

    Dalam bahasa Inggris, sejarah memiliki pengertian yang sama dengan history (dalam bahasa Yunani: historia, artinya belajar dengan cara bertanya). Sementara itu, dalam bahasa Belanda sejarah disebut geschiedenis yang diartikan sebagai kegiatan penyelidikan, pengumpulan, pengorganisasian, dan penyajian kisah mengenai peristiwa-peristiwa masa lalu.

    Menurut Sartono Kartodirdjo, sejarah mempunyai dua pengertian, yaitu sejarah sebagai peristiwa dan sejarah sebagai kisah. Apa perbedaan antara sejarah sebagai peristiwa dan sejarah sebagai kisah? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simaklah uraian berikut.

a. Sejarah sebagai Peristiwa (History as Actuality)

     Perhatikan gambar 1.2! Gambar di samping menunjukkan demonstrasi pengendara ojek online di depan gedung DPR/MPR pada 23 April 2018. Demonstrasi tersebut dapat dikatakan sebagai peristiwa yang benar-benar terjadi. Sejarah sebagai peristiwa merujuk pada "peristiwa" yang benar-benar terjadi pada masa lalu meskipun masih dalam hitungan tahun, bulan, hari, bahkan beberapa jam.

    Peristiwa apa saja yang dapat disebut peristiwa sejarah? Sejarawan Sartono Kartodirdjo menyatakan peristiwa yang bisa disebut sebagai sejarah adalah peristiwa yang mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan manusia. Sartono Kartodirdjo menggambarkan masa lalu seperti lautan yang luas. Sementara itu, sejarah adalah buih-buih ombak yang mengapung disapu derasnya arus lautan. Apakah Anda pernah mengalami peristiwa yang bisa disebut sebagai sejarah dalam kehidupan Anda? Coba ceritakan peristiwa tersebut kepada teman-teman di kelas dan mintalah tanggapan mereka.

b. Sejarah sebagai Kisah yang Dituliskan (History as Written)

    Dalam bentuk apa peristiwa masa lalu dikisahkan? Apakah dikisahkan melalui media tulisan, film, atau media lainnya? Sebenarnya ada banyak media untuk mengisahkan kembali peristiwa masa lalu. Pada era digital peristiwa masa lalu dapat dihadirkan kembali melalui media film dan video. Akan tetapi, pada umumnya peristiwa sejarah dikisahkan kembali dalam bentuk tulisan.

    Sejarah sebagai kisah yang dituliskan adalah hasil rekonstruksi atau menghadirkan kembali peristiwa masa lalu melalui tulisan. Artinya, ketika peristiwanya sudah berlalu seorang sejarawan berupaya mengisahkan kembali. Dengan berbekal sumber-sumber sejarah, sejarawan menggali informasi mengenai peristiwa yang ingin direkonstruksi. Hasil rekonstruksi itulah yang dinamakan dengan sejarah sebagai kisah. Sejarah sebagai kisah bukan berarti peristiwa sejarah apa adanya, melainkan hasil pengisahan yang dibuat oleh sejarawan.

2. Kedudukan Manusia dalam Sejarah

    Menurut sejarawan Kuntowijoyo, sejarah adalah rekonstruksi peristiwa masa lalu yang dihadirkan kembali melalui kisah sejarah. Sejarah hasil rekonstruksi masa lalu tersebut berisi tentang semua aktivitas manusia yang dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan, dan dialami oleh manusia. Sejarah adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk-beluk aktivitas manusia. Dalam sejarah, manusia berkedudukan sebagai aktor utamanya.

a. Manusia sebagai Objek Sejarah

    Apa yang dimaksud dengan manusia sebagai objek sejarah? Untuk mengetahui manusia sebagai objek sejarah, Anda dapat membaca kisah sejarah berikut.

    Apa yang bisa Anda tangkap dari kisah di atas? Cobalah Anda buat pertanyaan mengenai apa (what), siapa (who), kapan (when), di mana (where), bagaimana (how), dan mengapa (why) dari kisah di atas. Apabila Anda cermati, dari kisah sejarah di atas dapat disimpulkan bahwa sejarah adalah kisah tentang manusia dalam kaitannya dengan ruang dan waktu. Manusia merupakan aktor sentral dalam kajian sejarah. Oleh karena itu, sejarah merupakan ilmu tentang manusia.

b. Manusia sebagai Subjek Sejarah

    Anda telah mengetahui kedudukan manusia sebagai objek sejarah. Manusia sebagai objek sejarah berarti manusia berkedudukan sebagai tokoh sentral dari cerita. Selain menjadi objek, manusia memiliki kedudukan sebagai subjek sejarah. Apa yang dimaksud dengan manusia sebagai subjek sejarah? Untuk memahaminya, simaklah wacana berikut.

    Setelah Anda membaca kisah tersebut, informasi apa yang Anda dapatkan? Bagaimana Anda dapat mengetahui kondisi rakyat Indonesia setelah kedatangan Jepang? Bagaimana Anda mendapatkan informasi mengenai kondisi petani di bawah pendudukan Jepang?
Jawaban dari pertanyaan di atas sederhana, yaitu Anda dapat mengetahui informasi mengenai kondisi pendudukan Jepang karena peran para ahli sejarah yang secara tekun dan cermat melakukan kegiatan penelitian dan penulisan sejarah. Kisah sejarah tidak mungkin hadir tanpa adanya sejarawan yang meneliti peristiwa tersebut. Oleh karena itu, manusia telah berperan sebagai subjek sejarah. Sebagai subjek sejarah manusia telah berkontribusi dalam penelitian dan penulisan sejarah.

    Jadi, manusia dan sejarah memiliki hubungan sangat erat. Keduanya adalah dwitunggal yang tidak dapat dipisahkan. Manusia adalah objek sejarah karena semua kisah sejarah berkaitan dengan manusia. Manusia juga berkedudukan sebagai subjek sejarah karena kisah sejarah tersebut ditulis oleh manusia.

3. Konsep Ruang dan Waktu dalam Sejarah

    Dimensi ruang dan waktu menjadi perhatian dalam kajian sejarah karena kedua dimensi tersebut dapat menunjukkan peristiwa sejarah sebagai peristiwa yang khas dan unik. Kajian sejarah akan selalu terbatas pada tempat dan waktu tertentu. Oleh karena itu, peristiwa sejarah akan menunjukkan perbedaan di satu tempat dengan tempat yang lain. Konsep ruang dan waktu yang menjadi aspek penting dalam sejarah dapat dijelaskan sebagai berikut.

a. Konsep Ruang

    Pada 17 Agustus 1945 Soekarno dengan didampingi Mohammad Hatta membacakan teks proklamasi di depan kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Pembacaan teks proklamasi tersebut dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih yang dijahit oleh Fatmawati. Dari penggalan peristiwa tersebut, Anda dapat mengetahui tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya. Kapan dan bagaimana peristiwa tersebut berlangsung?

    Dalam kajian sejarah unsur yang tidak dapat dilepaskan adalah ruang atau tempat. Peristiwa hanya akan berlangsung di tempat tertentu. Artinya, hanya akan ada satu peristiwa yang terjadi di satu tempat. Peristiwa tersebut secara otomatis tidak terjadi di tempat lain. Sebagai contoh, peristiwa teror bom yang ditujukan kepada Presiden Soekarno pada 30 November 1957. Percobaan pembunuhan tersebut terjadi di Cikini, Jakarta Pusat. Peristiwa teror tersebut hanya satu kali sehingga peristiwanya disebut peristiwa Cikini.

    Ruang memberikan kekhasan pada peristiwa sejarah. Oleh karena itu, kajian sejarah umumnya bersifat terbatas. Sebagai contoh, sejumlah penelitian yang dilakukan sejarawan seperti Sejarah Sosial Yogyakarta 1880-1930, dan Sejarah Kota Surabaya, Sejarah Jakarta. Berikut ini merupakan contoh-contoh jenis kajian sejarah yang didasarkan pada batasan ruang (tempat). Kajian sejarah ini membatasi kajiannya pada ruang tertentu.

1) Sejarah Kota

    Sejarah kota merupakan kajian sejarah yang membatasi kota sebagai ruang lingkup. Batasan kota dapat ditetapkan berdasarkan wilayah administrasi. Melalui batasan ini, sejarah kota menulis tentang perkembangan kota-kota di Indonesia. Tema yang biasanya ditulis dalam sejarah kota adalah pergeseran dari desa ke kota yang diikuti dengan perubahan sosial di dalamnya. Tema lain bisa pula menceritakan tentang kelas sosial di kota dan budaya perkotaan. Adakah tema lain yang dapat diuraikan dalam penulisan sejarah yang terbatas pada ruang perkotaan? Anda dapat menguraikan lebih jauh dengan cara meng amati kehidupan fenomena-fenomena per kotaan.

2) Sejarah Pedesaan

    Kuntowijoyo dalam buku Metodologi Sejarah mengatakan bahwa sejarah pedesaan (rural history) adalah sejarah yang khusus meneliti tentang desa atau perdesaan, masyarakat petani, dan ekonomi pertanian. Desa dikategorikan dalam kesatuan teritorial dan administratif terkecil. Sejarah pedesaan mencakup semua masalah sosial, politik, dan kultural di pedesaan. Salah satu contoh sejarah pedesaan yang mengkaji tentang petani adalah karya Sartono Kartodirdjo berjudul pemberontakan Petani Banten 1888.

3) Sejarah Lokal

    Sejarah lokal (local history) dapat diartikan sebagai sejarah yang membahas peristiwa-peristiwa di suatu daerah yang kecil, dari desa sampai tingkat provinsi. Sejarah lokal juga sering disebut dengan sejarah mikro (micro history). Meskipun batas ruangnya sempit, sejarah lokal dapat meninjau kompleksitas peristiwa sejarah yang khas. Contoh sejarah lokal dapat ditemui pada karya-karya sejarah yang membahas mengenai sejarah kampung, sejarah desa, dan biografi tokoh lokal. Agar lebih mengenali sejarah lokal, cobalah cari dan baca buku Peristiwa Tiga Daerah, Revolusi dalam Revolusi karya Anton E. Lucas. Buatlah resume dari hasil pembacaan Anda. Setelah itu, diskusikan dengan teman sekelas Anda.

b. Konsep Waktu

    Unsur waktu dalam kajian sejarah bukan hanya sebagai penjelas informasi, melainkan juga penanda peristiwa sejarah bersifat unik (einmalig). Peristiwa sejarah dikatakan unik karena peristiwa tersebut hanya terjadi satu kali di tempat tertentu. Dengan demikian, peristiwa tersebut tidak akan pernah terulang kembali. Sebagai contoh, peristiwa proklamasi kemerdekaan hanya terjadi sekali dan tidak ada peristiwa yang menyamainya. Oleh karena itu, unsur waktu menjadi bagian penting dalam sejarah.

    Dalam kajian sejarah, waktu menjadi bagian yang sangat penting. Waktu menerangkan kapan terjadinya peristiwa. Tanpa keterangan waktu, sebuah kisah sejarah dipertanyakan. Unsur waktu juga menjadi pembeda antara sejarah dan mitos. Apabila cerita-cerita mitos tidak disertai keterangan yang jelas mengenai waktu terjadinya peristiwa, sejarah senantiasa mencantumkan secara persis keterangan waktu. Adanya keterangan waktu menunjukkan peristiwa sejarah memang benar benar terjadi.

    Selain memberikan keterangan mengenai terjadinya peristiwa, waktu menandai kondisi suatu zaman. Suatu zaman memiliki karakter atau kondisi berbeda dengan zaman lainnya. Misalnya, masyarakat pada zaman kerajaan Hindu-Buddha memiliki corak kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat pada zaman kerajaan Islam. Coba Anda bandingkan kondisi masyarakat Indonesia pada masa penjajahan Belanda dengan masa pendudukan Jepang. Bagaimana perbedaan kondisi pada dua zaman tersebut? Diskusikan dengan teman sekelas Anda.

    Manusia menjalani kehidupan dalam ruang dan waktu yang bergerak. Ruang menjadi tempat manusia beraktivitas, sedangkan waktu menjadi penanda setiap proses aktivitas tersebut. Sejarah senantiasa mencatat aktivitas manusia tersebut dalam waktu. Kisahnya bukan sekadar tulisan, tetapi dapat ditarik sebagai pelajaran pada masa kini dan mendatang. Oleh karena itu, manfaatkan waktu yang Anda miliki dengan sebaik-baiknya. Perjalanan waktu tersebut dapat memberikan pelajaran berharga bagi kehidupan Anda.




Post a Comment

0 Comments