Sejarah Indonesia X - Semester 1 - Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara - Masa Praaksara

Sejarah Indonesia X - Semester 1 - Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara - Masa Praaksara

SEJARAH INDONESIA SMA/MA

Kelas X Semester I




BAB 2
Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara


Pendalam Materi


    Masa praaksara sering digambarkan sebagai kehidupan primitif. Pada masa praaksara manusia dianggap berkebudayaan rendah. Meskipun demikian, beberapa peninggalan masa praaksara masih dapat ditemukan dalam masyarakat hingga saat ini, salah satunya metode memasak seperti gambar pada rubrik apersepsi. Fakta tersebut menunjukkan dalam kebudayaan masa praaksara, masyarakatnya menghasilkan budaya yang masih berkembang hingga saat ini.

    Budaya masyarakat pada masa praaksara merupakan kajian menarik. Salah satu aspek yang menarik untuk dikaji adalah perkembangan kehidupan manusia pada masa praaksara. Pada masa praaksara manusia membangun kebudayaan yang selalu berkembang dari tingkat sederhana menuju tingkat yang lebih kompleks. Kapan sebenarnya masa praaksara dimulai? Bagaimana perkembangan kehidupan masyarakat pada masa praaksara? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut akan Anda pelajari pada bab ini.

A. Masa Praaksara

    Amatilah gambar di samping! Gambar di samping merupakan salah satu bukti peradaban Mesir Kuno. Keberadaan bukti tersebut memunculkan anggapan bahwa kebudayaan manusia diawali dari adanya tulisan. Setujukah Anda dengan anggapan tersebut? Jika Anda setuju, bagaimana kondisi masyarakat yang belum mengenal tulisan? Apakah mereka belum mempunyai kebudayaan?Diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan teman Anda.

    Peradaban dan kebudayaan manusia tidak selalu identik dengan keberadaan tulisan. Jika Anda pernah mengunjungi situs purbakala dan museum purbakala, Anda akan melihat bahwa sebelum mengenal tulisan pun manusia sudah mengenal kebudayaan berupa teknologi sederhana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dapat disimpulkan, masyarakat pada masa praaksara juga telah memiliki kebudayaan meskipun dalam tingkat sederhana. Lantas, apa yang dimaksud dengan masa praaksara? Bagaimana kehidupan manusia pada masa praaksara? Mari temukan jawabannya dalam uraian berikut.

1. Definisi Masa Praaksara

    Secara etimologi praaksara berasal dari kata pra berarti sebelum dan aksara berarti tulisan. Jadi, praaksara dapat diartikan sebagai sebelum adanya tulisan. Dalam bahasa Inggris, praaksara disebut prehistory. Prehistory berasal dari kata "pre" yang berarti sebelum dan "history" yang berarti sejarah. Jadi, prehistory berarti sebelum masa sejarah yang kemudian dikenal dengan masa prasejarah. Masa praaksara juga disebut masa "nirleka”. Nirleka berasal dari kata "nir" yang berarti tidak/tanpa dan "leka" yang berarti tulisan. Jadi, masa nirleka atau praaksara berarti masa pada saat manusia belum mengenal tulisan.

    Dalam perkembangannya, sejarawan memilih menggunakan istilah praaksara daripada prasejarah. Penggunaan istilah prasejarah dalam menggambarkan perkembangan kehidupan dan budaya manusia saat belum mengenal tulisan dinilai kurang tepat. Para sejarawan berpendapat sebelum mengenal tulisan, manusia sudah memiliki sejarah dan sudah menghasilkan kebudayaan. Oleh karena itu, para sejarawan memopulerkan istilah praaksara untuk menggantikan istilah prasejarah.

    Masa praaksara dimulai seiring keberadaan manusia di bumi. Meskipun demikian, awal keberadaan manusia di muka bumi masih belum dapat dipastikan oleh para ahli sejarah. Kapan masa praaksara berakhir? Akhir masa praaksara ditandai dengan penemuan tulisan atau budaya tulis. Kondisi tersebut menyebabkan akhir masa praaksara di tiap-tiap tempat tentu berbeda. Sebagai contoh, bangsa-bangsa di wilayah Mesopotamia mengakhiri masa praaksara dan mulai mengenal tulisan sekira 3000 tahun sebelum Masehi. Adapun masyarakat di Indonesia memasuki masa aksara sekira abad IV-V Masehi. Apa yang menjadi bukti berakhirnya masa praaksara di Indonesia? Coba temukan jawabannya bersama teman Anda.

2. Pembabakan Masa Praaksara

    Masa praaksara dapat dibagi menjadi beberapa periode. Pembabakan masa praaksara dapat dibagi berdasarkan kajian geologi dan arkeologi. Periodisasi masa praaksara berdasarkan geologi mengacu pada umur lapisan bumi, sedangkan periodisasi berdasarkan arkeologi mengacu pada teknologi purba hasil temuan penelitian arkeologi.

a. Pembabakan Berdasarkan Geologi

    Pembabakan masa praaksara berdasarkan geologi dilakukan dengan melihat umur lapisan bumi. Pembabakan tersebut sebagai berikut.

1) Zaman Arkeozoikum/Azoikum (4,5-2,5 Miliar Tahun Lalu)

    Arkeozoikum artinya masa kehidupan purba. Masa arkeozoikum terjadi sekira 4,5-2,5 miliar tahun lalu. Masa arkeozoikum (arkean) merupakan awal pembentukan batuan kerak bumi yang kemudian berkembang menjadi protokontinen. Masa ini merupakan awal terbentuknya hidrosfer dan atmosfer serta awal munculnya kehidupan primitif di dalam samudra berupa mikroorganisme (bakteri dan ganggang). Fosil tertua yang ditemukan yaitu Stromatolit dan Cyanobacteria dengan umur sekira 3,5 miliar tahun.

2) Zaman Paleozoikum (2,5 miliar-245 Juta Tahun Lalu)

    Secara harfiah paleozoikum artinya masa kehidupan awal. Zaman ini berlangsung sekira 2,5 miliar-245 juta tahun lalu yang ditandai dengan perkembangan atmosfer dan hidrosfer, serta kehidupan mikroorganisme bersel tunggal menjadi bersel banyak seperti enkaryotes dan prokaryotes. Jenis hewan invertebrata bertubuh lunak seperti ubur-ubur, cacing, dan koral mulai muncul di laut-laut dangkal.

    Zaman paleozoikum terbagi menjadi beberapa periode, yaitu periode kambrium, ordovisium, silur, devon, karbon, dan perm. Pada periode kambrium muncul benua besar yang disebut Gondwana. Benua ini merupakan cikal bakal Benua Antartika, Afrika, India, Australia, Asia, dan Amerika Selatan. Sementara itu, Benua Eropa, Amerika Utara, dan Tanah Hijau (Greenland masih berupa benua-benua kecil yang terpisah. Pada periode devon samudra mulai menyempit, sedangkan Benua Gondwana terus ber kembang menutupi Eropa, Amerika Utara, dan Tanah Hijau (Greenland). Sementara itu, pada periode karbon daratan di bumi mulai menyatu membentuk daratan raksasa yang disebut Pangaea.

3) Zaman Mesozoikum (245-65 Juta Tahun Lalu)

    Masa mesozoikum disebut juga zaman sekunder. Pada masa ini kondisi bumi mulai stabil. Iklim sudah bersahabat dan curah hujan mulai menurun. Oleh karena itu, pada masa mesozoikum mulai muncul makhluk hidup yang beraneka ragam. Masa mesozoikum juga diwarnai kemunculan binatang reptil berukuran besar yang disebut dinosaurus. Masa mesozoikum dibagi menjadi tiga periode sebagai berikut.

    a) Periode trias berlangsung sejak 225-190 juta tahun lalu. Pada periode ini kondisi bumi menjadi kering dan tidak subur. Pada periode ini dinosaurus dan reptil laut berukuran besar muncul untuk pertama kalinya.

    b) Periode jura berlangsung sejak 190–136 juta tahun lalu. Pada periode ini dinosaurus dan tyrannosaurus berkembang menjadi penguasa daratan, ichtiyosaurus menjadi pemburu di dalam lautan dan pterosaurus merajai angkasa.

    c) Periode kapur berlangsung sejak 136-65 juta tahun lalu. Pada periode ini dinosaurus mengalami kepunahan karena terjadi perubahan drastis iklim dari iklim hangat menjadi iklim dingin. Perubahan ini menyebabkan dinosaurus tidak dapat menyesuaikan diri.

4) Zaman Neozoikum/Kenozoikum (65-1,8 Juta Tahun Lalu)

    Masa neozoikum berlangsung sekira 65-1,8 juta tahun lalu dan dikenal dengan zaman kehidupan baru. Istilah neozoikum muncul didasarkan pada kepunahan binatang-binatang raksasa dan munculnya jenis kehidupan baru yang mirip dengan makhluk hidup saat ini. Kehidupan pada masa neozoikum terbagi menjadi zaman tersier dan kuarter.

a) Zaman Tersier

    Zaman tersier berlangsung sekira 65-1,8 juta tahun lalu. Pada zaman tersier muncul primata dan burung tidak bergigi berukuran besar seperti burung unta. Selain itu, muncul fauna laut seperti ikan, mollusca, dan echinodermata yang sangat mirip dengan fauna laut sekarang, Pada zaman tersier hingga kuarter terjadi kemunculan serta kepunahan hewan dan tumbuhan secara silih berganti karena perubahan iklim global yang ekstrem.

b) Zaman Kuarter

    Zaman kuarter terjadi mulai 1,8 juta tahun lalu. Zaman kuarter dibedakan menjadi dua, yaitu kala pleistosen dan holosen. Kala pleistosen dimulai sekira 1.8 juta tahun lalu dan berakhir pada 10.000 tahun lalu. Kala pleistosen diikuti kala holosen yang berlangsung sampai sekarang. Pada kala pleistosen paling sedikit terjadi lima kali zaman es atau zaman glasial. Pada zaman glasial sebagian besar Eropa, Amerika Utara, dan Asia bagian utara tertutup es. Pada zaman inilah kehidupan masa praaksara di Indonesia dimulai yang ditandai dengan kehadiran manusia-manusia purba.

b. Pembabakan Berdasarkan Arkeologi

    Pembabakan masa praaksara berdasarkan arkeologi dilakukan dengan mengkaji benda-benda peninggalan masa lampau. Benda-benda tersebut dapat berupa perkakas rumah tangga, patung. coretan di gua-gua, dan fosil purba. Periodisasi masa praaksara berdasarkan arkeologi dibagi menjadi dua zaman, yaitu zaman batu dan logam.

1) Zaman Batu

    Zaman ini disebut zaman batu karena sebagian besar peralatan yang ditemukan pada zaman ini terbuat dari batu. Zaman batu dibagi menjadi beberapa zaman berikut.

a) Zaman Paleolitikum

    Zaman paleolitikum atau zaman batu tua berlangsung pada zaman pleistosen akhir selama sekira 600.000 tahun. Pada zaman ini manusia menggunakan perkakas yang bentuknya sangat sederhana dan primitif. Ciri-ciri benda peninggalan zaman paleolitikum antara lain alat-alat batu masih dibuat secara kasar dan cara pembuatannya tidak diasah (dihaluskan). Manusia pada zaman ini masih hidup secara berpindah-pindah.

b) Zaman Mesolitikum

    Zaman mesolitikum atau zaman batu tengah dimulai pada akhir zaman es sekira 10.000 tahun yang lalu. Pada zaman ini manusia mengumpulkan makanan (food gathering) tingkat lanjut dan hidup menetap. Meskipun demikian, ciri-ciri benda peninggalannya masih seperti zaman paleolitikum. Para ahli memperkirakan manusia yang hidup pada zaman ini adalah bangsa Melanesia.

c) Zaman Neolitikum

    Zaman neolitikum disebut juga zaman batu muda. Zaman ini terjadi di Indonesia sekira tahun 1500 sebelum Masehi. Zaman neolitikum ditandai dengan penggunaan peralatan batu yang telah dihaluskan. Selain itu, cara hidup manusia untuk memenuhi kebutuhannya telah mengalami perubahan pesat, dari food gathering menjadi food producing. Manusia yang hidup pada zaman ini sudah menetap.

d) Zaman Megalitikum

    Zaman megalitikum artinya zaman batu besar. Salah satu ciri zaman ini adalah munculnya sistem kepercayaan. Manusia pada zaman ini sudah mengenal kepercayaan yang disebut animisme dan dinamisme. Keberadaan kepercayaan tersebut berpengaruh terhadap benda-benda peninggalannya seperti dolmen, menhir, sarkofagus, dan kubur batu yang digunakan untuk pemujaan kepada roh nenek moyang.

2) Zaman Logam

    Zaman logam atau masa perundagian berlangsung ketika manusia praaksara sudah mampu membuat peralatan logam. Periode ini disebut masa perundagian karena dalam masyarakat terdapat golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Mereka sudah mengenal teknik melebur dan mencetak logam. Alat-alat besi yang ditemukan di Indonesia berupa alat alat keperluan sehari-hari seperti pisau, sabit, mata kapak, pedang, dan mata tombak. Adapun peralatan dari logam yang ditemukan di Indonesia antara lain kapak corong, nekara, dan moko.


    Dari penjelasan di atas, apa yang dapat Anda simpulkan? Coba kemukakan pendapat Anda! Uraian di atas menunjukkan kehidupan manusia selalu mengalami perubahan atau perkembangan, Perkembangan tersebut dapat berdampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia pada masa itu. Apakah dampak perkembangan zaman praaksara memengaruhi kehidupan pada masa kini? Diskusikan bersama teman teman Anda!




Post a Comment

0 Comments