Sejarah Indonesia X - Semester 1 - Indonesia pada Masa Hindu-Buddha - Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia - Kerajaan Majapahit

Sejarah Indonesia X - Semester 1 - Indonesia pada Masa Hindu-Buddha - Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia - Kerajaan Majapahit

SEJARAH INDONESIA SMA/MA

Kelas X Semester I




BAB 3
Indonesia pada Masa Hindu-Buddha


Pendalam Materi


B. Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia


    Puncak pengaruh agama Hindu-Buddha di Indonesia terjadi saat beberapa kerajaan Hindu-Buddha berdiri di Indonesia. Mengapa? Berdirinya kerajaan Hindu-Budha menandakan bahwa telah terjadi perubahan corak politik di Indonesia pada awal abad Masehi. Sistem kesukuan yang diterapkan pada masa praaksara kemudian digantikan dengan sistem kerajaan sebagai pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha. Dalam sistem kerajaan, seorang raja dianggap keturunan dewa yang harus dihormati oleh seluruh rakyatnya. Berbekal posisi yang kuat tersebut, raja memiliki kekuasaan mutlak dalam bidang pemerintahan. Beberapa kerajaan Hindu-Buddha yang terdapat di Indonesia sebagai berikut.


8. Kerajaan Majapahit (XIII - XVI)


    Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu terbesar di Indonesia. Berita mengenai keberadaan Kerajaan Majapahit disebutkan dalam kitab-kitab kuno seperti Pararaton, Negarakertagama, dan Sundayana. Untuk mengetahui isi kitab-kitab tersebut, carilah informasinya melalui berbagai literatur. Catat informasi yang Anda peroleh di buku catatan agar dapat digunakan sebagai sumber belajar.

a. Letak Geografis

    Kerajaan Majapahit berpusat di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Sebagai sebuah kerajaan yang terletak di tepi Sungai Brantas, Majapahit mampu mengembangkan sektor agraris dalam kegiatan perekonomiannya. Dengan adanya Sungai Brantas, Majapahit dapat mengendalikan wilayah kekuasaan yang berada di pedalaman.

b. Kehidupan Politik

    Kerajaan Majapahit merupakan kelanjutan dari Kerajaan Singasari yang berakhir pada masa pemerintahan Kertanegara. Raden Wijaya yang merupakan menantu Kertanegara mendirikan Kerajaan Majapahit dan menjadi raja pertama. Saat menjadi raja, Raden Wijaya bergelar Sri Kertarajasa Jayawardhana.

    Setelah wafat, kedudukan Raden Wijaya digantikan putranya yang bernama Jayanegara, Pemerintahan Jayanegara dirongrong oleh sejumlah pemberontakan pejabat istana. Pada 1318 Masehi dan 1319 Masehi terjadi pemberontakan yang membahayakan kedudukan raja. Pemberontakan tersebut dipimpin oleh Kuti dan Semi. Pasukan Kuti dan Semi berhasil menduduki istana Majapahit dan memaksa Jayanegara beserta keluarganya mengungsi ke Desa Bedander. Pemberontakan tersebut berhasil dipadamkan oleh pasukan Bhayangkari yang dipimpin Gajah Mada.

    Keberhasilan Gajah Mada memadamkan beberapa pemberontakan mendapat apresiasi dari kerajaan. Gajah Mada diangkat sebagai Mahapatih Majapahit pada masa pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi (1328-1350 Masehi). Dalam upacara pelantikan sebagai mahapatih, Gajah Mada mengucapkan sebuah sumpah yang dikenal dengan Sumpah Palapa. Dalam sumpahnya tersebut, Gajah Mada berjanji tidak akan menikmati kesenangan (amukti palapa) sebelum mampu menyatukan Indonesia di bawah kekuasaan Majapahit. Untuk menjalankan cita-citanya tersebut, Gajah Mada membangun armada laut yang kuat di bawah pimpinan Laksamana Nala.

    Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada hampir terwujud. Pada 1357 Masehi hampir seluruh wilayah Nusantara berhasil disatukan oleh Gajah Mada di bawah kekuasaan Majapahit. Oleh karena itu, masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada menjadi masa kejayaan Kerajaan Majapahit.

    Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit memiliki struktur pemerintahan dan susunan birokrasi yang teratur. Pada masa ini rakyat masih menganggap bahwa raja sebagai penjelmaan dewa di dunia dan memegang otoritas politik tertinggi. Dalam menjalankan pemerintahan Raja Majapahit dibantu oleh sejumlah pejabat birokrasi seperti Rakryan Mahamantri Katrini, Rakryan Mantri ri Pakira-kiran, Dharmadyaksa, dan Dharma-upapatti. Carilah informasi mengenai istilah-istilah tersebut. Anda dapat mencatat informasi tersebut di buku catatan agar dapat Anda gunakan sebagai sumber belajar.

c. Kehidupan Ekonomi

    Kerajaan Majapahit menggantungkan kegiatan perekonomian pada sektor agraris. Masyarakat Majapahit sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Pertanian Majapahit dikembangkan di sekitar aliran Sungai Brantas. Komoditas utama yang dihasilkan dari sektor pertanian adalah beras. Pada abad XIV Masehi Majapahit merupakan kerajaan pengekspor beras terbesar di wilayah kepulauan Nusantara.

    Untuk memperlancar kegiatan perdagangan, Majapahit mencetak mata uang sebagai alat pembayaran yang sah. Mata uang tersebut dikenal dengan sebutan kepeng dan gobog. Selain dari sektor pertanian dan perdagangan, pemerintah Majapahit memperoleh pendapatan dari sektor pajak atau upeti. Majapahit berhasil menaklukkan banyak kerajaan lokal di Indonesia. Setiap tahun kerajaan-kerajaan lokal tersebut mengirim berbagai upeti kepada Majapahit.

d. Kehidupan Agama

    Kerajaan Majapahit mengakui agama Hindu dan Buddha sebagai agama resmi kerajaan. Meskipun demikian, pemerintah Majapahit tetap menunjukkan sikap toleransi terhadap perkembangan agama lain. Bahkan, pada masa akhir pemerintahan Hayam Wuruk agama Islam sudah mulai berkembang di Kerajaan Majapahit. Perkembangan Islam di Majapahit dibuktikan dengan adanya penemuan beberapa batu nisan makam Islam di daerah Trowulan dan Troloyo yang berasal dari akhir abad XIV Masehi.

e. Kehidupan Sosial Budaya

    Bhinneka Tunggal Ika saat ini dikenal sebagai semboyan negara Indonesia. Semboyan yang berarti berbeda-beda, tetapi tetap satu juga tersebut diambil dari kitab Sutasoma karya Mpu Tantular. Kalimat Bhinneka Tunggal Ika dalam kitab tersebut menggambarkan masyarakat Majapahit yang majemuk. Pada masa itu masyarakat Majapahit menganut berbagai agama. Meskipun demikian, masyarakat Majapahit tetap hidup rukun. Raja Majapahit selalu berusaha agar ketenteraman masyarakatnya dapat berjalan baik.

    Kitab Sutasoma merupakan salah satu karya sastra peninggalan Majapahit. Pada masa itu Raja Majapahit sangat peduli dengan kesastraan. Karya sastra yang berkembang di Kerajaan Majapahit antara lain kitab Negarakertagama, Sutasoma, Arjuna Wijaya, Panjiwijayakrama, Usana Jawa, Pararaton, Ranggalawe, Sorandakan, dan Sundayana. Carilah penjelasan tentang karya sastra tersebut. Selanjutnya, tuliskan hasilnya dalam buku catatan Anda. Seni bangunan di Majapahit juga mengalami perkembangan pesat.

    Seni bangunan Majapahit juga terlihat pada beberapa candi yang dibangun oleh raja-raja Majapahit seperti candi Penataran, Tegalwangi, Sumberjati, Tikus, Brahu, Kedaton, Wringin Lawang, dan Bajang Ratu. Peninggalan peninggalan tersebut masih dapat Anda nikmati keindahannya hingga saat ini.





Post a Comment

0 Comments