Biologi XI - Semester 3 - Jaringan Tumbuhan - Jaringan Penyusun Organ pada Tumbuhan

Biologi XI - Semester 3 - Jaringan Tumbuhan - Jaringan Penyusun Organ pada Tumbuhan

BIOLOGI SMA/MA

Kelas XI Semester I




BAB 2
Jaringan Tumbuhan


Pendalam Materi


    Berdasarkan apersepsi di depan, Anda sudah mengetahui contoh penerapan prinsip dasar jaringan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari yaitu penerapan jaringan pengangkut xilem pada air mancur. Untuk memahami penerapan jaringan xilem pada air mancur, Anda harus mempelajari terlebih dahulu struktur dan fungsi jaringan tersebut. Nah, pada bab ini Anda akan diajak untuk mempelajari struktur dan fungsi jaringan tumbuhan, jaringan penyusun organ pada tumbuhan, dan kultur jaringan tumbuhan.


B. Jaringan Penyusun Organ pada Tumbuhan


    Pada subbab sebelumnya, Anda telah mempelajari tentang jaringan pada tumbuhan. Jaringan tumbuhan terbentuk dari sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama serta melaksanakan tugas tertentu. Kumpulan beberapa jaringan yang menjalankan suatu fungsi khusus disebut organ. Untuk mengawali pemahaman Anda mengenai jaringan penyusun organ, lakukan kegiatan berikut.

1. Akar (Radix)

    Akar merupakan organ tumbuhan yang biasanya berada di bawah tanah, meskipun ada juga yang berada di permukaan tanah. Akar berasal dari akar lembaga (radikula). Akar lembaga pada tanaman Dicotyledoneae tumbuh terus sehingga membentuk akar tunggang, sedangkan akar lembaga pada tanaman Monocotyledoneae mati dan kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar dengan ukuran sama sehingga membentuk akar serabut.

    Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang dilindungi kaliptra (tudung akar). Pembelahan mer istem apikal membentuk zona pemanjangan sel, zona diferensiasi sel, dan zona pendewasaan sel

    Akar tumbuhan tersusun oleh beberapa jaringan, seperti terlihat pada Gambar 2.12.

      a. Epidermis, terdiri atas satu lapis sel, susunan sel-sel rapat, dan dinding sel tipis sehingga mudah dilewati air. Sel epidermis akar dapat mengalami modifikasi menjadi rambut akar yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan.
      b. Korteks terdapat di bawah epidermis, tersusun berlapis-lapis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga memiliki banyak ruang antarsel, dan dinding selnya tipis. Korteks sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim, kolenkim, serta sklerenkim. Parenkim pada korteks beberapa jenis tumbuhan berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan cadangan. Lapisan terdalam korteks berdiferensiasi menjadi endodermis.
      c. Endodermis, merupakan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Endodermis berupa satu lapis sel, tersusun rapat, dan dinding selnya mengalami penebalan gabus dari suberin dan kutin sehingga membentuk penebalan berupa pita yang disebut pita kaspari. Sel-sel endodermis yang tidak mengalami penebalan disebut dengan sel penerus/sel peresap sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat.
      d. Stele (silinder pusat), merupakan bagian terdalam dari akar. Silinder pusat terdiri atas berbagai macam jaringan berikut.

         1) Perisikel/perikambium merupakan lapisan terluar dari stele dan terletak di sebelah dalam endodermis. Jaringan perisikel tersusun atas sel-sel parenkim yang menebal Jaringan perisikel berperan membentuk cabang akar dan berperan dalam pertumbuhan sekunder.
         2) Berkas pengangkut yang terdiri atas xilem dan floem.
         3) Empulur terdiri atas parenkim dan terletak di bagian paling dalam atau di antara berkas pengangkut.

2. Batang (Caulis)

    Umumnya batang terletak di atas tanah dan tumbuh ke atas menuju cahaya matahari. Batang biasanya berbentuk bulat dan mempunyai buku atau ruas. Batang tersusun atas jaringan epidermis, korteks, dan stele.

      a. Epidermis, tersusun oleh satu lapis sel, tanpa ruang antarsel, dinding luar mengalami penebalan dari kutin yang disebut kutikula, dan pada tumbuhan kayu yang tua terdapat kambium gabus. Derivat epidermis pada batang berupa lentisel, trikoma, sel silika, dan sel gabus.
      b. Korteks mengandung amilum dan tersusun oleh sel-sel parenkim, kolenkim, serta sklerenkim. Pada Monocotyledoneae, korteks hampir tidak bisa dibedakan dengan stele.
      c. Stele, terdiri atas perisikel yang bersifat meristematis, sel parenkim (empulur), dan berkas pengangkut (xilem dan floem).

    Kambium pada tumbuhan Dicotyledoneae dibedakan menjadi dua tipe yaitu kambium intravaskuler dan kambium intervaskuler.

    a. Kambium intravaskular adalah kambium yang terletak di antara xilem dan floem.
    b. Kambium intravaskuler adalah kambium yang terletak di antara dua berkas pengangkut.

    Aktivitas kedua kambium tersebut mengakibatkan diameter batang bertambah besar karena adanya pertumbuhan sekunder. Pembentukan sel-sel baru pada kambium mengakibatkan sel-sel korteks terdesak ke arah epidermis. Kambium gabus membentuk felem ke arah luar dan feloderm ke arah dalam. Adanya jaringan gabus yang dibentuk oleh kambium gabus mengakibatkan gas tidak dapat masuk ke dalam sel Oleh karena itu, pada jaringan gabus batang sering dijumpai lubang-lubang kecil yang disebut lentisel Lentisel berfungsi sebagai tempat pertukaran gas 0, dan CO2.

3. Daun (Folium)

    Daun merupakan bagian tumbuhan yang mengandung klorofil Daun umumnya berupa lembaran dan berwarna hijau. Daun melekat pada buku-buku batang tumbuhan. Daun lengkap memiliki bagian pelepah daun (vagina), tangkai daun (retiolus), dan helaian daun (lamina). Contoh daun lengkap yaitu daun tanaman pisang, daun pinang, dan daun bambu.

    Daun tersusun atas jaringan epidermis, mesofil berkas pengangkut, dan jaringan tambahan.

    a. Epidermis, merupakan lapisan terluar daun, umumnya terdiri atas satu lapis sel, dan dinding sel mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau lignin. Epidermis daun terdiri atas dua bagian yaitu epidermis atas dan bawah. Umumnya epidermis atas lebih tebal dibanding epidermis bawah karena dilapisi kutikula untuk mencegah penguapan yang terlalu besar. Pada epidermis terdapat stomata/mulut daun untuk berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan. Derivat epidermis daun lainnya adalah trikoma dan sel kipas. Trikoma berfungsi untuk me ngurangi penguapan dan mengurangi gangguan predator. Sel kipas berperan dalam proses menggulungnya daun yang bertujuan untuk mengurangi penguapan.

    b. Mesofil terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah. Mesofil pada daun Dicotyledoneae terdiri atas parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (jaringan bunga karang). Keduanya mengandung klorofil, akan tetapi klorofil pada palisade lebih banyak dibanding pada parenkim spons. Palisade tersusun atas se-sel yang rapat dan berbentuk lonjong. Sementara itu, sel-sel penyusun parenkim spons renggang sehingga banyak terdapat rongga-rongga antarsel yang memudahkan terjadinya pertukaran gas. Mesofil pada daun Monocotyledoneae hanya terdiri atas parenkim spons (bunga karang).

    c. Berkas pengangkut terdiri atas floem dan xilem yang terletak di tulang daun, cabang daun, dan urat daun.

    d. Jaringan tambahan, misalnya sel-sel kristal dan kelenjar.

    Melalui pengamatan mikroskopis, dapat dilihat dengan jelas adanya perbedaan antara daun Dicotyledoneae dengan daun Monocotyledoneae. Perbedaan itu terletak pada jaringan mesofil Jaringan mesofil pada daun Dicotyledoneae terdiri atas jaringan parenkim palisade dan parenkim spons, sedangkan jaringan mesofil pada daun Monocotyledoneae hanya terdiri atas jaringan spons.

4. Bunga (Flos)

    Bunga merupakan modifikasi dari daun yang menjadi salah satu organ pokok tumbuhan. Bunga mempunyai bentuk dan warna beraneka ragam.

    Bagian-bagian bunga terdiri atas bagian steril dan bagian fertil. Perhatikan Gambar 2.18.

    a. Bagian steril, terdiri atas ibu tangkai bunga (pedunculus), tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptacle), kelopak bunga (calyx), daun pelindung (braktea), daun tangkai (brachteola), daun kelopak (sepala), dan mahkota bunga (corolla) dengan daun mahkota (petala). Mahkota bunga berfungsi untuk menarik serangga.

    b. Bagian fertil, terdiri atas benang sari sebagai mikrosporofil dan putik sebagai makrosporofil.

    Daun mahkota dan daun kelopak terdiri atas sel sel parenkim. Daun mahkota mempunyai epidermis berupa tonjolan yang disebut papila. Epidermis pada daun kelopak dilapisi kutin, stomata, dan trikoma.

5. Buah dan Biji

    Buah merupakan bakal buah yang telah mengalami fertilisasi. Buah berfungsi sebagai tempat penyimpan makanan cadangan seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Buah terdiri atas tiga bagian yaitu lapisan luar, lapisan tengah, dan lapisan dalam. Ketiga bagian itu disebut perikarp. Perhatikan Gambar 2.19.

a. Lapisan Luar (Eksokarp)

    Lapisan luar buah disebut juga kulit buah. Kulit buah pada tumbuhan ada yang keras dan ada yang lunak. Kulit buah pada buah kering umumnya keras, misalnya buah kacang tanah. Namun, ada juga buah yang memiliki eksokarp tipis, misalnya buah tomat. Eksokarp terdiri atas jaringan epi- dermis dan hipodermis dengan dinding sel tebal.

b. Lapisan Tengah (Mesokarp)

    Pada beberapa jenis buah, lapisan tengah ini biasa disebut daging buah. Contoh pada buah mangga dan apel Mesokarp tersusun atas jaringan parenkim.

c. Lapisan Dalam (Endokarp)

    Endokarp merupakan lapisan paling dalam yang mengelilingi biji. Endokarp ada yang tebal dan keras, misalnya pada buah kelapa. Endokarp tersusun atas beberapa lapis jaringan epidermis dan kadang tersusun atas jaringan sklerenkim.

    Pada tumbuhan berbiji, biji merupakan alat perkembangbiakan utama karena mengandung calon tumbuhan baru. Biji terdiri atas kulit biji, tali pusar, dan inti biji. Perhatikan Gambar 2.20.

a. Kulit Biji

    Kulit biji berasal dari selaput bakal biji dan merupakan bagian terluar biji. Pada tumbuhan Angiospermae, kulit biji terdiri atas kulit luar (testa) dan kulit dalam (tegmen). Pada tumbuhan Gymnospermae, kulit biji terdiri atas tiga lapis yaitu kulit luar (sarcotesta biasanya berdaging tebal), kulit tengah (sklerotesta merupakan lapisan yang kuat dan keras), dan kulit dalam (endotesta seperti selaput, sering kali melekat erat pada inti biji). Kulit biji pada umumnya tersusun atas jaringan epidermis dan jaringan parenkim yang tebal.

b. Tali Pusar atau Tangkai Biji

    Tali pusar merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni, jadi merupakan tangkai biji. Setelah biji masak, biji akan terlepas dari tali pusar (tangkai biji) dan pada biji hanya tampak bekasnya yang disebut pusar biji.

c. Inti Biji atau Isi Biji

    Inti biji merupakan semua bagian biji yang terdapat di sebelah dalam kulitnya. Inti biji disebut pula dengan isi biji. Inti biji terdiri atas lembaga dan putih lembaga (albumen). Lembaga merupakan calon individu baru. Putih lembaga disebut juga dengan endosperm. Putih lembaga merupakan jaringan berisi makanan cadangan untuk masa awal perkecambahan biji sampai tumbuh menjadi tumbuhan yang memiliki bagian tubuh lengkap dan mampu membuat makanan sendiri.






Post a Comment

0 Comments