Biologi XI - Semester 3 - Struktur Sel - Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan

Biologi XI - Semester 3 - Struktur Sel - Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan

BIOLOGI SMA/MA

Kelas XI Semester I




BAB 1
Struktur Sel


Pendalam Materi

    Stem cell sering disebut-sebut sebagai harapan baru bagi sebagian besar problem medis manusia. Stem cell adalah sel-sel yang bertanggung jawab untuk menciptakan sel-sel baru. Apapun selnya, entah sel mata, sel kulit sel rambut, sel ginjal dan lain sebagainya, semua berasal dari stem cell. Stem cell akan aktif ketika ada sel-sel yang mati. Ingatlah bahwa sel-sel dalam tubuh kita memiliki rentang hidup tertentu. Setiap sel tubuh kita memiliki siklus hidup dan mati. Stem cell adalah sel-sel yang menjamin selalu ada penggantian atas sel-sel tubuh yang mati. Kita dapat mengambil contoh sel-sel permukaan kulit kita sebagai sel-sel yang memiliki rentang hidup pendek. Terkadang kita mengalami luka yang mempercepat kematian sel-sel kulit di sekitar luka tersebut. Nah, stem cell memungkinkan kulit kita untuk membentuk lapisan-lapisan kulit baru yang nantinya akan menutup luka. Jadi, sel-sel memiliki kemampuan regenerasi sehingga sel-sel yang telah tua akan diganti dengan sel-sel baru. Dalam bab ini Anda akan mempelajari tentang sel penyusun tubuh makhluk hidup dan proses kehidupan yang berlangsung di dalam sel.


B. Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan


  Anda telah memahami bahwa setiap makhluk hidup tersusun atas sel, termasuk tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dan hewan merupakan makhluk hidup multiseluler yang terdiri atas banyak sel. Bagaimana struktur sel tumbuhan dan sel hewan? Apakah terdapat perbedaan antara struktur sel tumbuhan dengan sel hewan? Untuk mengetahui jawabannya, coba lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut.

    Berdasarkan kegiatan tersebut, Anda telah mengenal perbedaan antara sel tumbuhan dengan sel hewan. Sebenarnya, sel tumbuhan dan sel hewan termasuk sel eukariotik. Oleh karena itu, pada prinsipnya sel tumbuhan dan sel hewan mempunyai banyak kemiripan. Meskipun tampak mirip, kedua sel tersebut memiliki perbedaan pada organel-organel selnya secara spesifik. Sel tumbuhan memiliki beberapa organel yang tidak dimiliki oleh sel hewan, demikian pula sebaliknya sel hewan memiliki organel yang tidak dimiliki oleh sel tumbuhan. Sel tumbuhan memiliki beberapa organel seperti dinding sel, plastida, dan vakuola yang tidak dimiliki oleh sel hewan, sedangkan sel hewan memiliki sentriol yang tidak dimiliki oleh sel tumbuhan.

1. Struktur Sel Tumbuhan

    Organel-organel yang hanya dimiliki oleh sel tumbuhan yaitu dinding sel, vakuola, dan plastida.

a. Dinding Sel

    Dinding sel merupakan lapisan terluar yang tersusun atas selulosa, hemiselulosa, dan pektin. Dinding sel berfungsi sebagai penyokong dan pelindung selaput plasma serta memelihara keseimbangan sel dari tekanan. Adanya dinding sel meng akibatkan bentuk sel tumbuhan relatif tetap.

    Di antara dua dinding sel yang berdekatan terdapat lamela tengah. Dua sel yang berdekatan dihubung kan oleh saluran yang disebut plas modesmata (Perhatikan Gambar 1.6). Dinding sel dibedakan menjadi dua yaitu dinding sel primer dan dinding sel sekunder. Dinding sel primer dibentuk saat sel membelah dan tersusun atas 9%-25% selulosa, hemiselulosa, pektin, dan beberapa senyawa lainnya. Adapun dinding sel sekunder merupakan dinding sel yang terbentuk karena adanya aktivitas penebalan. Aktivitas penebalan (lignifikasi) mengakibatkan xilem dan sklerenkim mengayuh. Dinding sel sekunder terdapat pada sel-sel dewasa serta tersusun atas selulosa 41%-45%, hemiselulosa, dan lignin. Bagian dinding sel yang tidak mengalami penebalan disebut noktah.

b. Vakuola

    Vakuola adalah organel sitoplasmik berisi cairan yang dibatasi membran tonoplas. Sel-sel tumbuhan muda memiliki banyak vakuola berukuran kecil, sedangkan sel-sel tumbuhan dewasa hanya memiliki satu vakuola berukuran besar. Vakuola memiliki beberapa fungsi berikut.

      1) Tempat menyimpan zat makanan seperti amilum dan gula.
      2) Menyimpan pigmen. Pada vakuola sel-sel mahkota bunga, terdapat pigmen warna merah, biru, kuning, dan warna lain.
      3) Menyimpan minyak atsiri seperti minyak kayu putih, pepermin, dan aroma harum pada bunga.
      4) Memasukkan air melalui tonoplas untuk membangun turgiditas sel bersama dinding sel.
      5) Tempat penimbunan sisa metabolisme dan metabolit sekunder seperti Ca-oksalat, tanin, getah karet dan alkaloid.

c. Plastida

    Plastida merupakan organel bermembran rangkap yang berasal dari perkembangan proplastida di daerah meristematik. Berdasarkan pigmen yang dikandungnya, plastida dibedakan menjadi tiga tipe yaitu kloroplas, kromoplas, dan leukoplas.

1) Kloroplas

    Kloroplas merupakan plastida yang mengandung klorofil, karotenoid, dan pigmen fotosintetik lainnya. Kloroplas memiliki membran ganda yaitu membran luar dan membran dalam. Membran luar berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat, sedangkan membran dalam berperan sebagai pembungkus cairan kloroplas yang disebut stroma. Perhatikan Gambar 1.7. Selain kedua membran tersebut, kloroplas juga memiliki sistem membran khusus. Membran khusus pada kloroplas mengalami pelipatan ke arah dalam membentuk lembaran lembaran yang disebut tilakoid. Tilakoid akan bertumpuk-tumpuk pada tempat-tempat tertentu membentuk grana. Pada sebuah kloroplas umumnya mengandung 40-60 grana. Kloroplas merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis. Berdasarkan panjang gelombang (spektrum warna) yang diserap, klorofil dibedakan menjadi empat macam berikut.

      a) Klorofil a menyerap spektrum warna hijau-biru.
      b) Klorofil b menyerap spektrum warna hijau-kuning.
      c) Klorofil c menyerap spektrum warna hijau-cokelat.
      d) Klorofil d menyerap spektrum warna hijau-merah.

2) Kromoplas

    Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen nonfotosintetik (merah, oranye, dan kuning). Pigmen yang terkandung dalam kromoplas yaitu karoten (warna kuning), xantofil (warna kuning kecokelatan), dan fikosianin (warna biru). Kloroplas banyak ditemukan pada mahkota bunga, buah tomat, dan wortel.

3) Leukoplas

    Leukoplas merupakan plastida yang tidak berwarna dan biasanya terdapat pada organ penyimpanan makanan cadangan seperti biji dan umbi. Ada tiga macam leukoplas yaitu amiloplas untuk menyimpan amilum, elaioplas untuk membentuk dan menyimpan lemak, serta proteoplas untuk menyimpan protein.

2. Struktur Sel Hewan

    Perhatikan Gambar 1.8. Sel hewan tidak memiliki dinding sel, vakuola, dan plastida seperti pada sel tumbuhan. Namun, pada sel hewan terdapat pula organel yang tidak dimiliki oleh sel tumbuhan, yaitu sentriol dan lisosom. Sentriol pada sel hewan berjumlah dua yang terdapat di dalam sentrosom. Sentriol berperan dalam proses pembelahan sel Saat pembelahan sel, tiap-tiap sentriol akan saling memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan dan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom. Struktur sentriol dapat dicermati pada Gambar 1.9.

    Pada sel hewan juga terdapat lisosom. Lisosom merupakan kantong membran yang berisi enzim pencernaan intraseluler. Selain berperan dalam pencernaan intraseluler, lisosom juga memiliki kemampuan autofagi untuk menghancurkan struktur sel yang telah mati, eksositosis untuk membebaskan enzim keluar sel dan autolisis untuk menghancurkan diri sel dengan membebaskan isi lisosom ke dalam sel Anda telah mempelajari tentang perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan. Tentu sekarang Anda sudah dapat menyebutkan perbedaannya. Sekarang lakukan kegiatan pengamatan berikut untuk menguji kebenaran pengetahuan yang telah Anda peroleh.





Post a Comment

0 Comments