PK Biologi XI - Semester 1 - Sistem Gerak - Bagian 1

PK Biologi XI - Semester 1 - Sistem Gerak - Bagian 1

BIOLOGI SMA/MA

Kelas XI Semester I





BAB 4
Sistem Gerak


Pendalam Materi


Mengamati Peristiwa Patah Tulang



Tulang merupakan salah satu komponen yang menunjang terjadinya suatu pergerakan tubuh manusia. Namun, tulang manusia bisa patah. Kemukakan beberapa pertanyaan kepada guru Anda mengenai hal-hal yang ingin Anda ketahui berkaitan dengan komponen sistem gerak, yaitu tulang dan otot. Misalnya, zat-zat apakah yang menyusun tulang sehingga bersifat kaku dan keras?


Manusia melakukan gerakan untuk menunjang aktivitas kehidupan sehari-hari, misalnya berjalan, berlari, berenang, menghindari bahaya, mengangkat barang, memakai baju, menendang bola, makan, bahkan tidur.


Gerakan merupakan pola koordinasi fisiologis yang sangat kompleks antara sistem rangka, sistem otot, dan sistem saraf. Pada bab ini, akan dibahas hal-hal yang berkaitan dengan sistem gerak, yaitu rangka penyusun tubuh, tulang, sendi, otot rangka, gangguan sistem gerak, dan teknologi sistem gerak.



1. Rangka Tubuh


Tulang-tulang di dalam tubuh membangun rangka (skeleton). Rangka pada tubuh hewan Vertebrata dan manusia ditutupi oleh otot dan kulit sehingga disebut endoskeleton (rangka dalam). Rangka manusia merupakan alat gerak pasif yang akan digerakkan oleh otot. Rangka pada manusia dewasa tersusun dari 206 tulang dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Pada saat lahir, manusia memiliki tulang lebih banyak, sekitar 270 buah, karena beberapa tulang belum mengalami penyambungan atau penyatuan. Tulang-tulang tersebut tersusun dari jaringan tulang keras maupun jaringan tulang rawan.


Rangka memiliki fungsi sebagai berikut.


•Memberi bentuk dan postur tubuh. Sescorang akan terlihat tinggi atau pendek karena susunan rangkanya.

•Melindungi organ-organ yang lunak, misalnya otak, sumsum tulang belakang, paru-paru, dan jantung.

•Penyangga berat badan, misalnya tulang leher, tulang belakang, dan tulang pelvis.

•Tempat melekatnya otot-otot rangka (otot lurik).

•Mendukung terjadinya gerakan. Dengan adanya persendian, kerja sama otot dan sistem saraf, memungkinkan tulang dapat digerakkan.

•Hematopoiesis, yaitu pembentukan sel-sel darah putih (leukosit), sel darah merah (eritrosit), dan keping-keping darah (trombosit) di sumsum merah. Sumsum merah terdapat di dalam tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, tulang belikat, tulang pipih, dan ujung tulang panjang.

•Tempat penyimpanan mineral. Sekitar 62% matriks tulang tersusun dari garam anorganik, terutama kalsium fosfat dan kalsium karbonat. Sekitar 99% kalsium tubuh terdapat pada rangka. Kalsium dan fosfor disimpan di dalam tulang, kemudian dapat diambil dan dipakai kembali untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh. Kalsium diperlukan untuk kontraksi otot dan pembekuan darah, sedangkan fosfor diperlukan untuk pembentukan ATP.

•Tempat penyimpanan energi, yaitu simpanan lemak di sumsum kuning

•Fungsi imunologis, yaitu menghasilkan sel-sel imunitas di dalam sumsum, misalnya limfosit B yang menghasilkan antibodi dan limfosit T yang membantu pertahanan terhadap infeksi.


Rangka tubuh manusia dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu rangka aksial (rangka sumbu tubuh) dan rangka apendikuler (rangka pelengkap atau anggota gerak tubuh).



A. Rangka Aksial (Rangka Sumbu Tubuh)


Rangka aksial adalah rangka pada sumbu tubuh. Rangka aksial memiliki 80 buah tulang yang meliputi tulang tengkorak, tulang telinga dalam dan hioid, tulang belakang, tulang dada, serta tulang rusuk (iga).


1. Tulang Tengkorak


Tulang tengkorak berjumlah 22 buah. Tulang tengkorak berfungsi melindungi otak, organ pendengaran, dan organ penglihatan. Tulang tengkorak dibedakan menjadi dua bagian, yaitu tulang kranial (tulang tempurung kepala) dan tulang fasial (tulang wajah). Tulang kranial membentuk to tempurung kepala, sedangkan tulang fasial memberi bentuk mata, hidung, pipi, dan rahang. Tulang tulang tengkorak yang bersambungan dan tidak dapat digerakkan disebut sutura.


Terdapat tiga bentuk sutura, yaitu sebagai berikut.


•Sutura serrata terdapat di bagian tepi dari masing-masing tulang bergerigi seperti gergaji yang berimpitan.

•Sutura skuamosa terdapat di bagian tepi dari masing-masing tulang menipis dan saling menutupi.

•Sutura harmoniana (sutura plana) terdapat di bagian tepi dari masing-masing tulang berbentuk lurus.


2. Tulang Telinga Dalam dan Tulang Hioid


Di dalam tengkorak, terdapat tulang telinga dalam yang berukuran kecil dan berfungsi untuk menerima dan mentransmisikan impuls suara. Tulang telinga dalam berjumlah tiga pasang, yaitu sepasang tulang maleus, sepasang tulang inkus, dan sepasang tulang stapes. Selain itu, terdapat pula tulang hioid, yaitu tulang berbentuk huruf U yang terletak di antara laring dan mandibula serta berfungsi sebagai tempat melekatnya otot mulut dan lidah sehingga dapat membantu proses menelan.


3. Tulang Belakang (Kolumna Vertebra)


Tulang belakang tersusun dari 26 ruas yang masing masing dihubungkan oleh cakram tulang rawan fibrosa, yang memungkinkan tulang untuk tegak dan membungkuk. Cakram tersebut juga berfungsi menahan guncangan ketika menggerakkan badan, misalnya saat berlari dan melompat. Di bagian sebelah depan dan belakang cakram, terdapat serabut-serabut kenyal yang menyokong posisi ruas tulang belakang. Di bagian tengah sebelah dalam ruas ruas, terdapat saluran sumsum tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang.


Jika dilihat dari samping, tulang belakang membentuk lengkung vertikal, yaitu bagian leher melengkung ke depan, bagian toraks (punggung) melengkung ke belakang, bagian lumbar (pinggang) melengkung ke depan, dan bagian pelvis (panggul) melengkung ke belakang.


Tulang belakang memiliki fungsi sebagai berikut.


•Menopang kepala dan bagian tubuh lainnya.

•Melindungi organ dalam tubuh.

•Tempat melekatnya tulang rusuk.

•Menentukan sikap tubuh.


4. Tulang Dada (Sternum) dan Tulang Rusuk (Kosta)


Tulang dada dan rusuk berfungsi melindungi paru-paru dan jantung. Tulang dada berbentuk pipih dan melebar serta berhubungan dengan tulang rusuk melalui sambungan tulang rawan. Tulang rusuk bagian belakang berhubungan dengan ruas ruas tulang belakang melalui persendian. Perhubungan tersebut memungkinkan tulang rusuk dapat bergerak kembang-kempis sesuai dengan irama pernapasan.


Tulang dada berjumlah satu buah dan terdiri atas tiga bagian, yaitu sebagai berikut.


•Manubrium sterni (kepala tulang dada) membentuk persendian dengan tulang selangka, klavikula, dan tulang rusuk pertama.

•Korpus sterni (badan tulang dada) membentuk persendian dengan sembilan tulang rusuk berikutnya.

•Prosesus xifoid (tulang taju pedang merupakan tulang yang masih berbentuk tulang rawan pada bayi.


Tulang rusuk berjumlah 12 pasang di sebelah kiri dan kanan. Tulang rusuk dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.


•Tulang rusuk sejati memiliki bagian ujung depan melekat pada tulang dada, sedangkan bagian belakang melekat pada ruas tulang belakang di bagian punggung.

•Tulang rusuk palsu memiliki bagian ujung depan melekat pada tulang rusuk di atasnya, sedangkan bagian belakang melekat pada ruas tulang belakang di bagian punggung.

•Tulang rusuk melayang memiliki bagian ujung depan tidak melekat pada tulang manapun, sedangkan bagian belakang melekat pada ruas tulang belakang di bagian punggung.



B. Rangka Apendikuler (Rangka Pelengkap atau Anggota Gerak Tubuh)


Rangka apendikuler berjumlah 126 buah, meliputi gelang bahu (pektoral), anggota gerak atas (ekstremitas superior), gelang panggul (pelvis), dan anggota gerak bawah (ekstremitas inferior).


1. Gelang Bahu (Pektoral)


Gelang bahu merupakan persendian yang menghubungkan lengan dengan badan. Pergelangan bahu memiliki mangkuk yang tidak sempurna karena bagian belakangnya terbuka. Gelang bahu tersusun dari dua macam tulang, yaitu skapula (tulang belikat) dan klavikula (tulang selangka).


•Skapula (tulang belikat) berbentuk pipih hampir segitiga dan memiliki tonjolan berbentuk seperti paruh gagak. Skapula terdapat di bagian punggung sebelah luar atas dan berfungsi sebagai tempat perlekaran sebagian otot dinding dada dan lengan.

•Klavikula (tulang selangka) berbentuk panjang sedikit bengkok hampir menyerupai huruf S dan berfungsi sebagai tempat melekatnya otot leher, toraks, punggung dan lengan.


2. Anggota Gerak Atas


Anggota gerak atas tersusun dari tulang humerus (tulang pangkal lengan), radius (tulang pengumpil), ulna (tulang hasta), karpal (tulang pergelangan tangan), metakarpal (tulang telapak tangan), dan falangus (tulang jari tangan).


•Humerus (tulang pangkal lengan) berbentuk panjang seperti tongkat, dengan bagian ujung yang berhubungan dengan bahu membentuk kepala sendi yang bundar disebut kaput humeri.

•Radius (tulang pengumpil) berbentuk panjang dan terletak lateral (sebelah sisi) sejajar dengan ibu jari. Bagian dataran sendi yang menghubungkan radius dan humerus berbentuk bundar sehingga lengan bawah dapat berputar atau telungkup.

•Ulna (tulang hasta) berbentuk panjang dan merupakan tulang bawah yang lengkungnya sejajar dengan jari kelingking.

•Karpal (tulang pergelangan tangan) terdiri atas 8 tulang yang tersusun dalam dua baris. Karpal merupakan tulang-tulang pendek dengan bentuk yang berbeda-beda, yaitu berbentuk bulat, segitiga, bulan sabit, segi banyak, seperti kacang, berkepala, dan berkait.

•Metakarpal (tulang telapak tangan) terdiri atas tulang pipa pendek berjumlah lima buah dan berhubungan dengan tulang pergelangan tangan dan tulang jari.

•Falangus (tulang jari tangan) tersusun dari tulang pipa pendek dan berjumlah 14 buah (tiga ruas pada masing-masing jari dan dua ruas pada ibu jari).


3. Gelang Panggul (Pelvis)


Gelang panggul terdiri atas tiga pasang tulang yang bersatu, yaitu tulang usus (tulang ilium), tulang kemaluan (pubis), dan tulang duduk (iskium). Gelang panggul berfungsi untuk menyangga berat tubuh serta melindungi bagian dalam rongga pelvis yang berisi organ kandung kemih (vesika urinaria) dan alat-alat kandungan pada wanita. Pada umumnya, diameter pelvis pada wanita lebih besar daripada pelvis pada laki-laki.


4. Anggota Gerak Bawah


Anggota gerak bawah terdiri atas femur (tulang Tulang paha), tibia (tulang kering), fibula (tulang betis), patela (tulang tempurung lutut), tarsal (tulang pergelangan kaki), metatarsal (tulang telapak kaki), dan falangus (tulang jari kaki).


•Femur (tulang paha) merupakan tulang pipa terpanjang dan terbesar. Pangkal tulang dekat gelang panggul membentuk kepala sendi yang disebut kaput femoris. Bagian ujungnya membentuk persendian lutut.

•Tibia (tulang kering) merupakan tulang pipa terbesar setelah tulang paha, ikut menopang berat tubuh, bagian pangkal membentuk persendian lutut dengan femur, dan pada bagian ujung bawah terdapat tonjolan yang disebut maleolus medial (mata kaki dalam).

•Fibula (tulang betis) merupakan tulang pipa yang paling ramping. Fibula tidak turut menopang berat tubuh, tetapi menambah area perlekatan otot tungkai. Bagian ujung bawah fibula membentuk tonjolan yang disebut maleolus lateral (mata kaki luar).

•Patela (tulang tempurung lutut) merupakan tulang pipih berbentuk segitiga yang sudutnya membulat.

•Tarsal (tulang pergelangan kaki) terdiri atas tujuh tulang kecil pada setiap kaki, yaitu satu tulang loncat (talus), satu tulang tumit atau kalkaneus (berukuran paling besar), satu tulang berbentuk kapal (navikular), satu tulang berbentuk dadu (kuboid), dan tiga tulang kuneiformis berbentuk baji.

•Metatarsal (tulang telapak kaki) terdiri atas lima tulang pipa berbentuk bulat panjang. Metatarsal pertama merupakan metatarsal yang lebar pendek dan panjang.

•Falangus (tulang jari kaki) terdiri atas tulang pendek berjumlah 14 buah pada setiap kaki. Setiap jari kaki terdiri atas tiga ruas tulang, kecuali ibu jari kaki yang hanya memiliki dua ruas saja.







Post a Comment

0 Comments