Sejarah Indonesia XI - Semester 3 - Penjajahan Bangsa-Bangsa Eropa di Indonesia - Kedatangan Bangsa-Bangsa Eropa di Indonesia

Sejarah Indonesia XI - Semester 3 - Penjajahan Bangsa-Bangsa Eropa di Indonesia - Kedatangan Bangsa-Bangsa Eropa di Indonesia

SEJARAH INDONESIA SMA/MA

Kelas XI Semester 1




BAB 1
Penjajahan Bangsa-Bangsa Eropa di Indonesia


Pendalam Materi


    Pada masa penjajahan bangsa-bangsa Eropa, keberadaan perkebunan menduduki peran penting dalam kegiatan perekonomian. Salah satu jenis perkebunan yang berkembang adalah perkebunan kopi seperti tampak pada gambar 1.1. Keberadaan perkebunan kopi pada masa kolonial tidak lepas dari kebijakan pemerintah kolonial. Dapat dikatakan, perkebunan berkembang di Indonesia seiring perkembangan kolonialisme bangsa-bangsa Eropa. Lantas, sejak kapan bangsa-bangsa Eropa menancapkan kekuasaannya di Indonesia? Apa saja kebijakan yang diterapkan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia? Pada bab ini Anda diajak mempelajari kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia. Seain itu, Anda diajak mengkaji berbagai peristiwa penting yang terjadi pada masa penjajahan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia.


A. Kedatangan Bangsa-Bangsa Eropa di Indonesia


    Perhatikan gambar 1.21 Gambar 1.2 merupakan benteng Tolukko, salah satu peninggalan bangsa Portugis di Indonesia. Benteng Tolukko dibangun atas inisitif panglima tentara Portugis bernama Fransisco Serrao pada abad XVI. Oleh bangsa Portugis, benteng ini digunakan sebagai benteng pertahanan sekaligus pusat penyimpanan rempah-rempah dari Ternate yang mereka perdagangkan. Selain benteng Tolukko, masih banyak benteng peninggalan bangsa Eropa di Indonesia. Ke keberadaan benteng-benteng tersebut merupakan salah satu bukti bahwa bangsa-bangsa Eropa pernah datang di Indonesia. Lantas, apa yang melatarbelakangi kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia?


1. Motivasi Kedatangan Bangsa-Bangsa Eropa di Indonesia

    Kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia tidak terlepas dari berlangsungnya periode renaisans di Eropa. Periode renaisans membawa perubahan mendasar dalam pemikiran sosial dan politik bangsa-bangsa Eropa. Periode ini disebut sebagai periode kebangkitan bangsa-bangsa Eropa, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Berbagai kemajuan pada periode ini memupuk semangat bangsa-bangsa Eropa untuk menemukan dunia baru. Semangat tersebut ditunjukkan dengan melakukan penjelajahan samudra untuk menemukan daerah-daerah baru di dunia Timur, termasuk Indonesia.

    Pada dasarnya penjelajahan samudra yang dilakukan bangsa-bangsa Eropa dilatarbelakangi beberapa faktor. Faktor yang melatarbelakangi kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia sebagai berikut.

a. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

    Pada masa renaisans ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan pesat. Pada masa renaisans dilakukan berbagai penelitian untuk menemukan hal-hal baru. Selain itu, muncul teori-teori baru mengenai bumi dan alam semesta. Teori-teori tersebut mendorong bangsa-bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudra untuk membuktikan kebenaran teori teori tersebut Teori-teori yang muncul pada masa ini dikemukakan oleh beberapa tokoh berikut.

1) Nicolaus Copernicus

    Nicolaus Copernicus merupakan pakar matematika dan astronomi pada masa renaisans. Salah satu buah pemikirannya yang paling terkenal adalah teori heliosentris. Dalam teori ini matahari disebut sebagai pusat pergerakan alam semesta. Dalam buku berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium, Copernicus mengungkapkan planet-planet di alam semesta, termasuk bumi berputar mengelilingi matahari. Menurut Copernicus, jika seseorang berjalan dari satu titik ke arah barat, dia pasti akan kembali ke titik semula. Teori ini berhasil dibuktikan oleh para pelaut Portugis dan Spanyol melalui penjelajahan dengan rute berlawanan arah tetapi dapat bertemu di Maluku.

2) Galileo Galilei

    Galileo Galilei merupakan tokoh yang mendukung teori heliosentris yang dikemukakan oleh Nicolaus Copernicus. Menurut Galileo Galilei, bumi berbentuk bulat dan dalam pergerakannya bumi mengelilingi matahari. Ia menciptakan teleskop untuk mengamati benda-benda luar angkasa. Dengan menggunakan teleskop tersebut, Galileo Galilei dapat mengamati permukaan bulan yang tidak rata.

3) Sir Isaac Newton

    Sir Isaac Newton menyatakan bintang, planet, dan benda-benda antariksa bergerak dengan ketepatan yang dapat diramalkan seperti gerak jam. Oleh karena itu, pikiran manusia merangkumnya menjadi beberapa persamaan sederhana.

    Kemajuan teknologi terutama dalam bidang perkapalan dan astronomi juga mendorong era penjelajahan samudra. Pada masa itu bangsa-bangsa Eropa berhasil membuat kapal-kapal besar yang mampu mengarungi samudra. Kapal-kapal tersebut dilengkapi teknologi kompas dan layar besar. Kompas berfungsi mengurangi risiko tersesat dalam perjalanan. Adapun layar besar dimanfaatkan sebagai sistem angin sehingga memudahkan pelayaran tanpa membutuhkan tenaga manusia sebagai penggerak kapal.

b. Pencarian Rempah-Rempah

    Rempah-rempah merupakan komoditas perdagangan yang menjadi primadona di Eropa. Rempah-rempah memiliki manfaat besar bagi bangsa Eropa, misalnya sebagai pengawet makanan dan penghangat tubuh. Pada masa itu belum ada lemari pendingin yang dapat digunakan untuk menyimpan makanan. Satu-satunya cara untuk mengawetkan makanan, terutama daging adalah menggunakan garam. Untuk mengurangi rasa asin pada daging setelah proses pengawetan, rempah-rempah dapat digunakan sebagai penawar rasa. Selain itu, rempah rempah digunakan untuk menghangatkan tubuh saat musim dingin. Oleh karena itu, rempah rempah menjadi komoditas utama incaran para pedagang Eropa. Bagi bangsa-bangsa Eropa, rempah-rempah merupakan masalah kebutuhan dan cita rasa. Meskipun rempah-rempah berharga mahal komoditas ini tetap diburu. Mahalnya harga rempah-rempah karena melewati proses distribusi yang panjang.

    Rempah-rempah yang dibutuhkan di Eropa sebagian besar terdapat di wilayah Indonesia. Rempah-rempah tersebut antara lain lada, cengkeh, pala, dan bunga pala. Lada ditemukan di sebagian besar wilayah Sumatra dan Jawa. Cengkeh merupakan tanaman yang tumbuh subur di Ternate, Tidore, Moti, Makian, dan Bacan. Adapun pala merupakan tanaman endemis di Pulau Banda.

c. Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Turki Utsmani

    Pada 1453 Sultan Muhammad II dari Kesultanan Turki Utsmani berhasil menguasai Konstantinopel Jatuhnya ibu kota Romawi Timur ke tangan Turki Utsmani tersebut menyebabkan kegiatan perdagangan rempah-rempah di Laut Tengah terhenti. Bangsa Turki menutup bandar Konstantinopel sehingga menyebabkan ter putusnya hubungan perdagangan jalur darat antara Eropa dan wilayah Asia, khususnya India dan Tiongkok.

    Sebelum berhasil menguasai Konstantinopel, Kesultanan Turki Utsmani telah berhasil menguasai Laut Mediterania. Oleh karena itu, perdagangan laut antara Eropa dan Asia Timur terhambat Putusnya jalur perdagangan antara Eropa dan Asia menyebabkan suplai rempah rempah ke Eropa berkurang. Padahal pada abad XV permintaan pasar Eropa terhadap rempah rempah mengalami peningkatan. Akibatnya, harga rempah-rempah semakin mahal Kondisi ini mendorong bangsa-bangsa Eropa mencari jalur perdagangan baru dan melakukan penjelajahan ke dunia Timur untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah.

d. Semboyan Gold, Glory, dan Gospel

    Semboyan gold, glory, dan gospel mendorong bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudra. Gold berarti emas yang menggambarkan kekayaan. Semboyan gold mendorong munculnya merkantilisme di Eropa. Merkantilisme merupakan paham yang menganggap kejayaan negara diukur dari banyaknya emas yang dimiliki sebagai hasil keuntungan berdagang. Oleh karena itu, bangsa-bangsa Eropa berlomba-lomba menemukan dunia Timur untuk mendapatkan kekayaan.

    Setelah mendapatkan kekayaan, tujuan selanjutnya adalah mendapatkan kejayaan, kemasyhuran, dan kemenangan. Tujuan tersebut tersirat dalam semboyan glory. Dalam perkembangannya, glory melahirkan imperialisme kuno. Berdasarkan imperialisme kuno, kejayaan suatu negara dilihat dari banyaknya wilayah koloni dan jalur perdagangan yang dikuasai. Kondisi ini menyebabkan bangsa-bangsa Eropa saling mengalahkan untuk menjadi bangsa terkuat dan memiliki daerah kekuasaan yang luas.

    Penjajahan bangsa-bangsa Eropa ke dunia Timur juga membawa misi suci dari gereja yaitu menyebarkan ajaran Injil (gospel). Oleh karena itu, dalam setiap perjalanan bangsa-bangsa Eropa selalu diikuti para misionaris. Bagi para misionaris, menyebarkan ajaran Injil merupakan panggilan hidup dan tugas mulia. Dengan demikian, bangsa-bangsa Eropa memanfaatkan koloninya untuk menyebarkan ajaran Injil.


2. Kedatangan Bangsa-Bangsa Eropa di Indonesia

    Dalam melakukan penjelajahan samudra untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah, bangsa-bangsa Eropa menempuh jalur berbeda. Dalam perkembangannya, bangsa-bangsa Eropa menjadikan daerah penghasil rempah-rempah sebagai koloninya. Bagaimana proses kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia? Perhatikan uraian berikut

a. Bangsa Portugis

    Bangsa Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang melakukan penjelajahan samudra. Penjelajahan samudra yang dilakukan oleh bangsa Portugis mendapat dukungan penuh dari Pangeran Henry, putra Raja Portugis. Ekspedisi pertama bangsa Portugis dipimpin oleh Bartholomeus Diaz pada 1487. Penjelajahan ini dilakukan dengan menyusuri pantai barat Afrika menuju ujung selatan Afrika dan berakhir di Tanjung Harapan (Cape of a Good Hope) pada 1488. Selanjutnya, rombongan ini tidak lanjut kan pelayaran dan memutuskan kembali ke Portugis.

    Pada 1497 Raja Portugis kembali mengirim rombongan penjelajahan samudra. Ia mengutus Vasco da Gama memimpin rombongan pen jelajahan samudra tersebut. Perjalanan yang dilakukan rombongan ini memutari Tanjung Harapan kemudian menyisir pantai timur Afrika dan berlabuh di Kalikut (India) pada 20 Mei 1498. Dalam ekspedisi ini rombongan Vasco da Gama berhasil membawa pulang rempah rempah ke Portugis. Akan tetapi, Vasco da Gama tidak berhasil menjalin hubungan baik dengan para penguasa setempat di Kalikut.

    Pada 1509 Portugis menempatkan Alfonso d'Albuquerque sebagai wakil Portugis di India. Di bawah kepemimpinan Alfonso d'Albuquerque, Portugis berhasil menguasai bandar Goa pada 1510. Selanjutnya, bandar Goa dijadikan markas besar Portugis di India. Setelah berhasil menguasai Goa, Portugis mulai mengincar Malaka.

    Malaka merupakan daerah yang sangat penting bagi Portugis. Pada awal abad XVI kondisi pelabuhan Malaka sangat ramai sehingga bangsa Portugis ingin menguasai wilayah ini. Portugis.mengubah Malaka sebagai pangkalan untuk memasuki Asia Timur dan kepulauan rempah rempah. Dengan menguasai Malaka, Portugis tidak lagi memerlukan pedagang perantara Muslim untuk memperoleh rempah-rempah ataupun barang dari Tiongkok. Pada 10 Agustus 1511 Portugis berhasil menaklukkan Malaka dan Alfonso d'Albuquerque diangkat menjadi penguasa Malaka.

    Setelah berhasil menguasai Malaka, Alfonso d'Albuquerque mengutus tiga kapal Portugis untuk berlayar menemukan kepulauan rempah-rempah di Indonesia bagian timur (Maluku). Rombongan ini dipimpin oleh Antonio de Abreu dan didampingi Fransisco Serrao. Rombongan Antonio de Abreu berhasil mencapai pelabuhan Gresik, Jawa Timur. Akan tetapi, setelah melanjutkan perjalanan salah satu kapal rombongan ini hilang di perairan antara Jawa dan Banda. Meskipun demikian, dua kapal lainnya berhasil mencapai Kepulauan Maluku. Kapal yang dipimpin Fransisco Serrao berhasil mendarat di Hitu. Sementara itu, kapal yang dipimpin Antonio de Abreu berhasil mendarat di Ternate pada 1512.

    Kedatangan Portugis di Ternate mendapat sambutan baik dari Sultan Ternate. Sambutan baik tersebut karena Ternate ingin meminta bantuan Portugis melawan Tidore. Pada saat itu Ternate sedang berseteru dengan Tidore. Sebagai imbalannya, Portugis diizinkan mendirikan benteng dan melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah di wilayah Ternate.

b. Bangsa Spanyol

    Kegiatan penjelajahan samudra bangsa Portugis diikuti oleh bangsa Spanyol Bangsa Spanyol melakukan penjelajahan samudra dengan menempuh jalur berbeda dari bangsa Portugis. Bangsa Spanyol berlayar ke arah barat menyeberangi Samudra Atlantik. Rombongan penjelajahan pertama bangsa Spanyol berangkat pada 3 Agustus 1492. Rombongan ini dipimpin oleh Christophorus Columbus. Rombongan Christophorus Columbus berlayar menggunakan tiga kapal, yaitu Pita, Nina, dan Maria. Rombongan ini berhasil mendarat di Kepulauan Kanari pada 6 September 1492. Selanjutnya, pada 12 Oktober 1492 rombongan ini berhasil mendarat di Kepulauan Bahama. Setelah mendarat di Kepulauan Bahama, rombongan Columbus melanjutkan pelayaran hingga akhirnya mendarat di Haiti dan memutuskan kembali ke Spanyol.

    Penjelajahan samudra bangsa Spanyol selanjutnya dipimpin oleh Amerigo Vespucci, Rombongan Amerigo Vespucci mengikuti rute perjalanan Christophorus Columbus. Rombongan ini berhasil mencapai Amerika Selatan pada 1499, Seteah mendarat di Kepulauan Bahama, rombongan Amerigo Vespucci memberikan nama daerah tersebut dengan nama Amerika. Nama Amerika diambil dari nama pemimpin ekspedisi mereka, yaitu Amerigo Vespucci.

    Keberhasilan ekspedisi Christophorus Columbus dan Amerigo Vespucci mendorong bangsa Spanyol melakukan ekspedisi lanjutan. Ekspedisi Spanyol selanjutnya dipimpin oleh Ferdinand Magellan. Dalam ekspedisi tersebut Ferdinand Magellan dibantu oleh Sebastian del Cano. Rombongan yang berangkat pada 10 Agustus 1519 ini memulai pelayarannya dengan berayar ke arah barat menyeberangi Samudra Atlantik.

    Setelah berhasil mencapai Benua Amerika, rombongan ini melanjutkan perjalanan dengan menyeberangi Samudra Pasifik. Pada 1521 rombongan Ferdinand Magellan berhasil mendarat di Kepulauan Massava yang selanjutnya disebut Kepulauan Filipina. Akan tetapi, dalam pendaratannya di Filipina rombongan ini terlibat pertentangan dengan penduduk lokal yang mengakibatkan Ferdinand Magellan tewas. Peristiwa ini tidak menghentikan ekspedisi penjelajahan samudra bangsa Spanyol. Di bawah pimpinan Sebastian del Cano, rombongan ekspedisi bangsa Spanyol melanjutkan perjalanan ke arah selatan. Rombongan ini berhasil mendarat di Kepulauan Maluku pada 1522. Selanjutnya, rombongan tersebut singgah di Tidore, Bacan, dan Jailolo.

    Di Kepulauan Maluku bangsa Spanyol dan Portugis terlibat perselisihan. Keduanya bersekutu dengan kerajaan setempat untuk saling mengalahkan. Spanyol bersekutu dengan Tidore, sedangkan Portugis bersekutu dengan Ternate. Persaingan kedua bangsa Eropa diselesaikan dengan Perjanjian Saragosa pada 1529. Isi Perjanjian Saragosa sebagai berikut.
      1) Maluku menjadi daerah di bawah pengaruh Portugis.
      2) Spanyol harus meninggalkan Maluku dan memusatkan diri di Filipina.

c. Bangsa Inggris

    Keberhasilan bangsa Spanyol melakukan penjelajahan Samudra di bagian barat Eropa mengilhami Inggris untuk mengirim ekspedisi penjelajahan samudra. Penjelajahan samudra bangsa Inggis pertama dipimpin oleh Francis Drake. Dalam memimpin rombongan penjelajahan bangsa Inggris, Francis Drake dibantu oleh Thomas Cavendis. Rombongan penjelajahan ini mendapat dukungan penuh dari Ratu Elizabeth I.

    Rombongan Francis Drake berangkat dari Inggris pada 1577 dan berlayar mengikuti rute perjalanan bangsa Spanyol. Rombongan ini berhasil tiba di Ternate pada 1579. Di Ternate mereka memborong rempah-rempah untuk dibawa pulang ke Inggris. Francis Drake bersama rombongan kembali ke Inggris pada 1580.

    Pada abad XVII Inggris kembali melakukan penjelajahan samudra dengan mengikuti rute Portugis. Penjelajahan samudra yang dilakukan oleh Inggris kali ini bertujuan memperluas wilayah kekuasaannya. Dalam kegiatan penjelajahan ini Inggris berhasil menguasai India dan mendirikan East India Company (EIC). Dalam perkembangannya, EIC menjadi kongsi dagang yang kuat dan menjadi pesaing utama VOC (kongsi dagang Belanda). EIC juga berusaha menguasai wilayah Kepulauan Indonesia. Oleh karena itu, EIC berusaha menjalin kerja sama dengan para penguasa lokal yang mulai kehilangan kepercayaan terhadap VOC.

    Pada 1628 Inggris berhasil menjalin kerja sama dengan Banten. Kerja sama ini dibuktikan saat Banten mengizinkan Inggris mendirikan pangkalan dagang utama Asia Tenggara dan benteng di Banten. Pembangunan benteng Inggris di Banten bertujuan menjamin per dagangan lada dan keamanan dari blokade VOC. Selain mendirikan pangkalan dagang di Banten, EIC mendirikan pangkalan dagang di Bengkulu. EIC berhasil menjalin kerja sama dengan Kerajaan Selebar dan membangun benteng dengan bantuan rakyat setempat Salah satu benteng yang dibangun di Bengkulu adalah benteng Marlborough seperti tampak pada gambar 1.5. Benteng ini dibangun pada 1741. Lokasinya dekat tepi pantai dan terletak di sebuah tanah yang agak tingi untuk memper mudah pengawasan terhadap wilayah tersebut.

d. Bangsa Belanda

    Keberhasilan bangsa Spanyol dan Portugis dalam melakukan penjelajahan samudra mendorong bangsa Belanda turut dalam kegiatan penjelajahan. Penjelajahan yang dilakukan bangsa Belanda mengikuti rute bangsa Portugis ke dunia Timur. Belanda juga meniru strategi bangsa Portugis dalam melakukan ekspedisi. Tindakan Belanda tersebut tidak lepas dari keberadaan orang-orang Belanda yang bekerja di kapal-kapal Portugis.

    Salah satu orang Belanda yang bekerja di kapal Portugis adalah Jan Huygen van Lin-schoten. Pada 1595 ia menerbitkan buku berjudul Iti-nerario naer Oost ofte Portugaels Indien (Pedoman Perjalanan ke Timur atau Hindia Portugis). Buku ini memuat peta dan deskripsi mengenai penemuan-penemuan bangsa Portugis dalam kegiatan penjelajahan samudra. Berdasarkan buku tersebut, bangsa Belanda mengetahui kekayaan besar yang terdapat di dunia Timur. Selain itu, bangsa Belanda dapat mengetahui persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa Portugis saat melakukan penjelajahan samudra.

    Orang Belanda pertama yang mencoba melakukan penjelajahan samudra adalah Willem Barents. Pada 1594 ia berusaha menuju belahan dunia Timur melalui Kutub Utara. Akan tetapi, akibat keterbatasan pengetahuan tentang penjelajahan samudra, kapal yang ditumpangi Willem Barents terjepit bongkahan es di Pulau Novaya Zemlya. Willem Barents berusaha kembali ke Belanda. Akan tetapi, Willem Barents meninggal dalam perjalanan kembali ke Belanda. Pada 1595 Belanda mengirim ekspedisi penjelajahan samudra ke dunia Timur. Ekspedisi ini dipimpin oleh Cornelis de Houtman.

    Pada 1596 rombongan ini berhasil tiba di Banten. Akan tetapi, rombongan Cornelis de Houtman mendapat penolakan dari masyarakat dan pedagang setempat Kondisi ini disebabkan oleh sikap Cornelis de Houtman yang tidak menghormati masyarakat setempat Akhirnya, rombongan ini diusir dari Banten dan melanjutkan pelayaran menyusuri pantai utara Jawa. Pada 1597 rombongan Cornelis de Houtman memutuskan kembali ke Belanda. Mereka membawa banyak rempah-rempah untuk menunjukkan keber hasilannya menemukan kepulauan rempah rempah.

    Pada 1598 rombongan ekspedisi Belanda kembali tiba di Banten di bawah pimpinan Jacob van Neck. Dalam memimpin ekspedisi tersebut, Jacob van Neck dibantu oleh van Waerwijck dan van Heemskerck. Ketiga pemimpin ini lebih pandai berdiplomasi dibandingkan Cornelis de Houtman. Mereka berusaha memperbaiki kesalahan yang dilakukan rombongan Cornelis de Houtman. Mereka memberi cendera mata berupa tempat minum dari emas murni kepada penguasa Banten. Rombongan ini juga lebih ramah dengan masyarakat setempat Oleh karena itu, rombongan ini diterima dengan baik oleh masyarakat Banten. Bahkan, rombongan ini berhasil menjalin hubungan baik dengan masyarakat dan pedagang Banten. Hubungan tersebut semakin terlihat ketika Belanda diizinkan mendirikan kantor dagang setelah memberikan jaminan sejumlah uang. Setelah menguasai Banten, Belanda melanjutkan ekspedisi ke bagian timur. Mereka berhasil menguasai Maluku dan menggeser kedudukan Portugis ke wilayah Papua dan Nusa Tenggara Timur.





Post a Comment

0 Comments