PK Biologi XI - Semester 1 - Sistem Reproduksi - Bagian 2

PK Biologi XI - Semester 1 - Sistem Reproduksi - Bagian 2

BIOLOGI SMA/MA

Kelas XI Semester I




BAB 10
Sistem Reproduksi


Pendalam Materi


Mengamati Fungsi Organ-organ pada Sistem Reproduksi Manusia


II. Sistem Reproduksi Wanita


Sistem reproduksi wanita tersusun dari organ yang terletak di dalam tubuh dan di luar tubuh. Organ yang terletak di dalam tubuh, yaitu ovarium, tuba Fallopi (tuba uterina/oviduk), uterus, dan vagina. Organ yang terletak di luar tubuh, yaitu vulva (pudendum).



A. Organ Reproduksi Wanita


Organ reproduksi wanita adalah sebagai berikut.


1. Ovarium (indung telur) berjumlah sepasang, terletak di rongga pelvis (panggul), serta berbentuk seperti buah kenari dengan ukuran panjang 3-5 cm, lebar 2-3 cm, dan tebal 1 cm. Ovarium berfungsi sebagai tempat oogenesis serta menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Struktur ovarium meliputi bagian-bagian berikut.

•Kulit (korteks) atau zona parenkimatosa terdiri atas tunika albuginea (epitel berbentuk kubus), jaringan ikat stroma yang mengandung folikel primordial dan folikel Graaf, serta sel-sel Walthard.

•Inti (medula) atau zona vaskulosa terdiri atas jaringan ikat stroma yang berisi pembuluh darah, serabut saraf, dan otot polos.


2. Tuba Fallopi (tuba uterina/oviduk) berjumlah sepasang dan berukuran panjang 10 cm dengan diameter 0,7 cm. Tuba Fallopi memiliki bagian infundibulum (ujung terbuka berbentuk corong dengan fimbria untuk menyapu oosit yang terovulasi, ampula (segmen tengah), dan ismus (segmen dekat uterus). Dinding tuba memiliki epitel bersilia untuk menggerakkan oosit menuju ke uterus (memerlukan waktu 4-5 hari). Umumnya, fertilisasi terjadi di sepertiga bagian atas tuba Fallopi.


3. Uterus merupakan organ tunggal berongga, berbentuk seperti buah pir terbalik, serta berukuran panjang 7 cm dan lebar 5 cm dengan diameter 2,3 cm. Uterus terletak di antara rektum dan kandung kemih. Dinding uterus tersusun dari perimetrium (terluar), miometrium (lapisan tengah jaringan otot polos). dan endometrium (terdalam). Endometrium mengalami peru bahan selama siklus menstruasi. Endometrium berfungsi sebagai tempat implantasi zigot dan pertumbuhan janin. Endometrium terdiri atas dua lapisan, yaitu stratum fungsionalis (mengandung kelenjar dan luruh saat menstruasi) dan stratum basalis (berdekatan dengan miometrium dan tidak mengalami perubahan selama siklus menstruasi). Bagian leher bawah uterus disebut serviks.


4. Vagina merupakan tabung fibromuskular yang panjangnya sekitar 8-10 cm. Dinding vagina lipat-lipat, elastis, dan dilapisi oleh epitel pipih berlapis banyak yang memiliki reseptor untuk estrogen. Vagina berfungsi sebagai organ kopulasi serta jalan aliran menstruasi dan jalan lahir bayi. Sebelum pubertas dan setelah menopause, konsentrasi estrogen rendah sehingga lapisan vagina tipis, akumulasi glikogen pada sel-sel mukosa sedikit, dan pH menjadi basa. Pada masa reproduktif, konsentrasi estrogen meningkat sehingga lapisan vagina tebal. Akumulasi glikogen yang tinggi pada sel-sel mukosa akan dimetabolisme oleh bakteri normal vagina menjadi asam laktat sehingga vagina bersifat asam (pH 3,5-4,0).


5. Vulva (pudendum) merupakan organ genitalia luar yang terdiri atas bagian-bagian berikut:

•Mons pubis merupakan bantalan jaringan lemak berkulit. Mons pubis ditutupi oleh rambut setelah masa pubertas.

•Labia major (bibir besar) merupakan dua lipatan kulit longitudinal dari mons pubis merentang ke bawah dan bertemu di perineum dekat anus. Setelah masa pubertas, labia major ditutupi oleh rambut.

•Labia minor (bibir kecil) merupakan dua lipatan kulit di antara kedua labia major dan tidak ditutupi oleh rambut. Labia minor mengandung kelenjar sebasea dan beberapa kelenjar keringat.

•Klitoris, homolog dengan penis laki-laki, tetapi berukuran lebih kecil dan tidak memiliki lubang uretra. Klitoris memiliki dua korpus kavernosum dari jaringan erektil. Jaringan di klitoris mengandung banyak ujung saraf yang sensitif.

•Vestibula merupakan area yang dikelilingi oleh labia minor serta menutupi lubang uretra, mulut vagina, dan saluran kelenjar Bartholin. Kelenjar Bartholin menghasilkan lendir saat eksitasi seksual.

•Orifisium uretra merupakan jalur keluar urine dari kandung kemih. Bagian tepi orifisium uretra mengandung dua kelenjar parauretral (skene).

•Mulut vagina dikelilingi oleh membran yang disebut himen (selaput dara). Himen pada setiap wanita memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi.



B. Hormon Kelamin Wanita


Hormon kelamin wanita diproduksi oleh ovarium, uterus, plasenta, hipofisis, dan hipotalamus.

•Estrogen dihasilkan oleh ovarium (folikel dan korpus luteum) dan plasenta. Estrogen berpengaruh pada pertumbuhan organ reproduksi, kelenjar mae, sekresi cairan pada serviks yang memudahkan sperma masuk ke uterus, dan proses kelahiran.

•Progesteron dihasilkan oleh ovarium (korpus luteum) dan plasenta. Progesteron berfungsi merangsang pertumbuhan endometrium uterus untuk persiapan implantasi zigot, menghambat kontraksi uterus, merangsang pertumbuhan sel-sel alveolar kelenjar mamac, meningkatkan viskositas mukus serviks sehingga menghambat masuknya sperma, dan sedikit meningkatkan suhu tubuh.

•LH (Luteinizing Hormone) dihasilkan oleh hipofisis, berfungsi merangsang ovarium untuk memproduksi estrogen dan progesteron, serta memacu pertumbuhan korpus luteum dan ovulasi.

•FSH (Follicle Stimulating Hormone) dihasilkan oleh hipofisis. FSH berfungsi merangsang ovarium untuk memproduksi estrogen dan progesteron serta memacu pertumbuhan dan perkembangan folikel (sel telur).

•GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) dihasilkan oleh hipotalamus. GnRH berfungsi merangsang hipofisis untuk menyekresi LH dan FSH.

•HCG (Human Chorionic Gonadotropin) disekresikan oleh sel-sel embrionik mulai dari hari ke-10 setelah fertilisasi. Hormon HCG berfungsi mempertahankan produksi Progesteron dan estrogen oleh ovarium.

•Laktogen plasenta (HPL/Human Placental Lactogen) atau Somatomammotropin korionik disekresi oleh plasenta serta berfungsi merangsang pertumbuhan kelenjar mamae untuk Persiapan laktasi pada ibu hamil.

•Tirotropin korionik disekresikan oleh plasenta dan berfungsi meningkatkan laju metabolisme pada ibu hamil.

•Relaksin disekresikan oleh korpus luteum kehamilan pada ovarium dan plasenta serta berfungsi untuk merelaksasi serviks dan fibrokartilago pada simfisis pubis (persendian tulang panggul) sehingga memudahkan kelahiran.

•Prolaktin dihasilkan oleh hipofisis serta berfungsi merangsang pertumbuhan duktus dan alveolus pada kelenjar mamac saat kehamilan dan produksi air susu selama menyusui.

•Oksitosin dihasilkan oleh hipotalamus dan disimpan di hipofisis posterior.

•Oksitosin berfungsi merangsang kontraksi otot polos uterus selama proses kelahiran dan merangsang kelenjar mamae untuk pengeluaran air susu.

•CRH (corticotropin releasing hormone) dihasilkan oleh plasenta berfungsi memacu produksi estrogen plasenta dan perubahan paru-paru janin untuk menghirup udara.

•Prostaglandin dihasilkan oleh uterus serta berfungsi memengaruhi robeknya folikel saat ovulasi dan merangsang kontraksi uterus saat kelahiran.



C. Gametogenesis pada Wanita (Oogenesis)


Gametogenesis (pembentukan sel kelamin) pada wanita disebut oogenesis. Oogenesis terjadi di ovarium. Oogenesis dimulai saat kehidupan janin sebelum lahir, setelah lahir, masa pubertas, hingga masa produktif sebelum menopause.


1. Oogenesis pralahir

Oogonium (2n) berproliferasi melalui pembelahan mitosis selama kehidupan janin dan menghasilkan 6-7 juta oosit primer (2n). Oosit primer tersebut akan tetap berada pada tahap profase meiosis I setelah lahir hingga sebelum masa pubertas (berada dalam keadaan meiotic arrest). Setiap oosit primer (2n) diselubungi oleh selapis sel-sel yang disebut folikel primordial. Seiring bertambahnya usia, sebagian folikel primordial berdegenerasi sehingga jumlahnya menurun.


2. Oogenesis pascalahir

Pada saat lahir, jumlah folikel primordial dalam ovarium sekitar 2 juta. Pada usia 7 tahun, berjumlah sekitar 300.000 Pada saat pubertas, berjumlah 50.000-100.000, tetapi hanya 350-400 yang akan hidup dan berkembang untuk diovulasikan satu per satu setiap bulannya selama tahun tahun produktif.


3. Oogenesis pascapubertas

•Pada masa pubertas, hormon GnRh yang dihasilkan oleh hipotalamus dan gonadotropin dari hipofisis berpengaruh pada perkembangan folikel primordial menjadi folikel primer, kemudian menjadi folikel sekunder. Setiap bulan dihasilkan 20-50 folikel sekunder, tetapi hanya satu yang matang untuk diovulasikan. Sebelum ovulasi, oosit primer (2n) dalam folikel matang mengalami pembelahan meiosis I dengan pembagian sitoplasma yang tidak sama, yaitu oosit sekunder (n) yang berukuran besar dan badan polar I (n) yang berukuran kecil.

•Oosit sekunder (n) mengalami metafase meiosis II dan berhenti. Oosit sekunder ini selanjutnya akan membebaskan diri dari sel-sel yang menyelubunginya dan terdorong keluar dari permukaan ovarium, disebut ovulasi.

•Jika oosit sekunder yang terovulasi dibuahi oleh sperma, pembelahan meiosis akan berlanjut hingga terbentuk ootid (n) dan badan polar II (n). Ootid akan berkembang menjadi ovum (n) yang matang, Jika badan polar I (n) belum berdegenerasi, pada waktu yang bersamaan, akan mengalami meiosis II menjadi dua badan polar II (n).

•Jika oosit sekunder yang terovulasi tidak dibuahi, akan terjadi disintegrasi (pecah).



D. Siklus Menstruasi


Siklus menstruasi adalah siklus kompleks yang merupakan hasil interaksi sistem endokrin (hipotalamus, hipofisis, dan ovarium) dengan sistem reproduksi yang menyebabkan terjadinya perubahan pada endometrium uterus. Perubahan endometrium uterus tersebut menyebabkan terjadinya perdarahan bulanan yang disebut menstruasi (mens). Siklus menstruasi terjadi pada saat pubertas dimulai. Pada umumnya, rentang siklus menstruasi adalah 28 hari. Siklus terpendek 18 hari, sedangkan siklus terpanjang 40 hari. Siklus menstruasi terdiri atas siklus ovarium dan siklus endometrium uterus.


1. Siklus ovarium terbagi menjadi dua fase secara bergantian, yaitu fase folikel dan fase luteal.


a. Fase folikel

•Di awal siklus (hari ke-1), hipotalamus menyekresikan GnRh yang memengaruhi hipofisis (pituitari) anterior untuk menyekresikan FSH dan LH.

•Kelompok folikel primer (berjumlah 20-25) yang memiliki reseptor FSH dan LH mulai menyekresi estrogen. Folikel primer tumbuh dan membentuk antrum (ruangan) menjadi folikel sekunder.

•Peningkatan estrogen dalam plasma darah akan menghambat FSH dan LH. Penurunan FSH ini selanjutnya menghambat pertumbuhan folikel, kecuali folikel utama yang akan dilepaskan saat ovulasi.

•Kadar estrogen yang terus meningkat pada pertengahan fase folikel menyebabkan hipofisis meningkatkan produksi LH.

•Puncak LH menimbulkan efek terhadap folikel utama, yaitu oosit primer berkembang menjadi oosit sekunder serta sintesis enzim dan hormon prostaglandin untuk merobek folikel matang (folikel Graaf) sehingga terjadi ovulasi yang membebaskan oosit sekunder. Ovulasi pada umumnya terjadi pada hari ke-14 (wanita dalam keadaan subur). Biasanya, penentuan masa subur wanita sekitar hari ke-13 sampai ke-15.


b. Fase luteal

•Folikel Graaf yang ditinggalkan oosit sekunder berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum selanjutnya memproduksi progesteron dan sedikit estrogen.

•Peningkatan kadar progesteron dan plasma darah berefek umpan balik negatif terhadap estrogen dalam LH dan FSH sehingga kadar FSH dan LH menurun. Kadar LH yang rendah menyebabkan korpus luteum (badan kuning) mengalami kemunduran dan berubah menjadi korpus albikan (badan putih). Akibatnya, kadar estrogen dan progesteron menurun dengan tajam.

•Penurunan kadar estrogen dan progesteron tersebut menyebabkan berkurangnya efek umpan balik negatif terhadap hipofisis sehingga hipofisis anterior mulai memproduksi FSH dan LH untuk memulai siklus baru.


2 Siklus endometrium uterus terdiri atas tiga fase, yaitu fase menstruasi (haid), fase proliferasi, dan fase sekretori (progestasi).


a. Fase menstruasi (haid), yaitu fase pengeluaran darah dan sisa endometrium dari vagina. Fase ini umumnya berlangsung selama 4-5 hari, Hari ke-1 haid dianggap sebagai permulaan siklus baru dan dimulainya fase folikel. Saat menstruasi masih berlangsung, sel-sel lapisan basal membelah untuk memperbaiki endometrium di bawah pengaruh estrogen yang dihasilkan oleh folikel yang sedang tumbuh dalam ovarium.


b. Fase proliferasi berlangsung dari akhir haid sampai ovulasi. Estrogen merangsang proliferasi endometrium hingga menjadi tebal serta merangsang pertumbuhan kelenjar dan pembuluh darah


c. Fase sekretori (progestasi) terjadi setelah ovulasi atau ketika terbentuk korpus luteum. Korpus luteum memproduksi progesteron dalam jumlah sar dan estrogen. Progesteron mengubah endometrium yang tebal menjadi jaringan kaya pembuluh darah dan glikogen dari hasil sekresi kelenjar, untuk mendukung kehidupan embrio jika terjadi pembuahan dan implantasi. Namun, jika tidak terjadi pembuahan dan implantasi, endometrium akan meluruh dan terjadi perdarahan (dimulainya fase haid).








Post a Comment

0 Comments