PK Biologi XI - Semester 1 - Sistem Sirkulasi - Bagian 3

PK Biologi XI - Semester 1 - Sistem Sirkulasi - Bagian 3

BIOLOGI SMA/MA

Kelas XI Semester I




BAB 5
Sistem Sirkulasi


Pendalam Materi



Mengamati Jantung dan Darah pada Manusia 


F. Organ Peredaran Darah


Organ penyusun sistem peredaran darah pada manusia, yaitu jantung dan pembuluh darah (arteri, kapiler, dan vena).


1. Jantung


Jantung merupakan organ berongga yang terdiri atas empat ruangan, berbentuk seperti kerucut tumpul dengan puncak (apeks) di bawah miring ke sebelah kiri, terletak di antara kedua paru-paru, dan berukuran sebesar kepalan tangan pemiliknya. Berat jantung orang dewasa, yaitu 220-260 gram. Jantung dan pembuluh darah besar dibungkus oleh membran perikardium. Perikardium merupakan kantong yang terdiri atas lapisan ganda yang dapat membesar dan mengecil, mengandung cairan perikardial, serta melekat pada diafragma, sternum, dan pleura (lapisan pembungkus paru-paru). Dinding jantung terdiri atas tiga lapisan, yaitu sebagai berikut.


a. Epikardium merupakan bagian luar yang menutup permukaan jantung dan tersusun dari lapisan sel-sel mesotelium yang berada di atas jaringan ikat.

b. Miokardium merupakan bagian tengah yang terdiri atas jaringan otot jantung dan mampu berkontraksi untuk memompa darah. Ketebalan miokardium pada tiap ruangan jantung bervariasi.

c. Endokardium merupakan bagian dalam yang tersusun dari lapisan endotelium. Endokardium melapisi jantung, katup. dan berhubungan dengan lapisan endotelium pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung.


Sel-sel otot jantung mengalami modifikasi membentuk sistem penghantar rangsangan yang mengatur denyut jantung. Rambatan rangsangan terjadi dari satu sel otot jantung ke sel yang lainnya. Serat Purkinje merupakan sel-sel otot jantung khusus yang berperan dalam sistem penghantar rangsangan, yang terdapat di bawah endokardium. Otot jantung akan berkontraksi secara ritmis dan terus-menerus memompakan darah melalui sistem sirkulasi. Kerja otot jantung diatur oleh sistem saraf otonom (saraf tidak sadar), yaitu saraf simpatik dan parasimpatik. Saraf simpatik bekerja mempercepat denyut jantung, sedangkan saraf parasimpatik memperlambat denyut jantung.


Jantung memiliki empat ruangan, yaitu atrium (serambi) kanan dan kiri serta ventrikel (bilik) kanan dan kiri.


a. Atrium kanan dan kiri dipisahkan oleh septum interatrial.

Namun, di antara atrium kanan dan atrium kiri janin. terdapat lubang yang disebut foramen ovale. Dinding atrium relatif tipis. Atrium menerima darah dari vena yang membawa darah kembali ke jantung. Atrium kanan menerima darah dari seluruh tubuh, kecuali paru-paru. Sementara itu, atrium kiri menerima darah dari paru-paru.

b. Ventrikel kanan dan kiri dipisahkan oleh septum interventrikuler.

Ventrikel berdinding tebal sehingga mampu mendorong darah keluar dari jantung menuju arteri yang membawa darah meninggalkan jantung. Ventrikel kanan memompa darah menuju ke paru-paru melalui batang pulmonari. Sementara itu, ventrikel kiri memompa darah ke seluruh tubuh melalui aorta. Dinding ventrikel kiri lebih tebal tiga kali lipat daripada dinding ventrikel kanan.

c. Katup jantung terdiri atas katup trikuspid dan katup bikuspid (katup mitral).

• Katup trikuspid terletak di antara atrium kanan dan ventrikel kanan serta memiliki tiga daun katup. Jika tekanan darah pada atrium kanan lebih besar daripada atrium kiri, daun katup trikuspid akan terbuka dan darah mengalir dari atrium kanan ke ventrikel kanan. Jika tekanan darah pada ventrikel kanan lebih besar daripada atrium kanan, daun katup trikuspid akan menutup sehingga dapat mencegah aliran balik dan darah dari ventrikel kanan tidak kembali ke atrium kanan.

• Katup bikuspid (katup mitral) terletak di antara atrium kiri dan ventrikel kiri. Katup ini berfungsi mencegah aliran balik sehingga darah dari ventrikel kiri tidak kembali ke atrium kiri.


Sistem Pengaturan Jantung


Jantung memiliki sifat otoritmisitas, yaitu mampu berkontraksi atau berdenyut secara ritmis akibat potensial aksi yang dihasilkannya sendiri. Sel-sel jantung yang mampu melakukan otoritmisitas terletak di tempat-tempat sebagai berikut.


a. Nodus sinoatrialis (nodus SA) adalah suatu daerah kecil khusus di dinding atrium kanan dekat pintu masuk vena kava superior. Nodus SA disebut pemacu normal dan memiliki potensial aksi 70-80 denyur per menit.

b. Nodus atrioventrikel (nodus AV) adalah suatu berkas kecil sel-sel otot jantung khusus yang terletak di dasar atrium kanan dekat septum, tepat di atas pertemuan atrium dan ventrikel. Nodus AV memiliki potensial aksi 40-60 denyut per menit.

c. Berkas His (berkas atrioventrikel) adalah sel-sel khusus yang berasal dari nodus AV dan masuk ke septum antarventrikel. Berkas ini terbagi menjadi dua cabang berkas, kanan dan kiri yang turun menyusuri septum, dan melengkung mengelilingi ujung rongga ventrikel. Berkas His memiliki potensial aksi 20-40 denyut per menit.

d. Serat Purkinje adalah serat-serat halus terminal yang menjulur dari berkas His dan menyebar ke seluruh miokardium ventrikel. Serat Purkinje memiliki potensial aksi 20-40 denyut per menit.


2. Pembuluh Darah


Pembuluh darah merupakan serangkaian tabung (saluran) tertutup dan bercabang yang berfungsi membawa darah dari jantung ke jaringan, kemudian kembali ke jantung. Pembuluh darah utama ada tiga macam, yaitu arteri, kapiler, dan vena.


a. Arteri

Arteri berfungsi membawa darah meninggalkan jantung. Arteri memiliki dinding yang tebal, kuat, dan bersifat elastis. Dinding arteri terdiri atas tiga lapisan, yaitu sebagai berikut.

• Tunika eksterna (adventisia) merupakan lapisan terluar yang terdiri atas jaringan ikat fibrosa dan berfungsi menguatkan dinding arteri.

• Tunika media merupakan lapisan tengah yang terdiri atas jaringan otot polos dan serabut elastis.

• Tunikaka intima merupakan lapisan dalam yang tersusun dari sel-sel endotelium.


Arteri yang terbesar adalah aorta dan arteri pulmonalis, dengan diameter 1-3 cm. Aorta adalah pembuluh darah terbesar yang keluar dari ventrikel kiri dan mengalirkan darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. Pada perbatasan antara ventrikel kiri dengan aorta, terdapat sebuah katup semilunar aorta. Sementara itu, arteri pulmonalis adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah kaya karbon dioksida dari ventrikel kanan ke paru-paru. Pada perbatasan antara ventrikel kanan dengan arteri pulmonalis, terdapat katup semilunar arteri paru-paru. Arteri bercabang-cabang ke seluruh tubuh, membentuk arteriola. Arteri mendapatkan nutrisi dari pembuluh darah vasa vasorum.


b. Kapiler

Kapiler (pembuluh rambut) merupakan pembuluh darah yang sangat halus, berdiameter sekitar 0,008 mm, serta berdinding sangat tipis sehingga memudahkan plasma darah dan zat makanan merembes ke cairan jaringan antarsel. Dinding kapiler tersusun dari selapis endotelium. Kapiler menghubungkan arteriol dengan venula. Area kapiler di seluruh tubuh sangat luas, diperkirakan sekitar 7.000 m pada orang dewasa. Bagian tubuh yang tidak memiliki kapiler, yaitu rambut, kuku, tulang rawan, dan kornea mata.


Fungsi kapiler, antara lain sebagai berikut.

•Penghubung antara arteri dengan vena.

•Mengambil zat-zat dari kelenjar.

•Tempatt terjadinya pertukaran zat-zat antara darah dengan cairan jaringan

•Menyerap zat makanan dari usus.

•Menyaring darah yang terdapat pada ginjal


с. Vena

Vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali ke atrium jantung. Struktur lapisan pada dinding vena seperti pada dinding arteri. Akan tetapi, jumlah otot polos dan serabut clastisnya lebih sedikit, sedangkan jaringan ikat fibrosa berjumlah lebih banyak. Vena memiliki dinding yang tipis dan dapat mengembang, menampung 75% total darah, mengembalikan darah ke jantung dengan tekanan yang sangat rendah, serta memiliki katup-katup seperti kelopak yang muncul dari dalam.


Katup pada vena berfungsi untuk mencegah aliran balik sehingga darah tidak kembali lagi ke sel atau jaringan. Sistem vena terdiri atas venula, vena kecil, vena sedang, dan vena besar. Venula berhubungan dengan kapiler.


Vena berukuran besar yang masuk ke jantung ada tiga macam, yaitu sebagai berikut.

•Vena kava superior merupakan vena yang menerima darah kaya karbon dioksida dari tubuh bagian atas, leher, dan kepala, kemudian masuk ke atrium kanan.

•Vena kava inferior merupakan vena yang menerima darah kaya karbon dioksida dari tubuh bagian bawah, kemudian mengalirkannya masuk ke atrium kanan.

•Vena pulmonalis merupakan vena yang membawa darah kaya oksigen dari paru-paru, kemudian mengalirkannya masuk ke atrium kiri.



G. Mekanisme Peredaran Darah Manusia


Mekanisme sistem peredaran darah pada manusia ada dua macam, yaitu sistem peredaran darah pulmonalis (peredaran darah kecil/pendek) dan sistem peredaran darah sistemik (peredaran darah besar/panjang).


•Sistem peredaran darah pulmonalis (peredaran darah kecil pendek), yaitu sistem peredaran darah dari jantung, menuju ke paru-paru, dan kembali ke jantung. Mekanismenya: ventrikel berkontraksi → katup trikuspid tertutup → katup semilunar arteri paru-paru terbuka → darah kaya CO, dari ventrikel kanan dibawa oleh arteri pulmonalis menuju ke paru-paru kanan dan kiri di paru-paru darah melepaskan CO, → darah mengambil O, di paru-paru → darah kaya O, dibawa oleh vena pulmonalis → menuju ke atrium kiri -→ ventrikel relaksasi katup bikuspid terbuka darah mengalir ke ventrikel kiri.

•Sistem peredaran darah sistemik (peredaran darah besar/panjang), yaitu sistem peredaran darah dari jantung, diedarkan ke seluruh tubuh, dan kembali ke jantung.


Mekanismenya: ventrikel berkontraksi → katup bikuspid tertutup katup semilunar aorta terbuka darah kaya O, dari ventrikel kiti masuk ke aorta → darah kaya O, dibawa oleh arteri diedarkan ke seluruh tubuh (kecuali paru paru) → darah melepaskan O, dan mengambil CO, dari seluruh jaringan tubuh darah kaya CO, dibawa oleh vena kava – menuju ke atrium kanan - ventrikel relaksasi - katup trikuspid terbuka darah mengalir ke ventrikel kanan.


1. Sirkulasi Portal

Sirkulasi portal adalah aliran darah balik (darah vena) yang berasal dari lambung, usus, pankreas, dan limpa yang dikumpulkan melalui vena porta hepatika menuju ke hati dan membentuk sistem kapiler. Kemudian, bersatu dengan kapiler-kapiler dari arteri hepatika. Darah keluar dari hati melalui vena hepatika dan melalui vena kava inferior menuju ke jantung.


2. Sirkulasi Koroner

Sirkulasi koroner adalah peredaran darah di dalam jantung yang berfungsi memberikan darah untuk memenuhi nutrisi seluruh bagian jantung. Arteri koroner kanan dan kiri yang meninggalkan aorta bercabang-cabang menjadi arteri-arteri kecil yang mengitari jantung.


3. Peredaran Darah pada Janin (Fetus)

Ketika masih di dalam kandungan, janin akan mendapatkan oksigen dan zat nutrisi dari darah ibu melalui plasenta. Plasenta merupakan jaringan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah sebagai tempat pertukaran zat. Zat yang diperlukan janin akan diambil dari darah ibu, sedangkan yang tidak berguna akan dikeluarkan. Plasenta terbentuk sekitar minggu ke-8 kehamilan, menempel pada dinding endometrium dan terikat kuat sampai bayi lahir. Plasenta memiliki tali pusar (duktus umbilikal) yang di dalamnya terdapat vena umbilikal dan arteri umbilikal. Vena umbilikal berjumlah satu buah serta berfungsi membawa darah kaya oksigen dan nutrisi dari plasenta ke peredaran darah janin. Arteri timbilikal berjumlah dua buah serta berfungsi membawa darah kaya karbon dioksida dan zat sisa dari tubuh janin ke plasenta.


4. Pengukuran Tekanan Darah Arteri (Sistole dan Diastole)

Tekanan darah adalah daya dorong darah ke semua arah pada seluruh permukaan yang tertutup, yaitu pada dinding bagian dalam jantung dan pembuluh darah. Alat untuk mengukur tekanan darah, yaitu tensimeter atau sfigmomanometer dan stetoskop. Stetoskop biasanya diletakkan tepat pada bagian arteri brakialis di lekuk siku yang dapat teraba dengan jelas. Tekanan darah pada dinding pembuluh ini berubah-ubah pada setiap siklus sirkulasi. Pada saat ventrikel kiri memompa darah masuk ke aorta, tekanan naik sampai puncaknya, disebut sistole. Tekanan kemudian menurun sampai titik terendah, disebut diastole. Jadi, tekanan sistole adalah angka yang menunjukkan tekanan darah ketika jantung berkontraksi untuk memompa darah ke arteri dan nadi. Tekanan diastole adalah angka yang menunjukkan tekanan darah ketika jantung relaksasi atau tekanan darah balik dari arteri dan nadi ke jantung, Tekanan darah normal, yaitu sistole sebesar 120 mmHg dan diastole sebesar 80 mmHg. Tekanan sistole dan diastole seseorang berubah-ubah sesuai dengan keadaan kesehatan serta dipengaruhi oleh faktor usia dan penyakit.


5. Denyut Nadi

Pemeriksaan frekuensi denyut nadi adalah pemeriksaan denyut pada pembuluh nadi atau arteri yang teraba pada dinding pembuluh darah arteri pada saat terjadi gerakan atau aliran darah akibat kontraksi jantung. Pengukuran kecepatannya dapat dilakukan pada beberapa titik denyut, antara lain denyut arteri radialis pada pergelangan tangan, arteri karotis pada leher, arteri brakialis pada lengan atas, arteri popliteal pada belakang lutut, arteri dorsalis pedis, dan arteri tibialis posterior pada kaki. Pemeriksaan denyut nadi dapat dilakukan dengan bantuan stetoskop.


Faktor yang memengaruhi denyut nadi, yaitu sebagai berikut.

•Usia, peningkatan usia menyebabkan frekuensi denyut nadi berangsur-angsur menurun.

•Jenis kelamin, laki-laki memiliki frekuensi denyut nadi sedikit lebih rendah daripada wanita. Denyut nadi wanita lebih cepat 7 hingga 8 kali dibandingkan dengan denyut nadi laki-laki.

•Irama sirkadian adalah proses-proses yang saling berhubungan yang dialami tubuh untuk menyesuaikan dengan perubahan waktu selama 24 jam. Rata-rata frekuensi denyut nadi menurun pada pagi hari dan meningkat pada siang atau sore hari.

•Bentuk tubuh, orang yang tinggi langsing biasanya memiliki frekuensi denyut nadi lebih rendah dibandingkan orang yang gemuk.

•Aktivitas, frekuensi denyut nadi akan meningkat ketika beraktivitas dan akan menurun ketika istirahat.

•Stres dan emosi, rangsangan saraf simpatis serta emosi, seperti cemas, takut, dan gembira, dapat meningkatkan denyut nadi.

•Suhu tubuh, setiap peningkatan 1°C menyebabkan frekuensi denyut nadi meningkat 15 kali/menit. Sebaliknya, jika terjadi penurunan suhu tubuh, frekuensi denyut nadi akan menurun.

•Volume darah, kehilangan darah yang berlebihan akan menyebabkan peningkatan denyut nadi.

•Obat-obatan, beberapa jenis obat dapat menurunkan atau meningkatkan kontraksi jantung dan denyut nadi. Contohnya, kafein, nikotin, kokain, hormon tiroid, dan adrenalin dapat meningkatkan frekuensi denyut nadi.








Post a Comment

0 Comments