Biologi X - Semester 2 - Plantae - Uji Kompetensi 3 (2021)

Biologi X - Semester 2 - Plantae - Uji Kompetensi 3 (2021)

Biologi SMA/MA

Kelas X Semester 2



BAB I
Plantae
"Tumbuhan Paku (Pteridophyta)"



Uji Kompetensi 3


A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Pernyataan berikut ini yang benar mengenal tumbuhan paku (Pteridophyta) adalah . . . .
    a. Memiliki spora dan menghasilkan biji
    b. Daun muda menggulang dan menghasilkan spora.
    c. Memiliki bunga serta akar dan batangnya berkambium.
    d. Tubuhnya masih berupa talus dan daun muda menggulung
    e. Belum memiliki pembuluh angkut dan menghasilkan spora.

Penjelasan:
Ciri-ciri tumbuhan paku sebagai berikut.
    1) Mempunyai akar, batang, dan daun sejati.
    2) Mempunyai kumpulan kotak spora (sorus)
    3) Mengalami pergiliran keturunan.
    4) Habitatnya di pohon atau di tanah yang lembap.
    5) Daun muda menggulung
    6) Memiliki klorofil sehingga dapat melangsung kan fotosintesis.
Sementara itu, belum memiliki pembuluh angkut dan tubuhnya masih berupa talus merupakan ciri-ciri tumbuhan lumut (Bryophyta). Adapun memiliki bunga serta akar dan batangnya berkambium merupakan salah satu ciri tumbuhan Dicotyledoneae.

2. Tumbuhan paku yang tergolong dalam kelas. Psilophytinae mempunyai ciri-ciri yaitu . . . .
    a. Sporangium terletak di buku-buku cabang serta batang beruas-ruas dan berbuku nyata
    b. Sporangium terletak di buku-buku cabang dan duduk daun batang membentuk sayap
    c. Batang beruas-ruas dan berbuku nyata serta duduk daun batang membentuk sayap
    d. Batang beruas-ruas dan berbuku nyata serta memiliki ligula
    e. Batang berongga dan memiliki ligula

Penjelasan:
    Psilophytinae (paku purba) meliputi jenis-jenis tumbuhan paku yang sebagian besar telah punah. Psilophytinae mempunyai batang beruas ruas dan berbuku nyata. Pada batang tersebut, tumbuh daun-daun kecil berbentuk sisik. Sporangium terletak di buku-buku cabang, yaitu di ketiak daun (sinanpum) Sementara itu, duduk daun batang membentak sayap merupakan ciri Filicinae (paku sejati) Hatangnya berongga merupakan ciri Equisetinae (paku ekor kuda). Ligula atau lidah lidah dimiliki oleh kelompok Lycopodiinae (paku kawat).

3. Perhatikan penampang sorus berikut!
Bagian yang berfungsi melindungi sorus ditunjuk oleh angka . . . .
    a. 1
    b. 2
    c. 3
    d. 4
    e. 5

Penjelasan:
    Melindungi sorus merupakan fungsi indusium. Indusium ditunjuk oleh angka 4. Adapun angka 1, yaitu daun fertil, angka 2, yaitu sporangium, angka 3, yaitu spora, dan angka 5, yaitu plasenta.

4. Contoh tumbuhan paku homospora ditunjukkan oleh gambar . . . .

Jawaban: E
Penjelasan:
    Berdasarkan jenis-jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dibedakan menjadi paku homospora, paku heterospora, dan paku per alihan. Paku homospora merupakan tumbuhan paku yang hanya menghasilkan satu jenis spora, contohnya Lycopodium sp. (gambar e). Paku heterospora merupakan tumbuhan paku yang mempunyai makrospora (individu betina) dan mikrospora (individu jantan) dengan ukuran berbeda, contohnya Marsilea crenata (gambar a), Selaginella sp. (gambar c), dan Azolla pinnata (gambar d). Paku peralihan merupakan tumbuhan paku yang menghasilkan spora jantan dan spora betina dengan ukuran yang seragam, contohnya Equisetum debile (gambar b).

5. Cermati beberapa tumbuhan paku berikut!
    1) Psilotum sp.
    2) Platycerium sp.
    3) Dryopteris sp.
    4) Selaginella sp.
    5) Equisetum sp.
    6) Rhynia elegans
Tumbuhan paku yang mempunyai sporofil berbentuk perisai dengan sporangium pada sisi bawahnya ditunjukkan oleh angka . . . .
    a. 1) dan 2)
    b. 2) dan 3)
    c. 3) dan 4)
    d. 4) dan 5)
    e. 5) dan 6)

Penjelasan:
    Tumbuhan paku yang mempunyal sporofil berbentuk perisai termasuk kelompok paku ekor kuda, contoh Equisetum sp. dan Rhynia elegans. Sementara itu, sporangium Psilotum sp. terletak di buku-buku cabang Dryopteris sp. dan Selaginella sp. mempunyai sporangium yang membentuk strobilus di ujung batang atas cabang. Sporangium Platycerium sp. tersusun dalam bentuk sorus.

6. Cermati tahap-tahap pergiliran keturunan pada tumbuhan paku berikut ini!
    1) Spora
    2) Anteridium dan arkegonium
    3) Tumbuhan paku
    4) Protalium
    5) Sporangium
    6) Zigot
Tahap-tahap pergiliran keturunan pada tumbuhan paku yang bersifat diploid (2n) terdapat pada angka . . . .
    a. 1), 2), dan 3)
    b. 1), 2), dan 4)
    c. 1), 3), dan 5)
    d. 3), 5), dan 6)
    e. 4), 5), dan 6)

Penjelasan:
Skema pergiliran keturunan pada tumbuhan paku sebagai berikut.
Dengan demikian, tahap-tahap pergiliran keturunan pada tumbuhan paku yang bersifat diploid (2n) adalah zigot, tumbuhan paku, dan sporangium.

7. Perhatikan gambar tumbuhan paku berikut!
Pasangan antara nama kelas dan ciri yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut yang benar adalah . . . .
    a. Psilophytinae, mempunyai lidah-lidah daun (ligula).
    b. Lycopodiinae, pada batangnya tumbuh daun-daun kecil berbentuk sisik.
    c. Psilophytinae, batang beruas-ruas dan berbuku-buku.
    d. Equisetinae, batangnya berongga dan memiliki cabang yang berkarang.
    e. Filicinae, menghasilkan spora yang tersusun dalam sporangium.

Penjelasan:
    Gambar pada soal yaitu paku ekor merak (Adiantum tenerum), yang termasuk dalam kelas Filicinae (paku sejati). Ciri-ciri kelas Filicinae di antaranya hidup di tempat teduh dan lembap, mempunyai daun sempurna (frond) dan berukuran lebih besar dari tumbuhan paku lainnya, duduk daun pada batang membentuk sayap, dan tumbuhan paku dewasa menghasilkan spora yang tersusun dalam sporangium. Sementara itu, Psilophytinae contohnya Psilotum triquetrum, Lypodiinae contohnya Lycopodium sp. dan Equisetinae contohnya Equisetum sp.

8. Perhatikan skema daur hidup tumbuhan paku heterospora berikut!
Spermatozoid dan ovum berturut-turut ditunjuk kan oleh angka . . . .
    a. 1) dan 2)
    b. 1) dan 3)
    c. 3) dan 4)
    d. 4) dan 5)
    e. 5) dan 6)

Penjelasan:
Skema metagenesis pada tumbuhan paku heterospora sebagai berikut.
Dengan demikian, spermatozoid dan ovum berturut-turut ditunjukkan oleh angka 3) dan 4).

9. Perhatikan gambar di samping! Cara reproduksi vegetatif tumbuhan paku tersebut menggunakan . . . .
    a. Tunas akar
    b. Fragmentasi
    c. Umbi batang
    d. Tunas pada tepi daun
    e. Tunas pada ujung daun

Penjelasan:
    Tumbuhan paku seperti gambar adalah Ophinglosum sp. Cara reproduksi vegetatif Ophioglosum sp, menggunakan tunas akar. Sementara itu, contoh tumbuhan paku yang cara reproduksi vegetatifnya dengan fragmentasi yaitu Dryopteris rigido. Contoh tumbuhan paku yang cara reproduksi vegetatifnya dengan umbi batang yaitu Marsilea crenata. Contoh tumbuhan paku yang cara reproduksi vegetatifnya dengan tunas pada tepi daun, yaitu Asplenium bulbiferum. Contoh tumbuhan paku yang cara reproduksi vegetatifnya dengan tunas pada ujung daun, yaitu Asplenium pinnatifidum.

10. Perhatikan gambar berikut!
Berdasarkan jenis-jenis spora yang dihasilkan, pengelompokan tumbuhan paku tersebut dalam tabel berikut yang benar adalah . . . .
    a. a) Paku homospora, b) Paku heterospora
    b. a) Paku homospora, b) Paku peralihan
    c. a) Paku heterospora, b) Paku homospora
    d. a) Paku peralihan, b) Paku heterospora
    e. a) Paku peralihan, b) Paku homospora

Penjelasan:
Gambar (a) adalah Lycopodium sp., sedangkan gambar (b) adalah Equisetum debile. Lycopodium sp. termasuk paku homospora karena hanya menghasilkan satu jenis spora. Semua spora mempunyai bentuk dan ukuran yang seragam. Sementara itu, Equisetum debile termasuk paku peralihan karena dapat menghasilkan dua macam spora, yaitu spora Jantan dan spora betina. Namun, spora-spora yang dihasilkan tersebut mempunyai hentuk dan ukuran seragam Adapun paku heterospora, yaitu tumbuhan paku yang mempunyai makrospora untuk individu berkelamin betina dan mikrospora untuk individu berkelamin jantan. Mikrospora berukuran lebih kecil dibandingkan makrospera Contoh paku heterospora, yaitu Selaginella sp.

11. Perhatikan beberapa ciri daun tumbuhan paku berikut!
    1) Berukuran kecil.
    2) Berbentuk seperti sisik
    3) Bertangkal
    4) Tidak bertulang daun
    5) Sel-selnya mengalami diferensiasi
Ciri-ciri daun mikrofil terdapat pada angka . . . .
    a. 1), 2), dan 3)
    b. 1), 2), dan 4)
    c. 2), 3), dan 4)
    d. 2), 3), dan 5)
    e. 3), 4), dan 5)

Penjelasan:
    Daun rofil pada tumbuhan paku mempunyai ukuran kecil, berbentuk seperti rambut atau sisik tidak bertangkai, tidak bertulang daun, dan sel selnya belum mengalami diferensiasi. Sementara itu, daun makrofil mempunyai ukuran besar bertangkai dan bertulang daun, serta sel-selnya mengalami diferensiasi membentuk jaringan tiang jaringan bunga larang, tulang daun, dan stomata.

12. Perhatikan gambar tumbuhan paku berikut!
Reproduksi vegetatif kedua tumbuhan paku tersebut yang benar adalah . . . .
    a. X) Umbi batang, Y) Fragmentasi
    b. X) Tunas akar, Y) Tunas akar
    c. X) Fragmentasi, Y) Tunas pada ujung daun
    d. X) Tunas akar, Y) Tunas pada tepi daun
    e. X) Tunas pada tepi daun, Y) Fragmentasi

Penjelasan:
    Gambar X adalah Dryopteris rigida. Tumbuhan paku tersebut bereproduksi secara vegetatif dengan fragmentasi Gambar Y adalah Asplenium pinnatifidum. Tumbuhan paku tersebut be reproduksi secara vegetatif menggunakan tunas pada ujung daun. Tumbuhan paku yang bereproduksi dengan umbi batang misalnya Marsilea crenota. Tumbuhan paku yang bereproduksi dengan tunas akar misalnya Ophioglosum sp. Tumbuhan paku yang bereproduksi dengan tunas pada tepi daun misalnya Asplenium bulbiferum.

13 Perhatikan gambar tumbuhan berikut!
Tumbuhan paku berikut yang termasuk ke dalam kelas yang sama dengan tumbuhan pada gambar adalah . . . .
    a. Ophioglossum reticulatum
    b. Pseudosporochnus krejcil
    c. Lycopodium cernuum
    d. Lepidodendron major
    e. Rhynia elegans

Penjelasan:
    Tumbuhan pada gambar adalah Azolla pinnata (paku air). Azolla pinnata termasuk dalam kelas Filicinae (paku sejati). Tumbuhan paku yang juga termasuk ke dalam kelas Filicinae adalah Ophioglossum reticulatum. Sementara itu, Pseudosporochnus krejcii termasuk ke dalam kelas Psilophytinae (paku purba). Lycopodium cernuum dan Lepidodendron major termasuk ke dalam kelas Lycopodiinae (paku kawat). Rhynia elegans termasuk ke dalam kelas Equisetinae (paku ekor kuda).

14. Perhatikan jenis-jenis tumbuhan paku berikut!
    1) Adiantum cuneantum.
    2) Rhynia elegans
    3) Ophioglossum reticulatum
    4) Equisetum sp.
    5) Platycerium bifurcatum
Jenis tumbuhan paku yang sporofilnya tersusun dalam strobilus (kerucut) pada ujung batang atau cabang ditunjukkan oleh angka . . . .
    a. 1) dan 3)
    b. 1) dan 4)
    c. 2) dan 4)
    d. 2) dan 5)
    e. 3) dan 5)

Penjelasan:
    Sporofil yang tersusun dalam strobilus (kerucut) pada ujung batang atau cabang dapat dijumpai pada jenis tumbuhan paku kelas Equisetinae (paku ekor kuda). Contoh Equisetinae yaitu Rhynia elegans dan Equisetum sp Sementara itu. Adiantum cuneatum, Platycerium bifurcutum, dan Ophioglossum reticulatum termasuk ke dalam kelas Filicinae (paku sejati) yang sporofilnya tidak tersusun dalam strobilus (kerucut) pada ujung batang atau cabangnya.

15. Ciri tumbuhan paku peralihan adalah . . . .
    a. Hanya menghasilkan satu jenis spora
    b. Menghasilkan dua spora yang memiliki jenis sama
    c. Menghasilkan spora jantan yang berukuran lebih kecil daripada spora betina
    d. Menghasilkan spora jantan yang berulouran lebih besar daripada spora betina
    e. Jenis spora yg dihasilkan herbeda, tetapi memiliki bentuk dan ukuran yang sama 

Penjelasan:
    Paku peralihan yaitu tumbuhan paku yang dapat menghasilkan dua macam spora, yaitu spora jantan dan spora betina. Namun, spora-spora yang dihasilkan tersebut mempunyai bentuk dan ukuran seragam. Sementara itu, mikrospora (spora jantan) yang berukuran kecil dan makrospora (spora betina) yang berukuran besar dihasilkan oleh paku heterospora. Tumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora saja disebut tumbuhan paku homospora.



B. Isilah dengan jawaban yang tepat!


1. Berdasarkan jenis-jenis spora yang dihasilkan. tumbuhan paku dibedakan menjadi paku . . . , . . . , dan . . . .
Jawaban: Homospora, heterospora, peralihan

2. Pada reproduksi tumbuhan paku (Pteridophyta) terjadi pergiliran keturunan (metagenesis). Pada proses metagenesis, peristiwa meiosis terjadi pada saat . . . .
Jawaban: Pembentukan spora dalam sporangium

3. Daun tumbuhan lumut yang berfungsi untuk fotosintesis dan menghasilkan spora disebut . . . .
Jawaban: Daun fertil

4. Berdasarkan daur hidupnya, tumbuhan paku yang kita jumpai sehari-hari sebenarnya berupa . . . .
Jawaban: Sporofit

5. Protalium merupakan bagian dari daur hidup tumbuhan paku yang disebut sebagai generasi . . . .
Jawaban: Gametofit



C. Kerjakan soal-soal berikut!


1. Menurut Rika, tumbuhan paku termasuk tumbuhan yang tubuhnya dapat dibedakan antara akar, batang, dan daunnya. Selain itu, tumbuhan paku termasuk tumbuhan berspora sehingga tumbuhan paku dikelompokkan dalam Cormophyta berspora. Benarkah pendapat Rika tersebut? Jelaskan!
Jawaban:
    Tumbuhan paku dikelompokkan dalam Cormophyta karena mempunyai tubuh yang dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Ciri-ciri tumbuhan paku yang lain yaitu berkembang biak menggunakan spora. hidupnya di tanah lembap, mengalami metagenesis, dan generasi sporofit tumbuhan paku lebih dominan daripada generasi gametofit. Oleh karena berkembang biak dengan spora, tumbuhan paku dimasukkan ke dalam kelompok Cormophyta berspora. Jadi, pendapat Rika benar.

2. Perhatikan gambar berikut!
Bagaimana perbedaan sporangium pada kedua jenis tumbuhan paku tersebut? Jelaskan!
Jawaban:
    Gambar a) adalah Pseudosporochnus krejcii, sedangkan gambar b) adalah Platycerium bifurcatum. Pseudosporochnus krejcli termasuk ke dalam kelas Psilophytinae. Sporangiumnya terletak di buku-buku cabang, yaitu di ketiak daun (sinangium). Sementara itu, Platycerium bifurcatum termasuk ke dalam kelas Filicinae, Sporangiumnya tersusun dalam bentuk sorus di permukaan daun.

3. Perhatikan gambar skema metagenesis pada tumbuhan paku berikut!
Berdasarkan gambar tersebut, lengkapilah bagian yang diberi angka 1), 2), 3), 4), dan 5]! Berikan contoh tumbuhan lumut yang mengalami metagenesis tersebut!
Jawaban:
Gambar tersebut merupakan skema metagenesis pada tumbuhan paku peralihan, misalnya Equisetum debile. Adapun skema metagenesis secara lengkap sebagai berikut.
Dengan demikian, bagian yang diberi angka 1) adalah protalium, 2) adalah arkegonium, 3) adalah zigot, 4) adalah tumbuhan paku peralihan (sebagai sporofit), dan 5) adalah sporofil.

4. Perhatikan gambar tumbuhan paku berikut!
    a. Jelaskan ciri-ciri morfologi tumbuhan paku tersebut!
    b. Termasuk kelas apakah tumbuhan paku tersebut?
    c. Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan. termasuk tumbuhan paku apa?
Jawaban:
a. Gambar pada soal yaitu Selaginella convoluta yang termasuk dalam kelas Lycopodiinae (paku kawat). Ciri-ciri tumbuhan paku pada gambar sebagai berikut.
    1) Batang dan akar bercabang-cabang.
    2) Daunnya berukuran kecil, berbentuk sisik dan tersebar pada batang, tidak bertangkai, serta selalu bertulang satu.
    3) Mempunyai lidah-lidah daun (ligula).
    4) Sporangiumnya berkumpul membentuk strobilus di ujung batang atau cabang.
b. Kelas Lycopodiinae.
c. Paku heterospora, karena mempunyai makrospora untuk individu berkelamin betina dan mikrospora untuk Individu berkelamin jantan.

5. Mengapa generasi gametofit tumbuhan paku selalu haploid, sementara generasi sporofitnya selalu diploid?
Jawaban:
    Generasi gametofit berkembang dari spora haploid. Spora haploid berasal dari sporofit (2n) yang membelah secara meiosis sehingga menghasilkan generasi gametofit yang haploid. Sementara itu, generasi sporofit berawal dari peleburan sperinatozoid (n) dan sel telur (n) sehingga terbentuk zigot yang diploid. Zigot ini mengalami perkembangan sehingga terbentuk generasi sporofit yang diploid.






Kami mohon maaf bila ada kesalahan jawaban maupun pertanyaan..
Berilah komentar kesalahan apa yang ada dan kami akan merevisinya.
terima kasih


Post a Comment

0 Comments