Biologi X - Semester 2 - Perubahan Lingkungan dan Dampaknya bagi Kehidupan - Uji Kompetensi 2 (2021)

Biologi X - Semester 2 - Perubahan Lingkungan dan Dampaknya bagi Kehidupan - Uji Kompetensi 2 (2021)

Biologi SMA/MA

Kelas X Semester 2



BAB IV
Perubahan Lingkungan dan Dampaknya bagi Kehidupan
"Pengelolaan Lingkungan"


Uji Kompetensi 2



A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Perhatikan usaha-usaha untuk mencegah pencemaran lingkungan berikut!
    1) Memilih sampo, sabun mandi, dan detergen yang kandungan bahan aktifnya mudah diuraikan.
    2) Menjalankan Program Langit Biru (PLB).
    3) Memperkecil kandungan Pb (timbal) dalam bensin.
    4) Menetralkan limbah industri dengan membuat instalasi pengolahan limbah.
    5) Membuat penampungan limbah rumah tangga yang berupa tangki resapan.
    6) Melakukan reboisasi di sepanjang pinggir jalan.
Usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah pencemaran udara dan air secara berurutan yang benar adalah . . . .

Penjelasan:
a) Usaha-usaha untuk mencegah pencemaran udara sebagai berikut.
    (1) Melakukan reboisasi atau penghijauan (terutama penanaman pohon angsana) sebagai penetral pencemaran udara.
    (2) Menjalankan program pengendalian pencemaran yang disebut Program Langit Biru (PLB).
    (3) Membangun stasiun pemantau kualitas udara permanen dan stasiun udara bergerak.
    (4) Memperkecil kandungan Pb (timbal) dalam bensin dan menekan rasio laju pertambahan kendaraan bermotor.
    (5) Memotivasi masyarakat untuk aktif dalam melakukan penghijauan.
b) Usaha-usaha untuk mencegah pencemaran air sebagai berikut.
    (1) Menetralkan limbah industri dengan membuat instalasi pengolahan limbah.
    (2) Membuat penampungan limbah rumah tangga yang berupa tangki resapan.
    (3) Memilih sampo, sabun mandi, atau detergen yang kandungan bahan aktifnya mudah diuraikan.

2. Di daerah perkotaan jumlah kendaraan bermotor selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sejalan dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor tersebut, konsentrasi gas buang yang berupa karbon dioksida juga mengalami peningkatan. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya berbagai permasalahan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang tepat untuk mengatasi kondisi tersebut. Salah satu upaya untuk mengurangi kadar karbon dioksida di daerah perkotaan dapat dilakukan dengan cara . . . .
    a. Membuat taman-taman kota dan menggalakkan penghijauan
    b. Meningkatkan pajak kendaraan bermotor dan pabrik
    c. Menggunakan transportasi umum saat bepergian dan memindahkan pabrik ke pinggiran kota
    d. Membuat saringan karbon dioksida di tempat-tempat tertentu
    e. Melarang pemakaian kendaraan bermotor dan pendirian pabrik

Penjelasan:
    Penggunaan kendaraan bermotor menghasilkan gas buang yang dapat mencemari udara, misalnya karbon dioksida. Karbon dioksida merupakan polutan udara yang dapat mengakibatkan beberapa permasalahan lingkungan jika konsentrasi di atmosfer sangat besar. Konsentrasi karbon dioksida dapat dikurangi dengan menanam tumbuhan di sepanjang jalan. Hal ini dikarenakan karbon dioksida dapat dimanfaatkan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Oleh karena itu, jika makin banyak tumbuhan maka makin tinggi pula penyerapan karbon dioksida dari udara. Untuk meningkatkan jumlah tumbuhan dapat dilakukan dengan membuat taman-taman kota dan menggalakkan penghijauan. Sementara itu, meningkatkan pajak kendaraan bermotor dan pabrik, menggunakan transportasi umum saat bepergian dan memindahkan pabrik ke pinggiran kota, membuat saringan karbon dioksida di tempat-tempat tertentu, serta melarang pemakaian kendaraan bermotor dan pendirian pabrik bukanlah langkah yang tepat dalam mengurangi kadar karbon dioksida. Meningkatkan pajak kendaraan bermotor dan pabrik merupakan tindakan yang kurang bijak karena pencemaran udara belum terminimalisasi. Menggunakan transportasi umum saat bepergian dan memindahkan pabrik ke pinggiran kota tetap menghasilkan polutan udara sehingga menyebabkan pencemaran linglongan. Membuat saringan karbon dioksida di tempat-tempat tertentu bukan tindakan yang efektif karena membutuhkan banyak blaya untuk membuat saringan tersebut. Melarang pemakaian kendaraan bermotor dan pendirian pabrik bukan tindakan yang bijak karena manusia tetap membutuhkan kendaraan bermotor sebagai alat transportasi dan manusia membutuhkan lapangan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

3. Hutan mangrove di perairan Indonesia bermanfaat untuk mencegah terjadinya abrast. Namun, keberadaan hutan mangrove di Indonesia makin menipis. Hal tersebut terjadi karena banyaknya area butan mangrove yang beralih fungsi untuk pemenuhan kebutuhan komersial. Langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk mencegah kerusakan hutan mangrove adalah . . . .
    a. Menyiapkan lahan pengganti
    b. Menghijaukan kembali hutan mangrove
    c. Menghukum pelaku pengrusakan hutan
    d. Mangrove mengadakan lomba penulisan tentang hutan mangrove
    e. Membuat peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan hutan mangrove

Penjelasan:
    Tindakan yang paling tepat dilakukan pemerintah untuk mencegah terjadinya kerusakan hutan mangrove adalah segera membuat peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pengelolaan hutan mangrove. Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil tindakan guna melestarikan dan melindungi hutan tersebut untuk kepentingan semua pihak.

4. Limbah organik dapat dimanfaatkan untuk membuat kompos. Dalam pembuatan kompos diperlukan mikroorganisme yang berfungsi . . . .
    a. Meningkatkan keasaman sampah
    b. Meningkatkan kebasaan sampah
    c. Menyuplai ketersediaan oksigen
    d. Menghasilkan karbon dioksida
    e. Membantu penguraian sampah

Penjelasan:
    Pengomposan merupakan upaya pengolahan limbah dengan menggunakan prinsip penguraian bahan-bahan organik menjadi bahan-bahan anorganik oleh aktivitas mikroorganime seperti bakteri dan jamur. Jadi, mikroorganisme. berfungsi untuk membantu penguraian sampah.

5. Pasangan antara jenis limbah dan contoh limbah dalam tabel berikut yang benar adalah . . . .

Penjelasan:
    Limbah dibedakan menjadi tiga yaitu limbah organik, limbah anorganik, dan limbah B3. Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari jaringan tubuh makhluk hidup, misalnya sisa sayuran dan potongan-potongan kayu. Limbah anorganik adalah limbah yang tidak dapat diuraikan oleh proses biologi, misalnya plastik bekas dan pecahan kaca. Limbah B3 adalah sisa suatu usaha/kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang dapat mencemari/ mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup atau membahayakan lingkungan hidup. kesehatan, kelangsungan hidup manusia, serta makhluk hidup lain, misalnya kaleng bekas obat nyamuk, botol bekas pembersih lantai, dan jarum suntik bekas.

6. Pengolahan limbah dengan metode konvensional dapat dilakukan secara fisik, kimia, dan biologis. Pengolahan limbah secara biologis dapat dilakukan dengan cara . . . .
    a. Memisahkan bahan-bahan polutan yang mengapung dengan cara penyaringan
    b. Mengolah limbah biodegradable meng gunakan metode lumpur aktif
    c. Mengubah sifat polutan yang tidak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan
    d. Memisahkan bahan polutan yang mudah mengendap dengan proses pengendapan
    e. Menghilangkan logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun dari bahan polutan

Penjelasan:
Pengolahan limbah dapat dilakukan dengan metode konvensional. Metode konvensional dilakukan secara fisik, kimia, dan biologis.
    a) Pengolahan limbah secara fisik
Limbah dipisahkan dari bahan-bahan polutan yang mengapung Pemisahan bahan tersebut dilakukan dengan cara penyaringan. Selanjutnya, bahan polutan yang mudah mengendap dipisahkan dengan proses pengendapan.
    b) Pengolahan limbah secara kimia
Pengolahan limbah secara kimia biasanya digunakan untuk menghilangkan logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun. Zat-zat tersebut dipisahkan dengan cara menambahkan bahan kimia, Tindakan ini dilakukan untuk mengubah sifat polutan yang tidak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan.
    c) Pengolahan limbah secara biologis
Semua limbah yang biodegradable dapat diolah secara biologis yaitu menggunakan metode lumpur aktif. Dalam metode ini pengolahan limbah dilakukan dengan cara menambahkan mikroorganisme ke dalam limbah. Mikroorganisme berfungsi menguraikan polutan dalam limbah.

7. Salah satu cara pengolahan limbah kertas yaitu dengan membuat kertas daur ulang. Kegiatan pembuatan kertas daur ulang tersebut menunjukkan usaha . . . .
    a. Pemanfaatan secara langsung limbah organik
    b. Pemanfaatan secara langsung limbah anorganik
    c. Pemanfaatan secara tidak langsung limbah organik
    d. Pemanfaatan limbah organik dengan cara fermentasi
    e. Pemanfaatan secara tidak langsung limbah anorganik

Penjelasan:
    Kertas merupakan salah satu contoh limbah organik. Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari jaringan makhluk hidup. Kertas terbuat dari bubur kayu. Membuat kertas daur ulang berarti usaha pemanfaatan limbah organik secara tidak langsung. Hal ini karena pembuatan kertas daur ulang memerlukan beberapa proses sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara langsung.

8. Perhatikan beberapa kegiatan berikut!
    1) Menggunakan ember bekas sebagai pot tanaman
    2) Mengganti tas plastik dengan tas kain saat berbelanja.
    3) Membuat tempat pensil dari botol bekas air mineral.
    4) Menggunakan minyak tanah saat diperlukan, saja.
    5) Menyimpan bumbu dapur menggunakan kaleng roti.
Kegiatan yang menerapkan langkah reuse ditunjukkan oleh angka . . . .
    a. 1), 2), dan 3)
    b. 1), 3), dan 5)
    c. 2), 3), dan 4)
    d. 2),4), dan 5)
    e. 3), 4), dan 5)

Penjelasan:
    Reuse (memakal ulang) adalah menggunakan kembali barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi untuk keperluan lain. Pada prinsip reuse ini barang-barang yang sudah tidak terpakai tidak mengalami pengolahan, tetapi hanya dialihfungsikan untuk keperluan lain. Sebagai contoh, menggunakan ember bekas sebagai pot tanaman, membuat tempat pensil dari botol bekas air mineral, dan menyimpan bumbu dapur menggunakan kaleng roti. Sementara itu, mengganti tas plastik dengan tas kain saat berbelanja menerapkan langkah replace (mengganti). Replace adalah mengganti barang sekali pakai dan barang yang tidak ramah lingkungan dengan barang yang dapat digunakan berulang kali dan dengan barang yang dapat didaur ulang. Menggunakan minyak tanah saat diperlukan saja menerapkan langkah reduce (mengurangi pemakaian). Reduce artinya menggunakan barang-barang hanya saat diperlukan saja.

9. Vita sering mengirim surat kepada temannya yang tinggal di luar kota. Namun, akhir-akhir ini Vita mulai menggunakan e-mail (surat elektronik). Dengan demikian, Vita tidak membutuhkan kertas lagi untuk menulis surat sehingga dapat menghemat penggunaan kertas. Tindakan yang dilakukan Vita disebut . . . .
    a. Reuse
    b. Reduce
    c. Repair
    d. Replace
    e. Recycle

Penjelasan:
    Reduce adalah tindakan mengurangi pemakaian barang-barang sehingga dapat menghemat sumber daya alam. Sebagai contoh menghemat penggunaan kertas. Sementara itu, reuse adalah tindakan menggunakan kembali barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi untuk keperluan lain. Sebagai contoh, menggunakan ember bekas untuk menanam bunga. Repair adalah tindakan memperbaiki barang-barang yang rusak agar dapat dipakal kembali. Sebagai contoh, menjahit baju yang robek. Replace adalah tindakan mengganti barang sekali pakai dan barang yang tidak ramah lingkungan dengan barang yang dapat digunakan berulang kali dan dengan barang yang dapat didaur ulang. Sebagai contoh, mengganti kantong plastik dengan keranjang belanja saat berbelanja, Recycle adalah tindakan mengolah barang-barang yang sudah tidak terpakai menjadi oduk lain yang bermanfaat Sebagai contoh, melebur botol plastik bekas untuk diolah kembali menjadi mainan anak anak.

10. Saat bermain ke taman, Rina melihat banyak sampah botol bekas air minum berserakan. Oleh karena itu, Rina mengambil botol tersebut dan berinisiatif mengolah botol tersebut menjadi barang seperti berikut. 
Tindakan yang dilakukan Rina menunjukkan metode ramah lingkungan yang disebut . . . .
    a. Replace
    b. Recycle
    c. Reduce
    d. Repair
    e. Reuse

Penjelasan:
    Pada gambar menunjukkan bahwa Rina ingin membuat hiasan dari botol bekas air minum. Olahan botol bekas yang dibuat oleh Rina menunjukkan penerapan dari langkah reuse. Reuse adalah menggunakan kembali barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi untuk keperluan lain. Pada prinsip rease, barang-barang yang sudah tidak terpakai tidak mengalami pengolahan, tetapi hanya dialihfungsikan untuk keperluan lain. Sementara itu, replace adalah mengganti barang sekali pakai dan barang yang tidak ramah lingkungan dengan barang yang dapat digunakan berulang kali dan dengan barang yang dapat didaur ulang. Sebagai contoh, mengganti tisu toilet dengan handuk. Recycle adalah mengolah barang-barang yang sudah tidak terpakai menjadi produk lain yang bermanfaat. Sebagai contoh, melebur botol plastik bekas untuk diolah menjadi mainan anak-anak, Reduce adalah menggunakan barang barang hanya saat diperlukan saja dengan tujuan mengurangi volume sampah dan menghemat sumber a alam. Sebagai contoh, mengurangi penggunaan kertas. Repair adalah memperbaiki barang-barang yang rusak agar dapat dipakai kembali. Sebagai contoh, menjahit baju yang robek.



B. Isilah dengan jawaban yang tepat!


1. Salah satu usaha mencegah pencemaran tanah dapat dilakukan dengan mengurangi bahan pencemar dari sumbernya. Usaha tersebut dilakukan dengan menerapkan pengolahan sampah menggunakan metode ramah lingkungan yang meliputi . . . , . . . , . . . , . . . , dan . . . .
Jawaban: Reduce, reuse, recycle, repair, replace

2. Perhatikan beberapa karakteristik limbah berikut!
    1) Mengandung bahan berbahaya atau beracun.
    2) Merusak kesehatan tubuh dan lingkungan.
    3) Ada yang bersifat mudah meledak, pengoksidasi, atau iritatif.
Jenis limbah yang memiliki karakteristik tersebut adalah . . . .
Jawaban: Limbah B3

3. Pengolahan limbah yang dilakukan dengan cara menghilangkan logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun dari bahan polutan menunjukkan pengolahan limbah secara . . . .
Jawaban: Kimia

4. Pada saat melakukan praktikum mengenai perkecambahan kacang hijau, Agung menggunakan gelas plastik bekas air mineral sebagai tempat perkecambahan. Dalam praktikum tersebut, Agung telah melakukan tindakan penanganan limbah ramah lingkungan yang disebut . . . .
Jawaban: Reuse

5. Perhatikan beberapa kegiatan berikut!
    1) Menjahit baju yang robek.
    2) Mengelem sepatu yang rusak.
Kegiatan tersebut menunjukkan pengolahan limbah dengan metode ramah lingkungan yang disebut . . . .
Jawaban: Repair



C. Kerjakan soal-soal berikut!


1. Usaha apa sajakah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran tanah? Jelaskan!
Jawaban:
Usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran tanah sebagai berikut.
    a. Mengurangi bahan pencemar dari sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat, misalnya dengan menerapkan prinsip SR (reduce, reuse, recycle, replace, dan repair).
    b. Mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan oleh industri terutama yang mengandung zat-zat kimia.
    c. Melakukan bioremediasi yaitu metode yang memanfaatkan mikroorganisme untuk membersihkan senyawa pencemar (polutan) dari lingkungan.

2. Sampah anorganik merupakan limbah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Akibatnya, limbah tersebut tidak dapat membusuk. Oleh karena itu, penumpukan sampah anorganik di lingkungan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Bagaimana upaya yang tepat dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran tersebut?
Jawaban:
    Limbah anorganik merupakan limbah yang tidak dapat diuraikan melalui proses biologi. Limbah ini tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme pengural sehingga tidak dapat membusuk. Contoh limbah anorganik, yaitu plastik, logam, dan kaca. Upaya yang tepat untuk mencegah terjadinya pencemaran akibat limbah anorganik adalah melakukan daur ulang. Limbah yang akan didaur ulang tersebut harus diolaht terlebih dahulu dengan cara sanitary landfill. pembakaran, atau penghancuran.

3. Setiap tahun Indonesia kehilangan hutan hingga mencapai sekitar 684.000 hektare. Berkurangnya luas hutan disebabkan oleh deforestasi (penggundulan hutan) yang dilakukan oleh manusia. Selain deforestasi, luas hutan berkurang karena faktor kebakaran hutan. Data dari Global Forest Resources Assesment menyebutkan bahwa Indonesia menempati urutan kedua tertinggi di dunia sebagai negara yang kehilangan hutannya. Apabila Anda bertindak sebagai pengelola hutan, bagaimana upaya Anda untuk mengembalikan fungsi hutan tersebut?
Jawaban:
    Deforestasi (penggundulan hutan) dapat dilakukan melalui penebangan pohon secara liar dan alih fungsi lahan di hutan. Akibatnya, luas hutan makin berkurang dan keanekaragaman makhluk hidup makin menurun. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembalikan fungsi hutan sebagai berikut.
    a. Melakukan reboisasi di lahan hutan yang gundul. Reboisasi berfungsi sebagai pelestarian sumber daya alam, mengurangi pencemaran lingkungan, serta mencegah terjadinya banjir dan erosi tanah.
    b. Memberlakukan sistem tebang pilih. Sistem tebang pilih adalah suatu tindakan penebangan pohon secara selektif bagi pohon-pohon yang memenuhi persyaratan untuk ditebang, baik dari segi umur, ukuran, ketersediaan jenis, maupun jumlahnya. Sistem tebang pilih bertujuan untuk menjaga keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan.
    c. Menerapkan sistem tebang tanam. Sistem ini sangat penting dilakukan untuk pelestarian hutan dan menjaga kesuburan tanah. Sistem ini dilakukan dengan cara menebang pohon yang kemudian diganti dengan menanam pohon yang baru pada tahan tersebut

4. Bu Tutik bekerja sebagai penjual sayuran di pasar. Selama berjualan. Bu Tutik melakukan berbagal aktivitas yang menghasilkan limbah berupa sisa-sisa sayuran. Sisa-sisa sayuran hingga beberapa hari menjadi menumpuk sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, untuk mengurangi limbah tersebut Bu Tutik mengolahnya menjadi pupuk kompos. Menurut Anda, benarkah langkah yang dilakukan Bu Tutik tersebut? Jelaskan!
Jawaban:
    Limbah yang berasal dari sisa-sisa sayuran merupakan contoh limbah organik. Untuk mengurangi pencemaran limbah organik dapat dilakukan dengan cara mengolah limbah organik menjadi kompos. Pengolahan mpos dapat dilakukan melalui kegiatan composting dengan bantuan mikroorganisme pengurai limbah. Kompos tersebut dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman. Dengan demikian, langkah yang dilakukan Bu Tutik tersebut sudah benar

5. Pengolahan limbah dengan metode ramah lingkungan di antaranya dapat dilakukan dengan menerapkan langkah reduce dan replace. Apa yang dimaksud dengan reduce dan replace? Bagaimana perbedaan prinsip dari kedua langkah tersebut? Sebutkan masing-masing contoh dari kedua langkah tersebut dalam kehidupan! 
Jawaban:
    a. Reduce artinya menggunakan barang barang hanya saat diperlukan saja. Tindakan ini selain mengurangi volume sampah, juga untuk penghematan sumber daya alam. Sebagai contoh, menghemat penggunaan air, kertas, dan plastik.
    b. Replace adalah mengganti barang sekali pakai dan barang yang tidak ramah. lingkungan dengan barang yang dapat digunakan berulang kali dan dengan barang yang dapat didaur ulang. Sebagai contoh, menggantit dengan sapu tangan dan mengganti plastik dengan keranjang belanjaan.






Kami mohon maaf bila ada kesalahan jawaban maupun pertanyaan..
Berilah komentar kesalahan apa yang ada dan kami akan merevisinya.
terima kasih


Post a Comment

0 Comments